Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi telur rebus
ilustrasi telur rebus (unsplash.com/Alex 張飛)

Intinya sih...

  • Simpan telur rebus di lemari pendingin agar tahan lama

  • Jangan mengupas kulit telur terlalu awal untuk menjaga kesegarannya

  • Gunakan wadah yang tertutup dan bersih serta beri penanda tanggal penyimpanan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Telur rebus kerap dijadikan stok makanan praktis karena mudah dalam proses pengolahan, kaya akan gizi, namun penyimpanannya tidak boleh dilakukan sembarangan. Kesalahan dalam menyimpan telur rebus ternyata akan membuat kualitasnya cepat menurun dan berisiko menimbulkan masalah kesehatan.

Untuk memastikan telur rebus tetap segar dan layak dikonsumsi lebih lama, maka diperlukan cara penyimpanan yang sesuai dengan standar kebersihan. Simaklah beberapa cara berikut ini untuk menyimpan telur rebus agar tahan lama dan tetap aman untuk dikonsumsi.

1. Simpan telur rebus di lemari pendingin

ilustrasi kulkas (unsplash.com/Onur Burak Akın)

Telur rebus sebaiknya dapat segera disimpan dalam lemari pendingin setelah suhunya turun agar pertumbuhan bakteri dapat ditekan. Suhu dingin dapat membantu memperlambat proses pembusukan, sehingga telur pun akan tetap dalam kondisi aman dikonsumsi hingga beberapa hari ke depan.

Pastikan telur diletakkan pada bagian rak tengah lemari pendingin agar suhunya tetap stabil. Hindari menyimpan telur rebus di pintu kulkas karena perubahan suhu yang sering terjadi justru dapat memengaruhi kualitasnya.

2. Jangan mengupas kulit telur terlalu awal

ilustrasi telur rebus (unsplash.com/Pawel Czerwinski)

Kulit telur berfungsi sebagai pelindung alami yang dapat membantu memastikan kesegaran bagian dalam telur rebus. Mengupas telur terlalu cepat akan membuatnya lebih mudah terkontaminasi bakteri dari udara sekitar.

Jika belum segera dikonsumsi, sebaiknya telur rebus dapat disimpan dalam keadaan yang masih berkulit. Cara ini dapat membantu menghasilkan kelembaban dan mencegah bau tidak sedap yang mungkin menempel pada telur.

3. Gunakan wadah yang tertutup dan bersih

ilustrasi telur rebus (unsplash.com/Tamanna Rumee)

Menyimpan telur rebus dalam wadah tertutup ternyata dapat memproteksinya dari paparan udara dan bau makanan yang berasal dari lemari pendingin. Wadah yang bersih dan kedap udara juga turut membantu memastikan tekstur, serta rasa telur tetap optimal.

Pastikan wadah sudah dicuci dan dikeringkan sebelum digunakan agar tidak sampai ada bakteri yang mungkin menempel. Penyimpanan yang higienis juga sangat penting untuk memperpanjang usia simpan dari telur rebus tersebut.

4. Beri penanda tanggal penyimpanan

ilustrasi telur rebus (unsplash.com/Mustafa Bashari)

Menyimpan telur dengan memberikan label tanggal pada bagian wadahnya ternyata dapat membantu untuk memantau lama penyimpanan secara lebih akurat. Cara ini dapat mencegah telur dikonsumsi setelah melewati batas aman penyimpanan yang ada.

Telur rebus pada umumnya aman dikonsumsi hingga 5 sampai 7 hari jika proses penyimpanannya dilakukan dengan benar dalam lemari pendingin. Dengan penyimpanan yang tepat, maka risiko mengonsumsi telur yang sudah tidak layak pun dapat dihindari.

Menyimpan telur rebus agar tahan lama memerlukan perhatian pada suhu, kebersihan, dan cara penyimpanan. Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, maka telur rebus tetap dalam kondisi aman segar dan siap dikonsumsi kapan saja. Kamu pun tidak akan khawatir pada saat mengkonsumsi telur rebus.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAgsa Tian