Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Nanas atau Pepaya, Mana yang Lebih Ampuh Empukkan Daging Kambing?
ilustrasi daging kurban (vecteezy.com/syech imam Al Kautsar)

Daging kurban sering langsung diolah menjadi sate, gulai, tongseng, sampai kambing bakar saat Iduladha tiba. Masalahnya, banyak orang masih bingung memilih bahan alami yang paling cocok untuk membuat tekstur daging kambing lebih empuk tanpa mengubah rasa masakan.

Nanas dan daun pepaya menjadi dua bahan yang paling sering dipakai di dapur karena mudah ditemukan dan cara penggunaannya cukup praktis. Meski sama-sama populer, hasil akhir yang diberikan ternyata bisa berbeda tergantung jenis masakan yang dibuat. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih nanas atau daun pepaya untuk mengolah daging kambing di rumah.

1. Nanas membuat sate kambing lebih cepat empuk

ilustrasi nanas (vecteezy.com/Bigc Studio)

Nanas lebih sering dipakai untuk olahan sate kambing karena bikin proses mengempukkan daging lebih cepat dan praktis. Banyak penjual sate hanya melumuri daging dengan parutan nanas beberapa menit sebelum dibakar supaya teksturnya tidak keras saat digigit. Cara ini cocok untuk potongan daging kecil yang langsung dimasak di atas bara api. Aroma nanas juga membantu mengurangi bau kambing yang terlalu tajam, terutama pada daging yang baru dipotong.

Meski begitu, nanas tidak perlu dipakai terlalu banyak karena tekstur daging bisa berubah terlalu lembek. Sate kambing justru kurang nikmat jika serat dagingnya terlalu hancur saat dibakar. Karena itu, nanas biasanya hanya digunakan tipis-tipis lalu segera dibersihkan sebelum daging dibumbui. Hasil akhirnya membuat sate tetap terasa empuk, tetapi masih padat saat dikunyah.

2. Daun pepaya lebih cocok untuk gulai dan tongseng

ilustrasi daun pepaya (vecteezy.com/Onyengradar)

Daun pepaya sering dipakai untuk olahan kambing berkuah karena hasil empuknya lebih pelan dan merata. Cara yang paling umum dilakukan ialah membungkus daging menggunakan remasan daun pepaya sebelum dimasak. Banyak orang memilih cara ini karena praktis dan tidak membuat rasa kambing berubah terlalu tajam. Selain itu, daun pepaya juga lebih cocok untuk potongan daging berukuran besar.

Daging yang dibungkus daun pepaya biasanya tetap padat meski dimasak lama bersama santan dan rempah. Hal ini penting untuk gulai atau tongseng karena tekstur daging tetap terasa utuh saat diaduk dan disajikan. Aroma kuah juga tetap gurih tanpa tambahan rasa asam seperti saat memakai nanas. Karena itu, daun pepaya lebih sering dipilih untuk masakan kambing rumahan yang dimasak perlahan.

3. Cara memakai bahan pengempuk menentukan rasa masakan

ilustrasi nanas parut (vecteezy.com/Claudio Caridi)

Kesalahan yang sering terjadi bukan pada pilihan bahannya, melainkan cara penggunaannya. Banyak orang merendam daging terlalu lama sampai teksturnya berubah lembek dan rasa aslinya ikut berkurang. Padahal, daging kambing cukup didiamkan sebentar sebelum masuk ke proses memasak berikutnya. Penggunaan yang pas justru membuat daging terasa lebih enak tanpa menghilangkan karakter khasnya.

Jika memakai nanas, lumuri tipis saja lalu diamkan beberapa menit sebelum dicuci bersih. Sementara itu, daun pepaya cukup diremas sampai layu lalu dipakai membungkus daging sekitar 20 sampai 30 menit. Setelah proses pengempukan selesai, daging sebaiknya langsung dimasak agar hasilnya tetap segar. Cara sederhana seperti ini sering dianggap sepele, padahal cukup berpengaruh pada hasil akhir masakan.

4. Potongan daging menentukan bahan yang lebih cocok dipakai

ilustrasi potongan daging (vecteezy.com/Adilson Sochodolak)

Ukuran potongan daging ternyata ikut menentukan bahan pengempuk yang paling pas digunakan. Untuk sate atau kambing goreng, potongan kecil lebih cocok memakai nanas karena prosesnya cepat dan hasilnya langsung terasa saat dimasak. Daging kecil yang terlalu lama terkena nanas justru mudah hancur ketika dibakar atau ditusuk. Karena itu, prosesnya harus singkat dan tidak berlebihan.

Sementara itu, potongan besar untuk gulai atau tengkleng lebih cocok memakai daun pepaya. Daging tetap bisa empuk tanpa kehilangan bentuk selama dimasak dalam waktu lama. Hal ini membuat tampilan masakan tetap menarik ketika disajikan di meja makan. Tekstur seperti ini juga lebih nyaman dimakan karena daging tidak terasa pecah saat disendok bersama kuah.

5. Bumbu masakan ikut memengaruhi pilihan bahan pengempuk

ilustrasi tongseng (vecteezy.com/Rima Arfianasari)

Masakan kambing dengan bumbu kuat biasanya lebih cocok memakai daun pepaya karena rasa rempahnya tetap menonjol. Gulai, kari, dan tongseng membutuhkan kuah yang kaya bumbu sehingga rasa tambahan dari bahan pengempuk sebaiknya tidak terlalu terasa. Daun pepaya menjadi pilihan aman karena hanya membantu membuat daging lebih lunak tanpa mengubah rasa kuah. Hasil akhirnya tetap gurih dengan aroma rempah yang kuat.

Berbeda dengan sate atau kambing bakar yang memakai bumbu lebih sederhana, nanas justru bisa membantu memberi rasa segar pada daging. Aroma bakaran juga terasa lebih ringan saat dipadukan dengan nanas dalam jumlah pas. Karena itu, pilihan bahan pengempuk sebenarnya bisa disesuaikan lagi dengan jenis masakan yang ingin dibuat. Cara seperti ini membuat hasil masakan terasa lebih seimbang dan tidak asal empuk saja.

Daging kurban bisa terasa lebih nikmat jika bahan pengempuknya disesuaikan dengan jenis masakan yang ingin dibuat. Nanas cocok untuk olahan cepat seperti sate, sedangkan daun pepaya lebih pas untuk gulai dan tongseng yang dimasak lebih lama. Kalau di rumah, lebih sering mengolah daging kambing jadi sate atau gulai?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team