Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Pistachio Sering Digunakan dalam Dessert Timur Tengah?
ilustrasi halva pistachio (magnific.com/freepik)

Dessert Timur Tengah bukan sekadar kudapan manis, tetapi perpaduan lezat antara sejarah, budaya, dan seni. Hidangan penutup sudah menjadi bagian dari perayaan, pertemuan, dan tradisi keluarga yang sering dinikmati bersama. Meski ciri khas di setiap daerah dapat berbeda, kamu tetap akan menjumpai penggunaan rempah, bahan aromatik, hingga condiment yang sama.

Salah satu bahan ikonik yang identik dengan kuliner Timur Tengah adalah pistachio. Kacang tersebut memang istimewa, bahkan ada Hari Pistachio Nasional yang diperingati setiap 26 Februari. Kira-kira, kenapa pistachio sering digunakan dalam dessert Timur Tengah? Yuk, simak sampai selesai!

1. Tumbuh subur di wilayah Timur Tengah

ilustrasi pistachio sebelum dipanen (commons.wikimedia.org/NAEINSUN)

Pistachio punya sejarah panjang dan telah menjadi bagian dari budaya kuliner Timur Tengah. Kacang tersebut diyakini memang berasal dari sana, khususnya wilayah yang sekarang meliputi Suriah, Iran, dan Irak. Kemudian, dibudidayakan lebih dari 10.000 tahun lalu dan sejak saat itu telah menjadi bagian penting dari masakan lokal.

Sebagian wilayah seperti Iran menjulukinya sebagai kacang yang tersenyum. Kulit luarnya yang keras secara alami terbelah dan dapat terlihat kacang di dalamnya. Retakan itu seringkali menyerupai senyum ‘alami’ dan membuatnya lebih mudah dibuka untuk dinikmati.

Kamu bisa menemukannya dalam hidangan gurih maupun manis, seperti nasi, baklava, halva, hingga es krim. Selain itu, pistachio juga tersebar luas di wilayah Eropa yang diperkenalkan selama Abad Pertengahan. Sedangkan di Amerika serikat mulai dibudidayakan untuk komersial pada tahun 1960-an. 

2. Simbol kemewahan dalam budaya kuliner Timur Tengah

ilustrasi biji pistachio dan pistachio bubuk (magnific.com/8photo)

Masyarakat Timur Tengah menganggap pistachio sebagai simbol kemewahan, kekayaan, dan kelimpahan. Alasannya beragam, seperti dilansir dari Heart of the Desert, pistachio sangat dihargai dalam peradaban kuno Yunani, Romawi, dan Mesir. Kacang ini sering digunakan dalam pengobatan dan diyakini punya berbagai manfaat kesehatan. 

Mereka menggunakannya sebagai diuretik untuk meningkatkan buang air kecil dan mengurangi retensi cairan dalam tubuh. Kacang tersebut sering kali hanya tersedia untuk keluarga kerajaan. Terdapat legenda bahwa Ratu Sheba menyatakan bahwa menanam pohon pistachio dianggap ilegal bagi rakyat jelata. 

Di sisi lain, harganya memang relatif mahal, karena melalui proses pemanenan dan pengolahan yang membutuhkan banyak tenaga. Menurut Exotic Bazaar, sebagian pemanenan pistachio masih dilakukan dengan tangan, menggunakan sistem padat karya, dan penanamannya terbatas di wilayah tertentu yang sangat dipengaruhi kondisi iklim. Proses pengolahannya pun membutuhkan ketelitian untuk menghasilkan kualitas premium.

3. Memberikan tekstur yang kontras

ilustrasi es krim pistachio (pexels.com/Nour Alsubeh)

Tradisi kuliner Timur Tengah menjadikan pistachio sebagai bahan untuk mengubah hidangan biasa menjadi istimewa di meja makan. Mulai dari dihidangkan dalam bentuk utuh yang dinikmati sebagai camilan. Dapat pula digunakan untuk topping salad atau nasi pilaf. 

Sedangkan untuk dessert lembut seperti puding, kue, dan es krim umumnya menggunakan pistachio yang dicincang kasar. Tujuannya untuk memberikan tekstur renyah di antara hiangan lembut nan manis yang kontras. Sebagian lagi menggunakan pistachio bubuk yang digiling halus sebagai topping. 

4. Menyeimbangkan rasa dessert yang dominan manis

ilustrasi turkish delight dengan pistachio (commons.wikimedia.org/Maurice Flesier)

Sudah menjadi rahasia umum bahwa dessert Timur Tengah umumnya bercita rasa manis dan aroma yang kuat. Rasa manis dari madu, gula, atau kurma yang berlebihan dapat membuat enek. Oleh sebab itu, sering dipadukan dengan kacang-kacangan dan rempah untuk menyeimbangkan rasanya.

Pistachio punya rasa yang halus, sedikit manis, dan lembut seperti mentega. Hal tersebut membuat kacang ini mudah dipadukan dengan aneka bahan tanpa menghilangkan karakter rasa aslinya. Rasanya menjadi pelengkap untuk dessert berbahan susu, tepung, maupun dengan tambahan rempah. 

5. Warnanya menggugah selera secara visual

ilustrasi baklava dengan topping pistachio (pexels.com/Jacob Yavin)

Satu lagi yang membuat pistachio istimewa dan sering digunakan dalam dessert Timur Tengah, yakni karena warna hijau alaminya. Pantas saja kalau sering digunakan sebagai topping baklava, kunafa, dan puding. Hijaunya cukup mencolok saat dipadukan dengan hidangan berwarna keemasan atau putih krem.

Kontras warna pada hidangan tersebut mampu menggugah selera dan membuat orang ingin mencicipinya. Selain itu, pistachio memberikan kesan mewah pada setiap sajian. Tidak heran jika tampilannya kerap menjadi daya tarik utama sebelum dessert disantap. 

Nah, sekarang kamu sudah tahu alasannya kenapa pistachio sering digunakan dalam dessert Timur Tengah. Bukan semata-mata karena ketersediaannya yang melimpah di wilayah tersebut, namun juga dipengaruhi budaya kuliner, rasa, tekstur, dan warna alaminya yang menggugah selera.


This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team