ilustrasi ketupat (commons.wikimedia.org/M Joko Apriyo Putro)
Di banyak daerah, membuat ketupat menjelang Lebaran sering dilakukan bersama keluarga. Proses menganyam janur biasanya dilakukan sehari sebelum hari raya, lalu ketupat direbus dalam panci besar selama beberapa jam. Kegiatan ini sering menjadi momen berkumpul karena anggota keluarga saling membantu menyiapkan hidangan Lebaran. Tidak sedikit orang yang belajar menganyam ketupat dari orang tua atau nenek di rumah.
Setelah matang, ketupat biasanya dipotong kecil lalu disajikan bersama berbagai lauk khas seperti opor ayam, rendang, atau sayur labu. Teksturnya yang padat membuat ketupat mudah menyerap kuah sehingga rasanya semakin gurih. Di beberapa daerah, ketupat juga disajikan dengan sate atau gado-gado sehingga fungsinya tidak terbatas pada menu Lebaran saja. Kebiasaan tersebut menunjukkan bahwa ketupat telah berkembang menjadi bagian penting dari tradisi kuliner Indonesia.
Ketupat bukan sekadar makanan pengganti nasi saat Lebaran. Anyaman janur, bentuknya yang khas, hingga cerita budaya di baliknya menjadikan ketupat sebagai salah satu hidangan paling ikonik dalam tradisi kuliner Nusantara. Setelah mengetahui asal-usul dan makna di balik bentuk anyamannya, masihkah ketupat terasa seperti makanan Lebaran yang biasa saja?