Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi bika ambon
ilustrasi bika ambon (commons.wikimedia.org/Midori)

Intinya sih...

  • Fermentasi adonan menghasilkan gas karbondioksida

  • Penggunaan tepung tapioka menciptakan struktur kenyal dan transparan

  • Teknik pemanggangan dua tahap mengunci struktur pori

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bika ambon adalah kue legendaris Indonesia yang terkenal dengan pori-pori yang besar dan tekstur unik. Setiap gigitan pada kue ini selalu menghadirkan sensasi lembut, kenyal, dan sedikit berjarak karena rongga-rongga udara di dalamnya. Banyak orang penasaran dengan proses pembuatan yang bisa menghasilkan struktur sebening sarang madu ini.

Rahasia di balik pori-pori pada bika ambon ternyata terletak pada teknik fermentasi dan pemilihan bahan yang spesifik. Proses ini bukanlah suatu kebetulan, melainkan hasil dari percampuran sains kuliner dan tradisi turun-temurun. Mari kita bahas tiga alasan utama kenapa bika ambon punya banyak pori-pori yang begitu khas dan disukai banyak orang!

1. Fermentasi adonan menghasilkan gas karbondioksida

ilustrasi bika ambon (commons.wikimedia.org/Agus Damanik)

Ragi dalam adonan bika ambon mengonsumsi gula selama proses fermentasi. Proses konsumsi ini menghasilkan gas karbondioksida dalam jumlah besar. Gas tersebut terperangkap dalam struktur adonan yang kental.

Pemanasan awal di atas kompor membuat gelembung gas tersebut memuai. Pemuaian ini mulai membentuk rongga-rongga atau pori pada adonan. Proses ini menjadi fondasi utama struktur pori yang khas pada bika ambon.

2. Penggunaan tepung tapioka menciptakan struktur kenyal dan transparan

ilustrasi bika ambon (vecteezy.com/fandysain29106)

Tepung tapioka memiliki sifat yang lengket dan elastis. Sifat ini membentuk dinding-dinding kuat di sekitar gelembung gas. Dinding tersebut tidak mudah pecah selama proses pengembangan.

Saat dipanggang, pati dalam tapioka menjadi transparan dan kenyal. Transparansi inilah yang memberikan penampakan sarang madu pada bika ambon. Tekstur kenyalnya juga menjaga pori-pori tetap utuh setelah matang.

3. Teknik pemanggangan dua tahap mengunci struktur pori

ilustrasi bika ambon (vecteezy.com/Suretianto)

Pemanggangan awal di suhu rendah mengembangkan pori-pori secara perlahan. Suhu rendah memberikan waktu bagi gelembung gas untuk berkembang maksimal. Tahap ini menentukan ukuran akhir dari pori-pori kue.

Pemanggangan lanjutan di suhu tinggi mengeringkan dan mengeraskan struktur kue. Suhu tinggi mengunci semua pori yang telah terbentuk agar tidak kempis. Hasil akhirnya adalah kue dengan pori-pori besar yang stabil dan tidak mudah ambles.

Jadi ternyata, pori-pori yang jadi ciri khas bika ambon itu ada proses sainsnya yang keren, ya! Mulai dari adonannya yang "hidup" sampai teknik panggangnya yang khusus, semua itu membuat bika ambon punya pori-pori yang bersarang. Makanya, jangan cuma dimakan, sekarang kamu bisa lebih apresiasi lagi sama setiap gigitan kue tradisional yang satu ini, nih!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team