Nastar selalu muncul sebagai ikon kue Lebaran, lengkap dengan isian selai nanas yang manis-asam dan aromanya khas. Namun, banyak orang tak menyadari bahwa nama nastar justru berasal dari bahasa Belanda, bukan dari buah nanas itu sendiri. Perpaduan antara nama asing dan rasa lokal ini membuat nastar jadi kue yang menarik untuk ditelusuri asal-usulnya.
Di balik bentuk mungil dan rasanya yang familiar, nastar menyimpan cerita panjang tentang perjumpaan budaya. Dari dapur kolonial hingga meja hidangan keluarga Indonesia, kue ini mengalami adaptasi yang unik. Lalu, bagaimana bisa nastar identik dengan nanas, sementara namanya punya akar bahasa Eropa?
