Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Tips Menyimpan Keripik Bawang agar Tetap Kriuk dan Bebas Bau Tengik
ilustrasi keripik bawang (pexels.com/Ham Chitnupong)
  • Artikel ini membahas lima cara efektif menyimpan keripik bawang agar tetap renyah, gurih, dan bebas bau tengik hingga momen lebaran tiba.
  • Langkah pentingnya meliputi penggunaan wadah kedap udara, memastikan keripik benar-benar dingin sebelum disimpan, serta menambahkan silica gel untuk mengontrol kelembapan.
  • Penyimpanan di tempat sejuk dan kering atau menggunakan plastik ziplock vakum juga direkomendasikan agar kualitas keripik tetap terjaga lebih lama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Keripik bawang adalah salah satu suguhan gurih yang sering menghiasi banyak meja di perayaan hari raya Idul Fitri. Teksturnya yang renyah, cita rasanya yang gurih, dan aromanya yang harum membuat camilan ini menjadi favorit di kalangan semua usia.

Tapi, tidak jarang juga masih ada beberapa orang yang gagal dalam menyimpan keripik bawang sehingga teksturnya jadi lebih cepat melempem dan tengik setelah beberapa hari disimpan. Nah, agar keripik bawang buatanmu terhindar dari hal-hal tersebut dan tetap awet sampai lebaran, kamu wajib mengikuti 5 tips yang dibagikan dalam artikel ini. Yuk, simak tips selengkapnya di bawah ini ya!

1. Simpan dalam wadah kedap udara dengan tutup rapat

ilustrasi wadah kedap udara (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Agar keripik bawang buatanmu tetap renyah dan awet, kamu wajib menyimpannya dalam wadah kedap udara. Ini merupakah langkah yang paling utama untuk menjaga kualitasnya agar tidak menurun drastis. Kamu bisa menggunakan toples kaca atau plastik yang memiliki tutup rapat agar udara luar tidak mudah masuk ke dalam wadah.

Udara yang masuk ke dalam wadah dapat membawa kelembapan yang membuat keripik cepat melempem. Selain itu, paparan oksigen juga dapat mempercepat proses oksidasi pada minyak yang terserap di dalam keripik. Pastikan wadah kedap udara milikmu telah dilengkapi dengan karet di area penutupnya dan pengunci di bagian kanan serta kirinya agar lebih aman.

2. Pastikan keripik benar-benar dingin sebelum disimpan dalam toples

ilustrasi meniriskan keripik bawang (pexels.com/Francesco Paggiaro)

Karena pembuatan keripik bawang melalui proses penggorengan, pastikan keripik sudah benar-benar dingin sebelum dimasukkan dalam wadah atau toples. Selalu tiriskan keripik setelah diangkat dari penggoregan dan diamkan keripik di atas piring datar pada suhu ruang hingga panasnya hilang sepenuhnya.

Cara ini sangat penting untuk dilakukan agar tidak ada sisa uap panas dari proses penggorengan yang ikut terperangkat saat keripik disimpan dalam toples. Jika kamu dengan sengaja memasukkan keripik yang masih hangat ke dalam wadah kedap udara, maka wadah tersebut akan diselimuti oleh uap air yang bisa membuat keripik menjadi cepat melempem dan tengik.

3. Tambahkan silica gel untuk menyerap kelembapan berlebih

ilustrasi silica gel (pixabay.com/benchtalks)

Agar keripik bawang buatanmu lebih awet dan terhindar dari kelembapan berlebih, kamu bisa menambahkan silica gel ke dalam toples yang digunakan. Pastikan untuk memakai silica gel yang berkualitas dan sudah memiliki label food grade agar aman dipakai untuk produk makanan kering seperti keripik.

Selain silica gel, kamu juga bisa menambahkan kertas penyerap minyak di bagian dasar toples sebagai alternatif sederhana untuk menjaga kualitas keripik. Kertas tersebut bisa membantu mengurangi kelembapan yang dapat memengaruhi tekstur keripik dan membuat keripik bertahan lebih lama.

4. Simpan keripik bawang di tempat yang kering dan sejuk

ilustrasi menyimpan makanan di rak (pexels.com/Pixabay)

Pemilihan lokasi penyimpanan toples juga wajib diperhatikan agar kualitas keripik bawang tetap terjaga. Untuk menjaga kerenyahan dan rasanya tetap optimal, kamu wajib meletakkan toples di lokasi yang tidak lembap serta memiliki udara yang baik.

Beberapa lokasi terbaik yang bisa digunakan untuk menyimpan toples diantaranya rak, lemari dapur, hingga di atas meja makan. Selain itu, hindari meletakkan toples berisi keripik di dekat kompor, oven, microwave, toaster, atau di depan jendela. Ini dikarenakan suhu panas dinilai dapat mempercepat proses oksidadsi pada minyak yang terserap dalam keripik sehingga berpotensi menimbulkan bau tengik.

5. Gunakan plastik ziplock yang divacum untuk penyimpanan dalam jumlah besar

ilustrasi memindahkan keripik ke dalam plastik (pexels.com/Sarah Chai)

Jika kamu berencana menyimpan keripik bawang dalam jumlah besar, pastikan kamu memakai plastik ziplock yang dapat divakum agar kualitasnya tetap terjaga. Metode vakum bisa membantu mengeluarkan sebagian besar udara yang ada di dalam kemasan.

Cara tersebut bisa membuat keripik bawang buatanmu lebih terlindungi dari paparan oksigen yang dapat menurunkan kualitasnya secara cepat. Selain itu, metode di atas juga dapat mengurangi risiko keripik menjadi melempem akibat kelembapan udara berlebih yang muncul atau masuk melalui celah-celah plastik.

Dengan mengikuti beberapa tips di atas, keripik bawang buatanmu akan tetap renyah, tahan lebih lama, dan pastinya terhindar dari bau tengik. Cara penyimpanan yang tepat tidak hanya menjaga kualitas rasa makanan, tetapi juga mempertahankan tekstur kriuk hingga momen lebaran tiba.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAgsa Tian