Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Perbedaan Opor Kuning dan Opor Putih yang Harus Kamu Tahu!
ilustrasi opor kuning (pexels.com/Juan Anatama)
  • Opor kuning memakai kunyit sebagai bumbu utama yang memberi warna cerah, aroma tajam, dan rasa lebih kompleks dibanding opor putih yang tanpa kunyit.
  • Secara tampilan, opor kuning berwarna kuning keemasan dan terkesan meriah, sedangkan opor putih berwarna putih krem dengan kesan bersih serta klasik.
  • Dari segi rasa, opor kuning terasa kuat dan berbumbu pekat, sementara opor putih lebih gurih lembut dengan dominasi santan dan kemiri yang creamy.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Siapa yang bisa menolak godaan semangkuk opor hangat, apalagi saat momen Lebaran atau kumpul keluarga tiba? Hidangan berbahan dasar santan dan ayam ini memang menjadi primadona kuliner Nusantara. Namun, pernahkah kamu merasa bingung saat melihat ada dua versi opor yang sering muncul di meja makan, yakni yang berwarna kuning cerah dan berwarna putih pucat?

Meski sama-sama menyandang nama "opor", keduanya memiliki karakteristik yang berbeda, lho. Memahami perbedaan ini tidak hanya menambah wawasan kuliner, tetapi juga membantumu menentukan mana yang paling cocok dengan selera lidah keluarga. Agar tidak keliru lagi, simak beberapa perbedaan opor kuning dan opor putih berikut ini!

1. Penggunaan rempah utama (kunyit)

ilustrasi opor (pexels.com/Nunun Dy)

Perbedaan paling mendasar yang memisahkan kedua jenis opor ini adalah keberadaan kunyit. Opor kuning menggunakan kunyit sebagai salah satu bumbu halusnya. Kunyit tidak hanya memberikan warna, tetapi juga berfungsi sebagai pengawet alami dan penghilang aroma amis pada ayam.

Sebaliknya, opor putih sama sekali tidak menggunakan kunyit dalam racikan bumbunya. Resep opor putih lebih mengandalkan perpaduan kemiri, ketumbar, dan jintan untuk menciptakan bumbu yang medok. Karena tidak ada kunyit, proses pengolahan opor putih biasanya menuntut kebersihan bahan yang lebih ekstra agar aroma asli santan tetap segar dan tidak terganggu bau sisa air cucian daging.

2. Tampilan visual dan warna kuah

ilustrasi opor ayam (pexels.com/8pCarlos Morocho)

Secara kasatmata, kamu tentu bisa langsung membedakan keduanya dari warna kuahnya. Opor kuning memiliki tampilan yang lebih mencolok dan menggugah selera dengan warna kuning keemasan yang cerah. Warna ini sering kali dianggap lebih "meriah", sehingga banyak dipilih untuk hidangan hari raya yang penuh sukacita.

Di sisi lain, opor putih memiliki kuah yang berwarna putih susu atau sedikit krem. Tampilannya terlihat lebih bersih dan elegan. Meskipun warnanya pucat, jangan salah sangka, tampilannya yang sederhana justru menyimpan kekayaan bumbu rempah yang sangat kuat di dalamnya. Bagi sebagian orang, opor putih memberikan kesan hidangan rumahan yang sangat autentik dan klasik.

3. Profil rasa dan tekanan aroma

ilustrasi opor ayam (pexels.com/Đậu Photograph)

Bicara soal rasa, opor kuning cenderung memiliki cita rasa yang lebih kompleks dan "berani". Kehadiran kunyit memberikan sentuhan rasa sedikit earthy dan aroma yang tajam. Opor jenis ini sangat cocok bagi kamu yang menyukai masakan dengan bumbu yang terasa kuat meresap hingga ke tulang ayam.

Sementara itu, opor putih menawarkan profil rasa yang lebih gurih, lembut, dan creamy. Karena tidak ada aroma kunyit yang dominan, rasa manis alami dari santan dan gurihnya kemiri jauh lebih menonjol. Opor putih sering kali dianggap lebih ringan di tenggorokan, sehingga banyak orang tidak merasa cepat enek saat menyantapnya dalam porsi yang cukup banyak.

4. Tekstur dan kesan saat disantap

ilustrasi opor ayam (pexels.com/Gu Ko)

Opor kuning biasanya memiliki tekstur kuah yang terasa sedikit lebih "berat" karena campuran bumbu kuning yang beragam. Ini membuatnya sangat cocok disandingkan dengan sambal goreng ati atau rendang yang juga berbumbu kuat. Perpaduan warnanya akan terlihat sangat cantik di piring saat dicampur dengan nasi putih atau ketupat.

Opor putih sering kali disukai karena kesan kelembutannya. Teksturnya yang gurih tanpa gangguan rasa rempah yang terlalu getir membuatnya sangat ramah di lidah, bahkan untuk anak-anak sekalipun. Jika kamu mencari hidangan yang nyaman di perut (comfort food), opor putih adalah pilihan yang tepat.

Itulah penjelasan lengkap mengenai perbedaan opor kuning dan putih. Keduanya sama-sama lezat dan memiliki penggemar setianya masing-masing. Jadi, apakah kamu tim opor kuning yang berani atau tim opor putih yang lembut? Apapun pilihannya, pastikan bumbunya meresap sempurna agar momen makan bersama jadi lebih istimewa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team