Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi menikmati secangkir kopi
ilustrasi menikmati secangkir kopi (pexels.com/Karola G)

Bagi penderita maag, GERD, atau lambung sensitif beberapa jenis makanan dan minuman yang terlalu pedas, asam, dan berminyak sering kali memicu munculnya rasa tidak nyaman dan memperburuk kondisi pencernaan. Oleh karena itu, penderita maaf harus lebih selektif lagi dalam memilih apa yang boleh dikonsumsi, termasuk saat ingin menikmati secangkir kopi. Dan menariknya, ternyata tidak semua kopi memberi efek buruk pada lambung.

Salah satu jenis kopi asal Indonesia yaitu kopi gayo justru dianggap lebih ramah dikonsumsi untuk kamu yang memilki kondisi perut yang sensitif. Kira-kira fakta apa yang menyebabkan kopi gayo lebih aman dikonsumsi oleh penderita maag dan GERD? Nah, untuk kamu yang penasaran dengan alasan yang melatarbelakanginya, kamu bisa menyimak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini ya!

1. Memiliki tingkat keasaman yang rendah dibandingkan kopi lain

ilustrasi menyeduh kopi (pexels.com/Karola G)

Salah satu keunggulan utama dari kopi gayo adalah kopi ini memiiki tingkat keasaman yang rendah. Dengan pH yang berkisar antara 4,87 hingga 5,8, kopi jenis ini lebih aman dikonsumsi oleh kamu yang memiliki riwayat GERD atau lambung yang sensitif. Tingkat keasaman yang rendah ini berasal dari tanah vulkanik di dataran tinggi gayo yang kaya akan mineral.

Kondisi tersebut bisa menghasilkan biji kopi dengan kandungan asam organik seperti asam sitrat dan asam malat yang rendah. Selain itu, kopi gayo juga bisa mempertahankan cita rasanya yang kompleks tanpa memberi aftertaste asam yang mengganggu di lidah. Bagi penderita GERD dan maag akut, kabar ini bisa menjadi angin segar untuk mereka yang ingin tetap menikmati kopi tanpa khawatir akan memicu heartburn.

2. Mempunyai tekstur yang lembut dan ringan di perut

ilustrasi bubuk kopi gayo (pexels.com/Mizuno K)

Tak hanya tingkat keasaaman yang rendah, kopi gayo juga memiliki tekstur dan berbeda dengan kopi lokal lainnya. Kopi jenis ini memiliki kekentalan dan tekstur yang lembut, Karakter ini membuat kopi gayo tidak akan membebani kinerja sistem pencernaan saat dinikmati.

Selain itu, sensasi nutty, buttery, cokelat, dan fruity yang ringan juga muncul akibat media tanam kopi gayo yang kaya akan kandungan mineral. Kesan segar dan ringan ini membuat kopi gayo akan terasa lebih nyaman saat dinikmati oleh penderita maag. Oleh karena alasan tersebut, kopi gayo aman dinikmati harian tanpa adanya efek samping seperti kembung atau mual.

3. Kaya akan kandungan antioksidan chlorogenic acid

ilustrasi biji kopi gayo (pexels.com/Sedanur Kunuk)

Sebelum dipasarkan, kopi gayo diolah dengan melewati suatu proses bernama semi wash. Proses ini berfungsi untuk mempertahankan kandungan senyawa chlorogenic acid (CGA) yang tinggi sebesar 5-7% dari berat kering biji kopi. Senyawa ini diketahui bisa melindungi mukosa lambung dari radikal bebesa yang bisa memicu peradangan pada penderita gastritis. Hasilnya, sistem pencernaan akan tetap sehat meski kamu mengonsumsi kopi gayo.

Kandungan CGA dalam kopi gayo juga tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tapi juga bisa memperkaya profil rasa menjadi lebih kompleks tanpa rasa asam yang tajam di lidah. Senyawa ini pun dapat bertindak sebagai prebiotik alami yang mendukung peningkatan flora usus untuk lambung sensitif.

Dengan beberapa alasan di atas, kopi gayo sangat layak menjadi salah satu pilihan kopi yang aman bagi kamu yang memiliki lambung sensitif. Karakternya yang kompkes dengan tingkat keasaaman yang rendah menjadikan kopi ini lebih bersahabat untuk dinikmati sehari-hari dibandingkan dengan jenis kopi lainnya.

Referensi:

Yufita, E., Maula, T. M. S., Gunawati, G., Woodfield, P. L., & Yusibani, E. (2025). Physical and Chemical Properties of Gayo Coffee Brewed by Boiling Method with Variation of Particle Coffee Ground. JURNAL ILMU FISIKA| UNIVERSITAS ANDALAS, 17(1), 9-18. Diakses pada 21 Januari 2026.

The Unique Taste of Aceh Gayo Coffee: Why the World Loves It. Casablanca Coffee Roastery. Diakses pada 21 Januari 2026.

Nasution, R. K. (2025). The Effect of Coffee Consumption on the Performance of the Human Digestive System: A Literature Study. Bioedunis Journal, 4(2), 131-138. Diakses pada 21 Januari 2026.

Yulia, M., Analianasari, A., Widodo, S., Kusumiyati, K., Naito, H., & Suhandy, D. (2023). The authentication of Gayo arabica green coffee beans with different cherry processing methods using portable led-based fluorescence spectroscopy and chemometrics analysis. Foods, 12(23), 4302. Diakses pada 21 Januari 2026.

Yuniati, Y., Ningtyas, R. W., Saraswati, E., Agustini, M., & Mahfud, M. (2025). Simultaneous extraction of caffeine and chlorogenic acid from Arabica coffee using microwave-assisted extraction. Food Chemistry Advances, 9, 101158. Diakses pada 21 Januari 2026.

Nehlig, A. (2022). Effects of coffee on the gastro-intestinal tract: a narrative review and literature update. Nutrients, 14(2), 399. Diakses pada 21 Januari 2026.

Atmaja, W. D., & Gondomono, A. R. (2024, May). The effect of Aceh Gayo coffee consumption on colour stability in thermoplastic nylon dental base. In AIP Conference Proceedings (Vol. 3127, No. 1, p. 020037). AIP Publishing LLC. Diakses pada 21 Januari 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team