Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Warna Kuning Telur Bisa Berbeda? Ini Penyebabnya!
ilustrasi telur ayam (freepik.com/jcomp)
  • Warna kuning telur dipengaruhi oleh pakan ayam dan cara pemeliharaannya, bukan semata-mata penanda kualitas atau kandungan gizi yang lebih tinggi.
  • Kuning telur oranye cerah belum tentu lebih bergizi; kesegaran dan cara penyimpanan justru lebih menentukan kualitas telur untuk dikonsumsi.
  • Banyak konsumen terpengaruh tampilan visual telur di media sosial, padahal faktor kebersihan, aroma, dan nutrisi jauh lebih penting diperhatikan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernahkah kamu memecahkan telur, lalu sadar kalau warna kuning telurnya ternyata gak selalu sama? Kadang terlihat pucat kekuningan, tapi di lain waktu bisa juga tampak oranye cerah yang langsung bikin kelihatan lebih menggoda. Banyak orang mengira kuning telur yang lebih pekat pasti lebih sehat dan lebih bergizi.

Padahal, kenyataannya warna tersebut dipengaruhi oleh banyak hal, terutama oleh apa yang dimakan ayam dan bagaimana cara mereka dipelihara. Sayangnya, informasi ini belum banyak diketahui, jadi wajar kalau masih sering terjadi salah paham saat memilih telur di pasaran. Nah, biar kamu gak ikut salah kaprah, kenali dulu apa saja yang bikin warna kuning telur bisa berbeda-beda melalui ulasan berikut ini!

1. Warna kuning telur banyak dipengaruhi pakan ayam

ilustrasi kuning telur (vecteezy.com/Chot Studio)

Banyak orang mengira warna kuning telur sepenuhnya ditentukan oleh kualitas telurnya. Padahal, faktor terbesar yang memengaruhi warna tersebut justru berasal dari makanan yang dikonsumsi ayam setiap hari. Ayam yang mendapatkan pakan kaya pigmen alami, seperti jagung, wortel, atau daun hijau, biasanya menghasilkan kuning telur yang lebih oranye. 

Sebaliknya, ayam yang mengonsumsi pakan yang kandungan pigmen alaminya lebih rendah biasanya menghasilkan warna kuning yang lebih pucat. Perbedaan ini sering membuat banyak orang terburu-buru menilai kualitas telur hanya berdasarkan warnanya tanpa memahami penyebab di baliknya. Karena itu, warna kuning telur bukan satu-satunya penentu kualitas karena kandungan gizi dan kesegarannya juga perlu diperhatikan. 


2. Kuning telur oranye belum tentu lebih bergizi

Ilustrasi memisahkan kuning telur (vecteezy.com/ Mateusz Feliksik)

Saat melihat kuning telur berwarna cerah, banyak orang langsung menganggap kandungan gizinya pasti lebih tinggi. Anggapan ini memang cukup populer karena warna yang pekat sering dikaitkan dengan telur yang lebih sehat dan alami. Padahal, warna kuning telur tidak selalu menunjukkan jumlah protein atau kandungan nutrisi secara keseluruhan. 

Faktanya, kuning telur yang tampak pucat tetap bisa mengandung nutrisi yang baik dan layak dikonsumsi sehari-hari. Terlalu terpaku pada warna justru membuat banyak orang lupa memperhatikan hal penting lain, seperti kesegaran telur dan cara penyimpanannya. Itulah kenapa memahami penyebab warna kuning pada telur bisa berbeda jauh lebih penting daripada hanya menilai kualitasnya dari penampilan semata. 

3. Cara pemeliharaan ayam juga berpengaruh

ilustrasi hewan ternak ayam (pexels.com/magda-ehlers)

Selain pakan, lingkungan tempat ayam dipelihara ikut memengaruhi kualitas telur yang dihasilkan. Ayam yang dibiarkan mencari makan sendiri biasanya mengonsumsi lebih banyak serangga dan tumbuhan alami yang kaya pigmen. Kondisi tersebut dapat membuat warna kuning telurnya terlihat lebih pekat dibandingkan dengan ayam ternak biasa. 

Kondisi seperti ini cukup sering terlihat pada telur ayam kampung yang biasanya memiliki warna kuning telur lebih pekat yang cenderung oranye. Meski begitu, hal tersebut bukan berarti telur dari peternakan modern otomatis kalah kualitas atau kurang sehat untuk dikonsumsi. Selama ayam mendapatkan asupan nutrisi yang seimbang dan dirawat dengan baik, telur yang dihasilkan tetap memiliki kandungan gizi yang baik untuk tubuh.


4. Warna kuning telur bisa berubah tergantung jenis pakan

ilustrasi biji rami (pixabay.com/balouriarajesh)

Tidak banyak yang tahu kalau warna kuning telur sebenarnya bisa berubah dalam waktu tertentu. Ketika jenis pakan ayam diganti, warna kuning telur yang dihasilkan juga dapat ikut berubah secara bertahap. Misalnya, ayam yang awalnya diberi pakan biasa lalu mendapat tambahan jagung akan menghasilkan warna kuning yang lebih cerah. 

Perubahan ini sering membuat banyak orang merasa bahwa telur yang dibeli memiliki kualitas yang jauh berbeda. Padahal, perubahan warna kuning telur merupakan hal wajar yang bisa terjadi akibat variasi pakan dan pola pemeliharaan ayam. Itulah sebabnya warna kuning telur tidak selalu sama setiap saat dan tidak bisa dijadikan satu-satunya penentu kualitas telur. 


5. Kesegaran telur lebih penting daripada warnanya

ilustrasi membeli telur ayam (freepik.com/freepik)

Tidak sedikit orang yang lebih memperhatikan warna kuning telur dibandingkan dengan kondisi kesegarannya saat membeli telur. Padahal, telur yang masih segar umumnya memiliki putih telur yang lebih padat dan kuning telur yang tetap bulat saat dipecahkan. Sebaliknya, telur yang disimpan terlalu lama bisa mengalami penurunan kualitas meski warna kuning telur masih tampak cerah dan menggoda. 

Kondisi ini cukup sering terjadi saat seseorang membeli telur dalam jumlah banyak lalu menyimpannya terlalu lama di rumah. Akibatnya, telur yang tampak bagus dari luar belum tentu memiliki kualitas terbaik saat dimasak. Supaya lebih aman, biasakan memeriksa tanggal penyimpanannya dan kondisi telur sebelum dikonsumsi. 


6. Konsumen sering terpengaruh tampilan visual telur

ilustrasi mengocok telur (freepik.com/freepik)

Di media sosial, telur dengan kuning telur berwarna oranye cerah sering terlihat lebih menarik dan dianggap memiliki kualitas yang lebih baik. Tidak sedikit konten memasak yang menampilkan warna kuning telur pekat sehingga membuat banyak orang mulai menjadikannya sebagai standar telur “bagus”. Akibatnya, banyak konsumen akhirnya lebih fokus pada tampilan visual telur dibandingkan dengan mencari tahu kandungan gizi dan kualitas sebenarnya. 

Kebiasaan ini membuat sebagian orang rela membayar lebih mahal hanya karena warna kuning telurnya terlihat lebih cantik. Padahal, kualitas telur tetap perlu dilihat dari banyak aspek lain seperti kebersihan, aroma, dan cara penyimpanannya. Dengan memahami fakta ini, kamu bisa lebih bijak saat memilih telur untuk kebutuhan sehari-hari. 

Warna kuning telur memang bisa menarik perhatian, tetapi bukan satu-satunya tolok ukur kualitas yang sebenarnya. Memahami faktor di balik perbedaan warna ini membantu kita jadi lebih bijak dalam memilih dan mengonsumsi telur sehari-hari. Jadi, sebelum terpaku pada tampilan, ada baiknya kita melihat lebih jauh apa yang benar-benar penting untuk kesehatan. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team