Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Kesalahan Pakai Kompor Gas yang Bikin Boros LPG, Jangan Ulangi!
ilustrasi kompor gas (pexels.com/Mateusz Feliksik)
  • Artikel menjelaskan bahwa kebiasaan kecil saat memasak, seperti ukuran api dan wadah masak yang tidak sesuai, bisa membuat penggunaan LPG jadi lebih boros tanpa disadari.
  • Tungku kompor yang jarang dibersihkan menyebabkan pembakaran gas tidak sempurna, sehingga konsumsi LPG meningkat dan efisiensi panas menurun.
  • Mengatur waktu pemanasan serta menutup panci saat memasak membantu menjaga panas agar tidak terbuang, membuat proses memasak lebih cepat dan hemat gas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kompor gas sudah menjadi salah satu peralatan dapur yang paling sering digunakan di rumah. Hampir setiap hari kamu menyalakan kompor untuk memasak berbagai menu, mulai dari menumis sayur hingga merebus air. Karena digunakan begitu rutin, konsumsi LPG di rumah bisa terasa cukup cepat habis. Banyak orang langsung mengira tabung gasnya kecil atau kualitas LPG yang kurang baik. Padahal, cara menggunakan kompor juga sangat berpengaruh terhadap seberapa boros gas yang terpakai.

Menariknya, beberapa kebiasaan saat memasak ternyata tanpa sadar membuat gas terpakai lebih banyak dari seharusnya. Hal-hal kecil yang terlihat sepele justru bisa membuat api kompor gak bekerja secara efisien. Jika kondisi ini terjadi terus-menerus, tabung LPG bisa lebih cepat habis. Memahami kesalahan-kesalahan ini bisa membantu kamu memasak dengan lebih hemat. Yuk, cek apakah kamu masih melakukan beberapa kebiasaan berikut.

1. Api kompor terlalu besar untuk masakan kecil

ilustrasi kompor gas (pexels.com/Magda Ehlers)

Banyak orang menyalakan kompor dengan api besar agar masakan cepat matang. Cara ini memang terlihat efektif, tetapi gak selalu cocok untuk semua jenis masakan. Jika kamu menggunakan api besar untuk panci kecil atau wajan kecil, panas justru banyak terbuang ke samping. Api yang melebar keluar dari dasar panci gak sepenuhnya dimanfaatkan untuk memasak.

Selain membuat gas lebih cepat habis, api yang terlalu besar juga bisa membuat bagian bawah panci cepat menghitam. Masakan tertentu juga bisa matang gak merata karena panas yang terlalu kuat. Mengatur ukuran api sesuai kebutuhan masakan adalah kebiasaan sederhana yang cukup membantu menghemat LPG. Api sedang sering kali sudah cukup untuk banyak jenis masakan. Dengan cara ini, energi panas bisa dimanfaatkan secara lebih efisien.

2. Panci atau wajan gak sesuai ukuran tungku

ilustrasi kompor gas (pexels.com/Curtis Adams)

Ukuran panci atau wajan ternyata cukup berpengaruh terhadap efisiensi penggunaan gas. Jika kamu menggunakan panci yang terlalu kecil di atas tungku besar, sebagian api akan menyebar keluar dari sisi wadah masak. Panas yang seharusnya digunakan untuk memasak justru terbuang ke udara. Hal ini membuat kompor bekerja lebih lama untuk menghasilkan hasil yang sama.

Sebaliknya, menggunakan panci yang terlalu besar pada tungku kecil juga kurang efektif. Panas dari api gak tersebar secara merata di bagian bawah panci. Akibatnya, kamu mungkin perlu menyalakan api lebih lama agar masakan matang sempurna. Menyesuaikan ukuran wadah masak dengan tungku kompor membantu proses memasak menjadi lebih efisien. Kebiasaan kecil ini bisa membantu menghemat penggunaan LPG dalam jangka panjang.

3. Tungku kompor jarang dibersihkan

ilustrasi kompor gas (pexels.com/Curtis Adams)

Tungku kompor sering terkena cipratan minyak, sisa makanan, atau debu dapur. Jika kotoran ini menumpuk terlalu lama, lubang api pada burner bisa tersumbat. Kondisi ini membuat api kompor gak keluar secara merata. Kamu mungkin melihat api berwarna kuning atau gak stabil saat kompor dinyalakan. Hal ini menandakan pembakaran gas gak berjalan secara optimal.

Pembakaran yang kurang sempurna membuat kompor membutuhkan gas lebih banyak untuk menghasilkan panas yang sama. Membersihkan tungku kompor secara rutin membantu menjaga aliran gas tetap lancar. Kamu bisa membersihkannya seminggu sekali atau ketika mulai terlihat kotor. Kompor yang bersih biasanya menghasilkan api biru yang stabil. Kondisi ini membantu proses memasak menjadi lebih efisien.

4. Menyalakan kompor terlalu lama sebelum memasak

ilustrasi seseorang sedang memasak (freepik.com/freepik)

Sebagian orang memiliki kebiasaan menyalakan kompor cukup lama sebelum bahan masakan dimasukkan ke dalam panci. Biasanya hal ini dilakukan untuk memanaskan wajan terlebih dahulu. Memanaskan wajan memang penting untuk beberapa jenis masakan. Namun jika dilakukan terlalu lama, gas akan terpakai tanpa benar-benar digunakan untuk memasak.

Kamu cukup memanaskan wajan dalam waktu singkat sebelum mulai memasak. Setelah itu, bahan makanan bisa langsung dimasukkan agar panas yang dihasilkan gak terbuang. Mengatur waktu pemanasan kompor membantu penggunaan gas menjadi lebih efektif. Hal sederhana ini sering kali terlewatkan saat memasak. Padahal dampaknya cukup terasa jika dilakukan setiap hari.

5. Menutup panci saat merebus air atau memasak

ilustrasi seseorang sedang memasak (freepik.com/freepik)

Banyak orang merebus air atau memasak sup tanpa menutup panci. Air memang tetap akan mendidih tanpa tutup, tetapi prosesnya biasanya memerlukan waktu lebih lama. Panas dari api sebagian besar langsung keluar ke udara. Akibatnya, kompor harus bekerja lebih lama untuk mencapai suhu yang dibutuhkan.

Menggunakan tutup panci membantu menahan panas di dalam wadah masak. Air bisa lebih cepat mendidih karena panas gak mudah keluar. Cara ini membuat waktu memasak menjadi lebih singkat sekaligus membantu menghemat gas. Kebiasaan sederhana seperti menutup panci sering kali memberikan perbedaan yang cukup terasa. Selain hemat LPG, proses memasak juga menjadi lebih efisien.

Menghemat penggunaan LPG sebenarnya gak selalu membutuhkan perubahan besar di dapur. Banyak hal sederhana yang bisa membantu penggunaan gas menjadi lebih efisien. Mulai dari mengatur ukuran api, memilih panci yang tepat, hingga menjaga kebersihan kompor. Kebiasaan kecil seperti ini sering kali luput dari perhatian karena terlihat sangat sepele.

Jika kamu mulai memperhatikan cara menggunakan kompor gas, pengeluaran untuk LPG bisa terasa lebih terkendali. Selain lebih hemat, proses memasak juga menjadi lebih nyaman karena kompor bekerja secara optimal. Dapur yang terawat biasanya membuat aktivitas memasak terasa lebih menyenangkan. Dengan sedikit perhatian pada kebiasaan sehari-hari, penggunaan gas di rumah bisa menjadi jauh lebih efisien.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team