ilustrasi biji kopi gayo (pexels.com/Sedanur Kunuk)
Sebelum dipasarkan, kopi gayo diolah dengan melewati suatu proses bernama semi wash. Proses ini berfungsi untuk mempertahankan kandungan senyawa chlorogenic acid (CGA) yang tinggi sebesar 5-7% dari berat kering biji kopi. Senyawa ini diketahui bisa melindungi mukosa lambung dari radikal bebesa yang bisa memicu peradangan pada penderita gastritis. Hasilnya, sistem pencernaan akan tetap sehat meski kamu mengonsumsi kopi gayo.
Kandungan CGA dalam kopi gayo juga tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tapi juga bisa memperkaya profil rasa menjadi lebih kompleks tanpa rasa asam yang tajam di lidah. Senyawa ini pun dapat bertindak sebagai prebiotik alami yang mendukung peningkatan flora usus untuk lambung sensitif.
Dengan beberapa alasan di atas, kopi gayo sangat layak menjadi salah satu pilihan kopi yang aman bagi kamu yang memiliki lambung sensitif. Karakternya yang kompkes dengan tingkat keasaaman yang rendah menjadikan kopi ini lebih bersahabat untuk dinikmati sehari-hari dibandingkan dengan jenis kopi lainnya.
Referensi:
Yufita, E., Maula, T. M. S., Gunawati, G., Woodfield, P. L., & Yusibani, E. (2025). Physical and Chemical Properties of Gayo Coffee Brewed by Boiling Method with Variation of Particle Coffee Ground. JURNAL ILMU FISIKA| UNIVERSITAS ANDALAS, 17(1), 9-18. Diakses pada 21 Januari 2026.
The Unique Taste of Aceh Gayo Coffee: Why the World Loves It. Casablanca Coffee Roastery. Diakses pada 21 Januari 2026.
Nasution, R. K. (2025). The Effect of Coffee Consumption on the Performance of the Human Digestive System: A Literature Study. Bioedunis Journal, 4(2), 131-138. Diakses pada 21 Januari 2026.
Yulia, M., Analianasari, A., Widodo, S., Kusumiyati, K., Naito, H., & Suhandy, D. (2023). The authentication of Gayo arabica green coffee beans with different cherry processing methods using portable led-based fluorescence spectroscopy and chemometrics analysis. Foods, 12(23), 4302. Diakses pada 21 Januari 2026.
Yuniati, Y., Ningtyas, R. W., Saraswati, E., Agustini, M., & Mahfud, M. (2025). Simultaneous extraction of caffeine and chlorogenic acid from Arabica coffee using microwave-assisted extraction. Food Chemistry Advances, 9, 101158. Diakses pada 21 Januari 2026.
Nehlig, A. (2022). Effects of coffee on the gastro-intestinal tract: a narrative review and literature update. Nutrients, 14(2), 399. Diakses pada 21 Januari 2026.
Atmaja, W. D., & Gondomono, A. R. (2024, May). The effect of Aceh Gayo coffee consumption on colour stability in thermoplastic nylon dental base. In AIP Conference Proceedings (Vol. 3127, No. 1, p. 020037). AIP Publishing LLC. Diakses pada 21 Januari 2026.