Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Potret lontong cap go meh
Potret lontong cap go meh (commons.wikimedia.org/Cun Cun)

Masakan Peranakan selalu tampak menggoda selera sejak suapan pertama. Perpaduan budaya Tionghoa dan Nusantara menghasilkan setiap hidangan jadi kaya rasa, aroma, dan warnanya. Kalau kamu penasaran kenapa masakan peranakan terasa begitu kompleks, jawabannya ada pada bumbunya.

Di balik kelezatan laksa, ayam pongteh, dan semur peranakan, ada bumbu-bumbu kunci yang tidak boleh terlewat. Setiap bumbu memegang peran penting untuk membangun rasa yang khas dan berlapis. Yuk, kenali satu per satu bumbu khas masakan Peranakan sebagai kunci kenikmatannya dari penjelasan di bawah ini!

1. Bawang putih sebagai dasar aroma

Bawang putih adalah fondasi utama dalam banyak masakan Peranakan. Aromanya yang tajam memberikan karakter kuat sejak awal proses memasak. Tanpa bawang putih, rasa masakan akan terasa kurang hidup.

Biasanya bawang putih dihaluskan bersama bumbu lain, agar lebih menyatu. Proses menumis bawang putih hingga harum sangat menentukan hasil akhir masakan. Inilah kunci awal yang tidak boleh dilewatkan.

2. Bawang merah untuk rasa gurih alami

Potret bawang merah (pixabay.com/matthiasboeckel)

Bawang merah memberikan rasa manis dan gurih yang lembut pada masakan peranakan. Bumbu ini berfungsi menyeimbangkan rasa kuat dari rempah lain. Kehadirannya membuat masakan terasa lebih hangat di lidah.

Bawang merah umumnya digunakan dalam jumlah cukup banyak. Saat ditumis perlahan, aromanya akan keluar dengan maksimal. Hasilnya, masakan terasa lebih kaya tanpa perlu tambahan penyedap berlebihan.

3. Ketumbar yang memberi sentuhan rasa hangat

Ketumbar adalah bumbu wajib yang sering digunakan dalam bentuk bubuk atau biji halus. Rasanya hangat dengan aroma khas yang mudah dikenali. Bumbu ini sering muncul dalam masakan berkuah maupun tumisan.

Dalam masakan peranakan, ketumbar berfungsi memperdalam rasa. Penggunaannya membuat masakan terasa lebih pas, tapi tidak terlalu tajam. Tak heran jika bumbu ini hampir selalu ada di racikan dasar.

4. Lengkuas untuk aroma segar yang khas

Potret lengkuas (commons.wikimedia.org/Herusutimbul)

Lengkuas memberi aroma segar sekaligus rasa sedikit pedas yang unik. Bumbu ini sering digunakan untuk mengurangi aroma amis pada daging atau ayam. Selain itu, lengkuas juga menambah cita rasa yang khas.

Biasanya lengkuas dimemarkan, agar aromanya keluar perlahan. Penggunaan yang tepat akan membuat masakan terasa lebih seimbang. Tanpa lengkuas, rasa khas peranakan bisa terasa kurang lengkap.

5. Serai sebagai penyeimbang rasa

Serai dikenal dengan aroma segarnya yang menenangkan. Dalam masakan Peranakan, serai berfungsi sebagai penyeimbang rasa kuat dari rempah lain. Kehadirannya membuat masakan terasa lebih ringan dan tidak enek.

Serai biasanya dimemarkan lalu dimasukkan saat memasak. Proses ini membantu aroma serai menyebar merata. Hasilnya, masakan jadi lebih harum dan menggugah selera.

6. Kecap manis untuk warna dan kedalaman rasa

Potret kecap manis (pixabay.com/Eleonorenfalke)

Kecap manis memberi sentuhan manis dan warna cokelat yang khas. Bumbu ini sering digunakan dalam masakan peranakan berjenis semur atau rebus. Rasanya kecap manis membantu menyeimbangkan gurih dan asin.

Penggunaan kecap manis harus pas, supaya rasanya tidak mendominasi. Sedikit saja sudah cukup untuk memperkaya rasa. Inilah bumbu yang membuat masakan tampak lebih menggoda secara visual.

7. Gula aren untuk rasa manis alami

Gula aren memberikan rasa manis yang lembut dan tidak menusuk. Berbeda dengan gula pasir, gula aren juga menyumbang aroma karamel yang khas. Bumbu ini sering digunakan untuk memperhalus rasa akhir masakan.

Biasanya gula aren diserut agar mudah larut. Penggunaannya membantu menyatukan berbagai rasa dalam masakan. Sentuhan kecil ini bisa membuat hidangan terasa lebih istimewa.

Dengan mengenal bumbu-bumbu wajib ini, dapurmu bisa jadi lebih berwarna ala masakan peranakan. Siap mencoba dan langsung bereksperimen hari ini?

Editorial Team