ilustrasi donat topping glaze (commons.wikimedia.org/Jen Arrr)
Glaze pertama kali populer di Amerika Serikat ketika donat mulai diproduksi massal pada awal abad ke-20, karena lapisan gula cair ini membuat donat tampak cantik. Glaze sendiri campuran gula halus yang dilarutkan memakai air, susu, atau air perasan jeruk, lalu disiram tipis di atas donat hangat hingga membentuk lapisan licin mengilap. Varian glaze berkembang dari yang polos sampai aneka macam seperti cokelat, stroberi, kopi, tiramisu, karamel hingga vanila.
Donat ber-glaze biasanya dinikmati bersama kopi hitam atau teh tawar karena rasa manisnya terasa lebih seimbang saat dipadukan minuman pahit. Pilihan glaze tipis sering disukai orang yang tak terlalu menyukai rasa manis karena hanya memberi sentuhan gula, bukan lapisan tebal. Karakter glaze yang ringan membuat donat tetap nyaman dimakan kapan saja tanpa terasa berat di lidah.
Ide topping donat terus berkembang mengikuti selera pasar. Pilihan topping sering kali menjadi penentu apakah sebuah donat hanya terlihat biasa atau justru langsung dilirik sejak pertama kali terpajang di etalase atau feeds media sosial. Kalau diberi kebebasan bereksperimen, ide topping donat seperti apa yang paling ingin kamu tawarkan supaya donatmu punya daya tarik sendiri?