Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mengenal Precision Fermentation, Teknologi Pangan di Masa Depan
ilustrasi makanan fermentasi (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)

Precision fermentation atau fermentasi presisi adalah teknologi bioteknologi mutakhir yang menggunakan mikroorganisme seperti bakteri, jamur, dan ragi untuk memproduksi bahan pangan spesifik. Melalui rekayasa genetika, mikroba ini diprogram untuk menghasilkan senyawa seperti protein, lemak, dan enzim yang secara molekuler identik dengan hasil peternakan tradisional.

Keunggulan utama dari proses ini terletak pada efisiensi dan keberlanjutannya yang jauh lebih tinggi dibandingkan pertanian konvensional. Karena diproduksi dalam lingkungan terkontrol, hasil dari fermentasi presisi gak hanya ramah lingkungan tetapi juga bebas dari kolesterol atau hormon tambahan. Berikut penjelasan lebih lanjut tentang precision fermentation.

1. Mengenal apa itu precision fermentation

ilustrasi makanan fermentasi (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)

Secara definisi, precision fermentation adalah teknologi bioteknologi mutakhir yang menggunakan mikroorganisme seperti bakteri, jamur, atau ragi yang telah direkayasa secara genetik untuk memproduksi bahan pangan atau senyawa spesifik. Senyawa yang dihasilkan bisa berupa protein, lemak, hingga enzim tertentu.

Bedanya dengan fermentasi tradisional adalah pada tingkat ketelitiannya. Kalau fermentasi biasa menggunakan mikroba untuk mengubah tekstur atau rasa bahan pangan (seperti ragi mengubah gandum jadi roti), fermentasi presisi menggunakan mikroba sebagai "pabrik kecil".

Mikroba ini diprogram ulang secara genetik agar bisa memproduksi molekul yang kita inginkan secara spesifik. Hasilnya? Produk yang secara molekuler identik dengan hasil peternakan atau pertanian tradisional, namun dibuat di dalam laboratorium atau tangki fermentasi.

2. Cara kerja yang mirip pabrik biologi"

ilustrasi makanan fermentasi (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)

Kamu mungkin bingung, bagaimana bisa ragi menghasilkan protein susu? Rahasianya ada pada kode genetik. Para ilmuwan mengambil urutan DNA yang menginstruksikan pembuatan protein tertentu (misalnya kasein pada susu sapi) dan memasukkannya ke dalam mikroorganisme seperti ragi.

Setelah ragi tersebut memiliki "instruksi" baru, mereka dimasukkan ke dalam tangki fermentasi yang berisi nutrisi dan gula. Di dalam sana, ragi akan mulai bekerja memproduksi protein yang diperintahkan tadi. Setelah proses selesai, protein tersebut dipisahkan dari mikroorganismenya dan dimurnikan. Hasil akhirnya adalah protein murni yang strukturnya sama persis dengan yang ada di tubuh hewan, tapi tidak ada satu pun hewan yang disakiti dalam prosesnya. Keren banget, kan?

3. Jauh lebih efisien dan berkelanjutan

ilustrasi makanan fermentasi (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)

Salah satu alasan mengapa teknologi ini sangat diunggulkan adalah faktor keberlanjutannya. Apakah kamu tahu kalau peternakan konvensional membutuhkan lahan yang luas, air yang sangat banyak, dan menghasilkan emisi gas rumah kaca yang tinggi? Precision fermentation hadir sebagai solusi yang jauh lebih ramah lingkungan.

Karena dilakukan dalam tangki tertutup, proses ini membutuhkan lahan yang jauh lebih kecil dan air yang lebih sedikit dibandingkan memelihara ribuan ekor sapi. Selain itu, tidak ada limbah kotoran hewan atau emisi metana yang besar. Ini adalah cara memproduksi protein yang sangat efisien untuk memenuhi kebutuhan pangan populasi dunia yang terus bertambah tanpa merusak planet bumi. Jadi, kamu bisa menikmati makanan enak tanpa rasa bersalah terhadap lingkungan.

4. Produk yang dihasilkan dan keamanannya

ilustrasi makanan fermentasi (pexels.com/Anna Shvets)

Mungkin kamu bertanya-tanya, apakah hasilnya aman dan rasanya enak? Jawabannya: Ya! Produk dari fermentasi presisi bukan sekadar "pengganti" yang rasanya mirip, tapi secara kimiawi memang barang yang sama. Contohnya adalah es krim yang dibuat dari protein susu hasil fermentasi presisi. Tekstur, rasa, dan cara melelehnya akan sama persis dengan es krim susu sapi karena proteinnya memang identik secara molekuler.

Selain itu, produk ini bisa dibuat lebih sehat. Karena prosesnya terkontrol secara presisi di laboratorium, produsen bisa menghilangkan komponen yang gak diinginkan, seperti kolesterol, laktosa, atau hormon pertumbuhan yang sering ditemukan pada produk hewani konvensional. Jadi, buat kamu yang punya intoleransi laktosa tapi tetap ingin menikmati susu sapi asli, teknologi ini adalah jawaban yang paling ditunggu-tunggu.

Itulah penjelasan mengenai apa itu precision fermentation. Meskipun teknologinya terdengar sangat teknis, tujuannya sangat mulia: memberikan kita makanan yang lezat, sehat, dan ramah lingkungan. Di masa depan, jangan kaget ya kalau produk di rak supermarket kamu sudah banyak yang berlabel hasil fermentasi presisi!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team