Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi okra samgyeopsal di Gimbap and Onigiri
ilustrasi okra samgyeopsal di Gimbap and Onigiri (dok. Netflix/Gimbap and Onigiri)

Intinya sih...

  • Pajeon dengan natto: Pajeon gurih dari daun bawang Korea dicampur dengan natto Jepang, namun rasanya cukup aneh dan aroma kuat.

  • Bibimguksu dengan rumput laut mekabu: Mi Korea pedas disajikan kering dengan rumput laut mekabu, namun perpaduannya kurang cocok dan dapat membuat tidak nyaman ditenggorokan.

  • Okra samgyeopsal: Okra dibalut dengan samgyeopsal babi dan disantap dalam satu hingga dua gigitan, menjadi menu baru di Restoran Tanomi yang simpel tapi menarik.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Gimbap and Onigiri (2026) merupakan drama Jepang-Korea yang tayang perdana pada 12 Januari 2026 di Netflix dan saluran TV Jepang. Dari judulnya saja sudah dapat ditebak bahwa drama tersebut tidak lepas dari kekayaan kuliner kedua negara. Yap, tokoh utamanya yang bernama Hase Taiga (Eiji Akaso) bekerja di restoran kecil bernama Tanomi.

Setelah 3 tahun bekerja, ia ditantang oleh sang pemilik untuk membuat menu musiman yang baru. Pertemuan dengan mahasiswa asal Korea Selatan yang sedang kuliah di Jepang, Park Rin (Kang Hyewon), menginspirasinya untuk membuat makanan fusion sebagai menu baru.

Kira-kira, apa saja makanan fusion Jepang-Korea yang dibuat Taiga dalam drama Gimbap and Onigiri Eposode 1? Yuk, cari tahu melalui artikel!

1. Pajeon dengan natto

ilustrasi pajeon dengan natto di Gimbap and Onigiri (dok. Netflix/Gimbap and Onigiri)

Awalnya, Taiga menunjukkan tekstur lengket dan berlendir dari irisan okra. Park Rin sebagai orang Korea tidak terbiasa dengan tekstur makanan seperti itu. Alhasil, ia menantang Taiga untuk membuat hidangan yang cocok untuk lidah orang Korea.

Percobaan pertama, Taiga membuat pajeon dengan natto. Pajeon merupakan panekuk gurih dari daun bawang khas Korea. Bahan dasarnya berupa daun bawang, tepung terigu, tepung beras, dan telur.

Kemudian dicampur dengan natto khas Jepang yang sering disantap dengan nasi. Natto terbuat dari kedelai fermentasi bakteri Bacillus subtilis, yang membuat teksturnya lengket. Aromanya cukup kuat dan menyengat.

Bahan-bahan pajeon dicampur dengan natto, setelah itu disajikan bersama saus. Kreativitasnya patut diakui, tetapi rasanya cukup aneh. Terlebih aroma dan rasa daun bawang serta natto yang sama-sama kuat.

2. Bibimguksu dengan rumput laut mekabu

ilustrasi bibimguksu dengan rumput laut mekabu di Gimbap and Onigiri (dok. Netflix/Gimbap and Onigiri)

Tidak menyerah begitu saja, Taiga membuat hidangan berikutnya berupa bibimguksu dengan rumput laut mekabu. Bibimguksu adalah mi Korea yang disajikan dengan saus pedas, potongan telur, timun, dan selada di atasnya. Saus pedasnya terbuat dari pasta cabai merah, bubuk cabai, dan buah-buahan.

Sedangkan mekabu merupakan bagian dekat akar pada jenis rumput laut wakame. Teksturnya sedikit lengket dan kenyal, dipercaya kaya akan mineral serta serat. Rasanya umami, biasanya disajikan dengan nasi atau salad.

Perpaduan antara bibimguksu yang pedas dengan rumput laut mekabu tampaknya kurang cocok. Selain itu, dapat membuat tidak nyaman ditenggorokan, karena bibimguksu disajikan kering. Ada pun makanan Jepang yang hampir mirip, yakni soba atau udon dengan konsistensi kuah light disajikan bersama rumput laut mekabu, umumnya dijumpai di daerah pesisir. 

3. Okra samgyeopsal

ilustrasi okra samgyeopsal di Gimbap and Onigiri (dok. Netflix/Gimbap and Onigiri)

Percobaan terakhir adalah okra samgyeopsal. Hidangan ini lebih praktis dan cocok untuk camilan. Perlu diketahui bahwa samgyeopsal merupakan potongan daging tanpa tulang dari bagian perut babi, yang menampilkan lapisan daging dan lemak secara bergantian.

Okra atau okura dalam ejaan bahasa Jepang termasuk jenis sayuran yang mirip oyong, tetapi ukurannya kecil. Meski bukan tanaman asli Negeri Sakura, tetapi telah menjadi bahan pokok di sana. Biasanya disajikan sebagai salad atau direbus bersama sayur lainnya.

Okra utuh dibalut dengan samgyeopsal. Alih-alih menjadi saus cocolan, ssamjang dituangkan langsung saat menggoreng okra samgyeopsal dan dibiarkan hingga meresap. Okra samgyeopsal yang berukuran cukup kecil dapat disantap dama satu hingga dua gigitan.

Makanan fusion Jepang-Korea inilah yang akhirnya akan menjadi menu baru di Restoran Tanomi. Visualnya simpel tapi tetap menarik dan rasanya dapat dinikmati. Sedikit catatan dari sang pemilik, untuk mengurangi tingkat kepedasannya agar sesuai dengan lidah para pelanggan yang mayoritas orang Jepang.

Ternyata, bikin hidangan fusion tidak mudah, ya. Jepang dan Korea Selatan memang berdekatan serta puya budaya kuliner yang hampir mirip. Namun, soal cita rasa dan selera berbeda, sehingga membutuhkan usaha ekstra agar dapat dinikmati bersama. Tertarik mencoba salah satunya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team