ilustrasi kentang (unsplash.com/Eric Prouzet)
Sampai saat ini selalu muncul perdebatan mengenai asal usul kentang goreng di kalangan sejarawan kuliner, dengan Prancis dan Belgia sebagai kandidat terkuat. Dilansir dari laman pitco.com, awalnya tanaman kentang dibawa ke Eropa oleh bangsa Spanyol. Namun, perjalanan kentang menjadi makanan favorit tidaklah instan karena sayuran ini sulit tumbuh di berbagai wilayah dan memiliki cita rasa pahit yang kurang diminati masyarakat. Membutuhkan waktu puluhan tahun untuk proses budidaya dan adaptasi sampai akhirnya kentang diterima secara luas sebagai bahan pangan utama.
Konon, masyarakat Belgia telah menggoreng potongan kentang sejak akhir abad ke-17 hingga awal abad ke-18. Ada sebuah legenda populer yang mengisahkan kalau penduduk desa di lembah Meuse terbiasa mengonsumsi ikan kecil dari sungai setempat. Namun saat musim dingin dan sungai membeku, mereka kehilangan sumber pangan sampai akhirnya memotong kentang menyerupai bentuk ikan dan menggorengnya.
Di satu sisi, Prancis dan Spanyol juga mengklaim bahwa popularitas hidangan ini merupakan hasil kontribusi besar dari tradisi kuliner mereka. Menurut sumber yang sama, disebut bahwa istilah "french fries" mulai mendunia berkat peran Amerika Serikat. Hal ini terjadi Pada 1802 saat Presiden Thomas Jefferson tercatat meminta hidangan "kentang yang disajikan dengan gaya Prancis" dalam sebuah perjamuan di Gedung Putih.
Selain itu, ada momen lain pada 1856, ketika istilah "kentang goreng Prancis" resmi muncul dalam literatur cetak melalui buku masak karya E. Warren. Sejak saat itu, kosa kata tersebut menetap secara permanen dalam bahasa Inggris, mengubah camilan sederhana ini dari sekadar pelengkap menjadi sebuah legenda kuliner.