ilustrasi menumis daging (pexels.com/ Collab Media)
Menumis sering dianggap kalah sehat dibandingkan dengan merebus atau mengukus karena memakai minyak. Padahal, teknik tumis cepat dengan api sedang justru bisa menjaga tekstur dan kandungan protein daging tetap baik jika dilakukan dengan benar. Kuncinya terletak pada durasi memasak yang singkat sehingga permukaan daging matang tanpa kehilangan terlalu banyak cairan alami. Cara ini juga membuat daging tidak terlalu alot karena seratnya tidak terkena panas terlalu lama.
Jenis minyak yang dipakai ikut menentukan hasil akhir masakan. Minyak dengan titik asap tinggi seperti minyak canola atau minyak alpukat lebih stabil saat dipanaskan dibandingkan dengan minyak yang mudah gosong. Selain itu, penggunaan wajan panas membantu daging cepat matang tanpa harus memakai minyak dalam jumlah besar. Banyak orang memasak tumisan terlalu lama sampai bumbu mengering dan warna daging berubah gelap, padahal kondisi itu justru membuat tekstur menjadi keras. Jika dilakukan dengan tepat, tumisan sederhana bisa tetap terasa ringan dan lebih bersahabat untuk kesehatan dibandingkan dengan gorengan tepung yang berminyak.
Mengolah daging sapi dengan cara yang tepat dapat membantu tubuh menerima manfaat proteinnya tanpa tambahan lemak dan kalori berlebihan. Metode memasak yang tepat ternyata punya pengaruh besar terhadap rasa, tekstur, sekaligus kualitas gizi dari daging kurban yang dikonsumsi sehari-hari. Setelah mengetahui beberapa metode memasak yang paling sehat untuk daging kurban, kira-kira metode nomor berapa yang paling sering kamu pakai selama ini?
Referensi
"Healthy Ways to Process Qurbani Meat." Human Initiative. Diakses pada Mei 2026
"Tough Qurban Meat? Try These Natural Tips and Cooking Techniques from Nutrition Science Lecturer at IPB University." IPB University. Diakses pada Mei 2026
"Handling and cooking your Qurbani safely." Agriculture and Horticulture Development Board. Diakses pada Mei 2026