Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kapan Waktu Terbaik Makan Yogurt agar Manfaat Probiotiknya Maksimal?
ilustrasi yogurt (freepik.com/freepik)
  • Waktu terbaik makan yogurt adalah pagi hingga siang hari karena sistem pencernaan sedang aktif, sehingga penyerapan nutrisi dan probiotik berlangsung lebih optimal.
  • Mengonsumsi yogurt bersama makanan utama membantu bakteri baik bertahan lebih lama di saluran pencernaan dan mengurangi risiko perut tidak nyaman.
  • Pemilihan yogurt dengan kultur hidup serta kombinasi bahan seperti madu atau kacang dapat meningkatkan manfaat probiotik dan mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Yogurt termasuk salah satu makanan sehat yang gampang banget kamu temui di mana-mana. Banyak orang mengandalkannya untuk sarapan, camilan, bahkan menu diet. Kandungan protein, kalsium, vitamin, sampai probiotik bikin yogurt punya banyak manfaat bagi tubuh.

Meski kelihatannya simpel, ternyata waktu makan yogurt juga berpengaruh pada manfaat yang kamu rasakan, lho. Gak sedikit orang yang asal makan tanpa tahu timing terbaiknya. Padahal, kalau dikonsumsi di waktu yang tepat, efeknya bisa jauh lebih maksimal.

Yuk, pahami kapan waktu terbaik makan yogurt supaya manfaat probiotiknya gak terbuang sia-sia!

1. Makan yogurt di pagi atau siang hari

ilustrasi Greek yogurt dengan blueberry (pexels.com/Any Lane)

Waktu pagi sampai siang sering dianggap sebagai momen terbaik untuk konsumsi yogurt. Sistem pencernaan kamu sedang berada dalam kondisi paling aktif di jam-jam ini. Produksi enzim, asam lambung, serta pergerakan usus bekerja lebih optimal.

Menurut penelitian dalam Journal of Health, Population and Nutrition, ritme sirkadian berperan besar dalam metabolisme tubuh. Sensitivitas insulin dan efisiensi pencernaan cenderung lebih tinggi di paruh pertama hari. Kondisi ini membuat yogurt lebih mudah dicerna dan manfaat nutrisinya bisa terserap dengan lebih baik.

Dr. Prarthana Shah, seorang integrative health coach yang fokus pada kesehatan holistik, juga menjelaskan bahwa gak ada satu waktu mutlak untuk makan yogurt. Namun, ia menekankan bahwa secara fisiologis tubuh memang lebih siap mencerna makanan di siang hari. Itu sebabnya banyak orang merasa lebih ringan saat makan yogurt di waktu tersebut.

2. Konsumsi yogurt bersamaan dengan makanan utama

ilustrasi sistem pencernaan (pexels.com/MART PRODUCTION)

Kebiasaan makan yogurt saat perut kosong ternyata kurang direkomendasikan. Asam lambung yang tinggi dalam kondisi ini bisa mengurangi jumlah bakteri baik yang berhasil bertahan. Dr. Niti Munjal, kepala ahli gizi di V6 Clinics yang berpengalaman dalam nutrisi klinis, menjelaskan bahwa yogurt sebaiknya dikonsumsi bersama makanan utama. Saat kamu makan lengkap, proses pencernaan berlangsung lebih lambat dan stabil.

Kondisi ini membantu probiotik bertahan lebih lama di saluran pencernaan. Bakteri baik jadi punya peluang lebih besar untuk sampai ke usus dan bekerja maksimal. Selain itu, cara ini juga bisa mengurangi risiko perut terasa gak nyaman setelah makan yogurt.

3. Hindari makan yogurt terlalu larut malam untuk kamu yang sensitif

ilustrasi sakit perut (freepik.com/wayhomestudio)

Makan yogurt di malam hari sebenarnya gak sepenuhnya dilarang. Namun, ada beberapa kondisi yang perlu kamu perhatikan. Terutama jika tubuh kamu sensitif terhadap produk susu.

Menurut Lauren Manaker, MS, RDN, LD, seorang ahli gizi terdaftar sekaligus pendiri Nutrition Now yang fokus pada edukasi nutrisi berbasis sains, gak ada bukti ilmiah kuat yang melarang konsumsi yogurt di malam hari. Pendapat yang melarang biasanya berasal dari prinsip Ayurveda. Ia juga menambahkan bahwa selama tubuh kamu merasa nyaman setelah mengonsumsinya, maka gak ada alasan khusus untuk menghindari yogurt di waktu malam.

Meski begitu, sistem pencernaan memang cenderung melambat saat malam. Hal ini bisa membuat sebagian orang merasa kurang nyaman setelah makan yogurt. Jadi, penting banget untuk menyesuaikan dengan kondisi tubuh kamu sendiri, ya.

4. Pilih jenis yogurt yang tepat untuk hasil maksimal

ilustrasi plain yogurt (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Selain waktu makan, jenis yogurt juga berpengaruh besar terhadap manfaatnya, lho. Gak semua yogurt mengandung probiotik aktif, jadi kamu perlu lebih selektif. Lauren Manaker menyarankan untuk memilih yogurt dengan label “live and active cultures”. Label ini menunjukkan bahwa yogurt tersebut mengandung bakteri baik yang masih hidup. Pilihan terbaik biasanya adalah yogurt plain tanpa tambahan gula.

Greek yogurt bisa jadi opsi kalau kamu butuh asupan protein lebih tinggi. Teksturnya lebih kental dan membantu rasa kenyang bertahan lebih lama. Sementara kefir dikenal sebagai yogurt cair yang sangat ramah untuk kesehatan usus dan berpotensi mengurangi peradangan.

5. Kombinasikan yogurt dengan makanan lain agar manfaatnya meningkat

ilustrasi yogurt dan kacang walnut (freepik.com/freepik)

Mengombinasikan yogurt dengan bahan lain bisa meningkatkan manfaatnya. Salah satu kombinasi yang cukup populer adalah yogurt dengan madu. Menurut penelitian dalam Journal of Nutrition, menambahkan madu ke yogurt terbukti dapat meningkatkan jumlah bakteri baik seperti Bifidobacterium animalis di dalam usus. Meski gak berdampak signifikan pada pencernaan atau suasana hati, kombinasi ini tetap membantu memperkaya probiotik.

Selain madu, kamu juga bisa menambahkan kacang-kacangan. Lauren Manaker menyebutkan bahwa konsumsi walnut secara rutin berkaitan dengan peningkatan kualitas tidur. Kombinasi ini bisa jadi pilihan menarik, terutama jika kamu ingin makan yogurt di malam hari.

Waktu terbaik makan yogurt ternyata gak bisa disamaratakan untuk semua orang. Namun, pagi hingga siang hari sering jadi pilihan ideal karena sistem pencernaan bekerja lebih optimal. Mengonsumsi yogurt bersama makanan utama juga membantu probiotik bertahan lebih baik di dalam tubuh.

Pemilihan jenis yogurt serta kombinasi dengan bahan lain juga gak kalah penting. Pastikan kamu memilih yogurt dengan probiotik aktif agar manfaatnya terasa maksimal. Sesuaikan juga dengan kondisi tubuh kamu, terutama jika ingin mengonsumsinya di malam hari.

Dengan memahami pola ini, kamu bisa menikmati yogurt bukan cuma sebagai makanan sehat biasa, tapi juga sebagai investasi untuk kesehatan jangka panjang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team