Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi alternatif menu sahur pengganti nasi
ilustrasi alternatif menu sahur pengganti nasi (commons.wikimedia.org/fir0002)

Intinya sih...

  • Ubi kukus cocok dimakan saat baru bangun sahur, rasanya manis alami tanpa perlu tambahan apa pun.

  • Telur dadar kentang jadi menu sahur yang terasa berisi dan praktis disajikan dalam berbagai cara.

  • Bubur kacang hijau cocok untuk sahur yang ingin hangat dan lembut, disukai oleh orang yang tidak terbiasa makan makanan kering saat bangun tidur.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sahur sering identik dengan nasi. Padahal, banyak pilihan lain yang tetap mengenyangkan sekaligus praktis disiapkan sebelum waktu imsak. Variasi menu justru membantu menjaga selera makan supaya tidak cepat bosan, terutama bagi yang memang kurang nyaman makan nasi saat dini hari.

Selain itu, pilihan bahan yang berbeda bisa memberi sensasi rasa dan tekstur yang lebih nyaman di perut. Kuncinya terletak pada kombinasi sumber karbohidrat, lauk, dan pelengkap yang saling menggenapi. Coba cek, lima alternatif menu sahur berikut ini bisa jadi pilihan tanpa harus bergantung pada nasi, lho!

1. Ubi kukus cocok dimakan saat baru bangun sahur

ilustrasi ubi kukus (commons.wikimedia.org/Dr 방원장)

Saat baru bangun sahur, banyak orang belum benar-benar memiliki selera makan, sehingga makanan yang terlalu berbumbu sering terasa berat. Ubi kukus menjadi pilihan yang nyaman, karena rasanya sudah manis alami tanpa perlu tambahan apa pun. Cukup dikukus hingga empuk, ubi bisa langsung dimakan. Sensasi hangatnya juga membantu tubuh menjadi lebih siap untuk mulai makan.

Supaya tidak terasa terlalu polos, ubi biasanya dimakan sambil menyantap telur rebus yang gurih. Banyak orang memilih teh hangat tanpa gula agar rasa manis ubi tetap terasa seimbang. Jika masih ingin menambah sedikit asupan sebelum imsak, potongan pisang matang sering menjadi pilihan karena mudah dimakan tanpa membuat perut terasa begah.

2. Telur dadar kentang jadi menu sahur yang terasa berisi

ilustrasi telur dadar kentang (commons.wikimedia.org/fir0002)

Banyak orang sebenarnya tidak mempermasalahkan sahur tanpa nasi selama makanannya terasa cukup mengenyangkan di perut. Telur dadar yang dicampur dengan potongan kentang rebus sering dipilih karena hasil akhirnya jauh lebih tebal dibandingkan telur biasa.

Kentang membuat bagian dalamnya terasa lembut sekaligus mengenyangkan, sehingga tidak muncul kesan hanya makan lauk saja. Selain itu, menu ini praktis karena bisa dimasak sekali lalu dipotong menjadi beberapa bagian untuk dimakan perlahan.

Telur dadar kentang juga fleksibel disajikan dalam berbagai cara, misalnya, dipotong kotak, lalu dimakan seperti lauk biasa, atau diselipkan ke dalam roti tawar supaya terasa seperti sandwich. Sebagian orang lebih menyukai menambahkan irisan daun bawang agar aromanya lebih kuat. Menu ini bahkan masih terasa enak meski sudah tidak terlalu panas, sehingga cocok bagi yang makan sahur mendekati imsak.

3. Bubur kacang hijau cocok untuk sahur yang ingin hangat dan lembut

ilustrasi bubur kacang hijau (commons.wikimedia.org/Irhanz)

Sebagian orang justru lebih nyaman makan makanan berkuah saat sahur, karena lebih mudah ditelan. Bubur kacang hijau sering dipilih karena lembut dan rasanya tidak terlalu berat di lidah. Aroma santan hangat juga membuatnya terasa menenangkan saat dimakan dini hari.

Menu ini biasanya disukai oleh orang yang tidak terbiasa makan makanan kering saat bangun tidur. Agar tidak terasa seperti camilan saja, bubur biasanya dimakan bersamaan dengan roti tawar. Kalau punya bubur sumsum atau bubur mutiara, bubur kacang hijau juga gak kalah nikmat. Cara ini membuat sahur tetap terasa ringan, tetapi tidak cepat lapar.

4. Singkong kukus kelapa yang disajikan seperti hidangan utama

ilustrasi singkong kukus kelapa (commons.wikimedia.org/Parlin Barimbing)

Singkong tidak harus selalu dianggap camilan. Potong besar, lalu kukus hingga benar-benar empuk supaya tidak berserat saat dimakan. Sajikan di piring bersama parutan kelapa kukus yang diberi sedikit garam agar rasanya gurih. Tampilan sederhana seperti ini justru terasa seperti hidangan utama jika disajikan hangat.

Kalau mau lebih variatif, kamu bisa menghaluskan kentang, sehingga menjadi gemblong. Bisa kamu campur kelapa atau juga perasa makanan seperti cokelat agar lebih nikmat. Tutup sahur kali ini dengan teh hangat serta semangka sebagai buah pencuci mulut.

5. Roti tawar panggang isi sayur segar dan telur

ilustrasi roti tawar panggang isi sayur segar dan telur (commons.wikimedia.org/에그란)

Roti tawar sering dianggap terlalu ringan untuk sahur, padahal bisa dibuat lebih padat tanpa perlu diolah secara rumit. Panggang roti di teflon sampai permukaannya kering dan sedikit renyah supaya tidak lembek saat diisi. Alih-alih ditumis, sayur bisa digunakan dalam kondisi segar, seperti selada, irisan tomat, dan timun, agar terasa lebih segar saat dimakan. Tambahkan telur dadar tipis yang dipotong memanjang supaya mudah ditata di dalam roti. Kombinasi ini membuat roti terasa lebih lengkap karena ada tekstur renyah, lembut, dan segar dalam satu gigitan.

Saat menyusun isian, sebaiknya roti tidak ditutup terlalu rapat agar sayur tidak mengeluarkan air dan membuatnya lembek. Banyak orang juga menambahkan sedikit saus tomat atau mayones tipis supaya rasanya tidak terlalu kering. Cara memotong roti secara diagonal sering dipilih karena membuatnya lebih mudah dipegang saat makan. Menu seperti ini biasanya cocok bagi yang ingin sahur cepat tanpa harus menyiapkan banyak peralatan masak.

Mengganti nasi saat sahur bukan berarti makan jadi terasa kurang lengkap. Dengan cara olah yang berbeda, bahan sederhana pun bisa terasa lebih menarik tanpa harus ribet. Dari lima pilihan tadi, mana yang paling pengin kamu coba untuk besok dini hari?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team