Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Tempe Disebut Superfood? Ini Faktanya!
ilustrasi tempe (commons.wikimedia.org/FotoosVanRobin)
  • Tempe disebut superfood karena kaya protein nabati, serat, serta berbagai nutrisi penting seperti zat besi dan magnesium yang membantu menjaga daya tahan tubuh dan energi harian.
  • Proses fermentasi pada tempe membuat nutrisinya lebih mudah diserap tubuh, mendukung kesehatan pencernaan, dan menjadikannya pilihan makanan sehat yang ramah bagi metabolisme.
  • Popularitas tempe meningkat hingga mancanegara berkat tren plant-based diet, sementara di dalam negeri mulai banyak inovasi menu kekinian yang membuatnya tetap relevan dan menarik bagi generasi muda.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Belakangan ini, istilah superfood makin ramai dibicarakan dan sering dikaitkan dengan makanan sehat berharga mahal yang sedang tren di media sosial. Tidak sedikit orang rela membeli chia seed, quinoa, atau kacang almon karena dianggap lebih bernutrisi dan cocok untuk gaya hidup sehat masa kini. Padahal, Indonesia juga punya makanan sederhana dengan kandungan gizi yang tidak kalah luar biasa, yaitu tempe

Sayangnya, karena terlalu sering ditemui sehari-hari, tempe justru kerap dipandang sebagai lauk biasa dan kurang menarik dibandingkan makanan sehat dari luar negeri. Meski tampilannya sederhana, tempe ternyata menyimpan banyak nutrisi penting yang baik untuk tubuh dan sudah diakui hingga mancanegara.

Lantas, kenapa tempe disebut superfood, ya? Nah, supaya gak lagi memandang sebelah mata makanan satu ini, kenali fakta dan manfaat tempe yang membuatnya layak disebut superfood berikut ini, yuk!


1. Tempe kaya protein, tetapi sering diremehkan

ilustrasi tempe yang sudah dipotong (vecteezy.com/Priyo Sanyoto)

Masih banyak orang memandang tempe sebagai lauk sederhana yang hampir selalu ada di meja makan rumah. Padahal, di tengah tren hidup sehat saat ini, makanan tinggi protein justru semakin diburu untuk membantu menjaga tubuh tetap fit dan berenergi. Menariknya, tempe memiliki kandungan protein nabati yang cukup tinggi, sehingga kerap dijadikan pilihan pengganti daging oleh sebagian orang. 

Bahkan, tidak sedikit pelaku diet atau orang yang rutin berolahraga mulai memasukkan tempe ke dalam menu harian mereka. Sayangnya, karena harganya murah dan mudah ditemukan, nilai gizinya sering kali kurang dihargai dibandingkan makanan impor. Dari sini terlihat bahwa makanan sehat sebenarnya tidak selalu mahal selama kandungan nutrisinya tetap baik bagi tubuh. 


2. Proses fermentasi membuat tempe mudah diserap tubuh

ilustrasi proses fermentasi tempe (commons.wikimedia.org/Sakurai Midori)

Masih banyak orang mengira tempe hanyalah kedelai biasa yang diolah, lalu dicetak menjadi lauk sehari-hari. Padahal, proses fermentasi pada tempe justru membuat kandungan nutrisinya lebih mudah dicerna dan dimanfaatkan oleh tubuh secara maksimal. Selain itu, fermentasi juga menghasilkan senyawa baik yang membantu menjaga kesehatan pencernaan sekaligus mendukung metabolisme tubuh tetap bekerja optimal. 

Oleh karena itu, banyak orang merasa lebih nyaman mengonsumsi tempe dibandingkan dengan olahan kacang lainnya yang kadang memicu rasa begah. Dalam kehidupan sehari-hari, tempe juga cukup fleksibel karena bisa diolah menjadi lauk rumahan, camilan, hingga menu modern kekinian. Proses sederhana inilah yang membuat tempe memiliki nilai lebih dan layak disebut sebagai salah satu superfood lokal. 


3. Tempe cocok untuk menjaga kesehatan pencernaan

ilustrasi perut kembung (freepik.com/katemangostar)

Belakangan ini, masalah pencernaan, seperti perut kembung atau susah buang air besar, semakin sering dialami banyak orang akibat pola makan yang kurang teratur. Tidak sedikit orang akhirnya mencari makanan sehat yang lebih ramah bagi sistem pencernaan sehari-hari. Tempe termasuk salah satu pilihan yang cukup baik karena mengandung serat dan hasil fermentasi yang membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di usus.

Jika dikonsumsi secara rutin bersama pola makan yang seimbang, tempe bisa membantu perut terasa lebih nyaman dan tubuh tidak mudah terasa penuh atau begah. Menariknya lagi, tempe juga mudah diolah menjadi berbagai hidangan sehingga tetap terasa nikmat meski disantap hampir setiap hari. Dari sini terlihat kalau menjaga kesehatan pencernaan sebenarnya tidak selalu rumit karena bisa dimulai dari makanan sederhana yang sudah akrab di meja makan sehari-hari.


4. Kandungan nutrisi tempe membantu menjaga kesehatan tubuh

ilustrasi tempe (vecteezy.com/Priyo Sanyoto)

Di tengah aktivitas yang padat, banyak orang mulai sadar akan pentingnya menjaga daya tahan tubuh melalui makanan bergizi. Sayangnya, masih ada anggapan bahwa makanan sehat harus mahal dan sulit didapat agar manfaatnya terasa maksimal. Tempe justru membuktikan hal sebaliknya karena mengandung berbagai nutrisi seperti protein, zat besi, magnesium, dan vitamin yang dibutuhkan tubuh. 

Berbagai nutrisi di dalam tempe membantu tubuh tetap fit sehingga aktivitas sehari-hari dapat dijalani tanpa mudah merasa lelah. Tidak heran kalau lauk sederhana ini sering jadi andalan di rumah karena mudah diolah, mengenyangkan, dan tetap kaya gizi. Lewat tempe, kita jadi sadar bahwa pola makan sehat sebenarnya tidak selalu rumit karena bisa dimulai dari makanan sederhana yang sudah dekat dengan keseharian masyarakat Indonesia.


5. Tempe mulai diakui hingga mancanegara

ilustrasi irids tempe (vecteezy.com/Artoniumw)

Bagi banyak orang Indonesia, tempe mungkin sudah terlalu akrab di meja makan sampai sering dianggap lauk sederhana sehari-hari. Menariknya, di luar negeri tempe justru semakin naik daun dan mulai dikenal sebagai salah satu makanan sehat berbasis nabati. Bahkan, banyak restoran hingga vegan café di berbagai negara kini menjadikan tempe sebagai menu andalan karena dinilai kaya nutrisi dan baik untuk kesehatan tubuh. 

Tren pola makan plant-based juga membuat tempe semakin dikenal sebagai sumber protein alternatif yang lebih ramah lingkungan. Ironisnya, ketika makanan lokal mulai diapresiasi dunia, sebagian masyarakat justru masih memandangnya sebelah mata. Padahal, popularitas tempe di tingkat global membuktikan kalau makanan tradisional Indonesia memiliki kualitas yang tidak kalah dari superfood modern lainnya.

6. Tempe mudah diolah jadi berbagai menu kekinian

ilustrasi sambal tempe (magnific.com/jcomp)

Tidak sedikit orang mulai merasa bosan dengan tempe karena olahannya dianggap itu-itu saja, seperti digoreng atau sekadar ditumis sederhana. Padahal, belakangan ini tempe semakin sering diolah menjadi menu modern yang tampil lebih menarik dan cocok dinikmati berbagai kalangan. Mulai dari burger tempe, salad sehat, rice bowl, sampai sambal tempe kekinian, kini banyak bermunculan di kafe hingga di konten kuliner di media sosial. 

Kreativitas dalam mengolah tempe membuat makanan ini terasa lebih fleksibel dan tidak monoton untuk dinikmati setiap hari. Selain lebih hemat, penggunaan tempe juga membantu orang tetap bisa makan sehat tanpa harus mengikuti tren makanan mahal. Dari perkembangan ini terlihat bahwa tempe bukan hanya makanan tradisional, tetapi juga bisa tetap relevan mengikuti gaya hidup masa kini. 

Dari makanan sederhana yang sering dianggap biasa, tempe justru membuktikan dirinya sebagai sumber nutrisi yang layak disebut superfood. Semakin banyak cara kreatif mengolahnya, semakin terlihat kalau tempe bisa mengikuti tren tanpa kehilangan identitasnya sebagai makanan lokal. Jadi, gak ada salahnya mulai memberi tempat lebih untuk tempe di meja makan sehari-hari karena manfaatnya jelas bukan main-main. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team