Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi sate lilit
ilustrasi sate lilit (instagram.com/pikameame.food)

Intinya sih...

  • Sate lilit, lauk wajib pada tradisi Megibung di Bali

  • Lawar, urapan khas Bali yang terbuat dari nangka muda dan kacang panjang

  • Komoh, sup dengan kuah kaldu encer dan daging atau jeroan sapi, babi, atau ayam

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Menjelang Ramadan, orang Islam di Bali akan menggelar tradisi setiap tahunnya yang bernama Megibung. Tradisi ini semacam makan bersama yang hidangannya disajikan pada alas daun pisang.

Menariknya, tidak sembarang makanan bisa disajikan pada tradisi Megibung, lho. Tradisi turun-temurun ini memiliki ragam jenis makanan khasnya yang bisa dikatakan wajib disajikan saat Megibung. Berikut lima ragam lauk yang wajib ada pada tradisi Megibung di Bali yang perlu kamu tahu.

1. Sate lilit

ilustrasi sate lilit (commons.wikimedia.org/Rianilovegood)

Apa pun acaranya, kurang afdal jika tidak melibatkan sate lilit sebagai bagian dari hidangannya. Begitu juga dengan tradisi Megibung. Sate lilit menjadi lauk wajib pada tradisi makan bersama menjelang Ramadan tersebut.

Sate lilit berbeda dengan jenis sate pada umumnya. Kamu tidak akan menemukan jeroan pada sate jenis ini, karena sate lilit dibuat dari daging cincang yang dililitkan pada tusukan bambu atau batang daun serai. Teksturnya tentu lebih lembut ketimbang menikmati sate dengan daging yang ditusukkan.

Daging cincang untuk sate lilit bisa dari daging sapi, ayam, ikan, hingga daging babi. Namun, untuk tradisi Megibung, daging babi jadi pengecualian ya.

2. Lawar

ilustrasi nasi campur khas Bali yang dilengkapi lawar (commons.wikimedia.org/Eny Santiati)

Lauk selanjutnya yang harus ada pada tradisi Megibung yaitu lawar. Lawar sendiri semacam urapan khas Bali yang terbuat dari nangka muda dan kacang panjang, yang dicampur dengan bumbu khusus. Bumbu tersebut dibuat dari parutan kelapa serta bumbu lengkap atau basa genep.

Lawar biasanya dilengkapi juga dengan tambahan daging cincang, bisa ayam hingga sapi. Lawar di Bali pun terbagi menjadi dua jenis, yaitu lawar merah dan putih. Untuk menjelaskan, lawar merah umumnya menambahkan darah ke dalam komposisi pembuatannya.

3. Komoh

Lauk wajib pada tradisi Megibung khas Bali tidak semuanya berupa makanan kering, lho. Ada juga komoh yang memiliki rasa kaya kaldu serta menyegarkan ketika dipertemukan dengan ragam lauk lainnya.

Apa itu komoh? Komoh semacam sup yang didominasi kuah kaldu encer, tapi rasanya kaya rempah. Di dalam sup ini biasanya dilengkapi juga dengan daging atau jeroan dari sapi, babi, atau ayam. Keberadaan komoh pada tradisi Megibung sendiri supaya memudahkan para peserta saat menelan makanan atau agar lebih lancar pada saat mengunyah.

4. Jukut ares

Ada lagi lauk yang bikin acara makan lancar pada saat tradisi Megibung selain komoh, yaitu jukut ares. Hidangan satu ini bisa dikatakan makanan yang sederhana, tapi nikmat banget. Pasalnya, jukut ares terbuat dari irisan bayang pisang muda.

Sayur ini diracik dengan bumbu rempah-rempah, tak lupa dengan tambahan kaldu tulang yang bikin rasanya makin gurih nikmat seperti menyantap daging. Tidak cuma gurih, menikmati jukut ares juga menyegarkan banget, apalagi teksturnya unik saat dikunyah.

5. Pepesan atau tum

Hidangan atau lauk amis-amisan pada tradisi Megibung tidak cuma ada sate lilit dan komoh saja. Pepesan atau tum juga meriahkan jalannya acara makan pada tradisi ini, lho.

Tum atau pepesan biasanya dibuat dari daging berbumbu yang kemudian dibungkus dengan daun pisang dan dikukus. Pada saat proses pengukusan inilah, sari pati daging terkunci, sehingga memberikan sensasi juicy saat tum atau pepesan daging dimakan.

Masih ada banyak lauk yang bisa dijadikan sebagai opsi lauk untuk tradisi Megibung di Bali. Namun, kelima lauk yang disebutkan di atas tak boleh ketinggalan pada tradisi ini atau bisa dikatakan wajib ada. Apakah di daerah kamu juga terdapat tradisi sambut Ramadan seperti Megibung? Coba ceritakan di kolom komentar, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team