Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Makanan dari Berbagai Negara Ini Terbuat dari Darah, Berani Coba?
kristins.biz

Mungkin, bagi sebagian orang, mengonsumsi darah hewan bisa terbilang cukup ekstrem. Selain karena masih dianggap tak wajar ataupun alasan agamais, orang-orang enggan mengolah darah untuk dimakan dikarenakan alasan kesehatan. Melansir laman webMD, darah sendiri mengandung zat besi yang apabila dikonsumsi dalam jumlah berlebih, dapat memicu penyakit hemokromatosis.

Kendati demikian, tradisi memakan darah ternyata sudah lama ada dan bahkan, sebagian besar masyarakat di berbagai belahan dunia memiliki makanan khas berbahan darah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelancong. Ada apa aja sih kira-kira? Kalau kamu penasaran, mari langsung simak di bagian berikut ini.

1. Moronga

cocinavital.mx

Bagi kamu pencinta makanan Korea, pasti sudah gak asing dengan yang namanya sundae, kan? Nah, kalau yang satu ini, ada sosis darah ala masyarakat Amerika Latin, yaitu moronga. Sesuai dengan namanya, moronga merupakan makanan campuran beberapa bahan, seperti darah, mentega, dan beberapa rempah, yang dimasukkan ke dalam usus babi.

Ada beragam jenis resep moronga. Di Mexico City, sosis darah tersebut umumnya dijadikan isian taco bersama dengan potongan bawang bombai dan ketumbar. Memang tidak terlihat menggugah selera sih, tapi banyak yang percaya bahwa moronga bagus untuk penderita anemia karena tinggi akan mineral dan zat besi. 

2. Blodplattar

samer.se

Sebenarnya, makanan yang satu ini berasal dari Finlandia, namun panekuk darah juga populer di negara tetangganya Swedia sehingga terciptalah blodplättar. Bahan-bahan untuk membuatnya gak beda jauh dengan panekuk biasa. Akan tetapi, darah di sini berfungsi untuk menyatukan adonan tepung dan susu layaknya telur, lho.

Selain itu, penambahan darah juga membuat panekuknya menjadi padat, berwarna gelap, dan cenderung terasa gurih. Itu sebabnya masyarakat Swedia juga sering menambahkan rempah-rempah ataupun pemanis ke dalam adonan. Di samping itu, blodplättar juga biasanya dinikmati dengan tambahan selai lingonberry.

3. Tahu darah

shine.cn

Dari Swedia, kita berpindah ke Tiongkok yang gak mau kalah dengan xuedoufu. Tradisi makan darah di sini sendiri berawal ketika terjadi kekurangan pangan. Alhasil, darah hasil sembelihan tidak dibuang, melainkan dikumpulkan dan diubah menjadi tofu

Blood tofu khas Negeri Tirai Bambu ini umumnya disajikan dalam bentuk balokan-balokan satai yang direbus dalam sup malatang. Di Nanjing sendiri, darah bebek diubah menjadi tofu yang lembut yang bakal disantap bersama semangkuk bihun hangat.

4. Tiet canh

nhahangkhanhanh.vn

Negara tetangga kita, Vietnam, juga memiliki makanan berbahan dasar darah, lho. Tiết canh adalah sup tradisional Vietnam yang terbuat dari darah bebek, angsa, ataupun babi. Untuk membuatnya, darah hewan-hewan tadi akan dicampur dengan kecap ikan. Setelah itu, campuran tadi bakal dibumbui dan taburan daging panggang serta dibiarkan berkoagulasi. Alhasil, supnya akan memadat layaknya pudding.

Tiết canh biasanya dimakan pada saat hari spesial tertentu, seperti perayaan Lunar New Year. Di samping itu, menyantap tiết canh gak bakal lengkap tanpa gurihnya taburan kacang tanah.

5. Hematogen

fakt.pl

Berbeda seperti makanan, hematogen merupakan sejenis candy bar, layaknya snickers, dari Rusia yang cukup populer pada masa kejayaan Uni Soviet. Candy bar ini sebenarnya terbuat dari bahan-bahan yang lazim: gula bit, susu kental manis, dan sirup gula. Hanya saja, yang membuatnya unik adalah terkandung setidaknya lima persen darah sapi di setiap batangannya.

Terbilang kudapan zaman old, hematogen masih dijual meskipun tak sebanyak dulu. Walaupun sedikit terasa seperti besi, hematogen ini bukanlah snack biasa karena juga mampu mencegah anemia dengan kandungan zat besinya yang tinggi. Menarik banget, ya?

Itulah tadi lima jenis makanan berbahan darah yang bisa kamu jumpai di berbagai negara. Kira-kira, ada yang bikin kamu ngiler untuk mencobanya gak?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team