Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi buah delima
ilustrasi buah delima (pexels.com/Pixabay)

Dalam perayaan Imlek, buah bukan sekadar pelengkap meja tamu atau hidangan penutup. Setiap buah yang disajikan memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan doa, harapan, dan keberuntungan di tahun yang baru. Karena itulah, pemilihan buah saat Imlek jarang dilakukan secara asal, melainkan mempertimbangkan bentuk, warna, hingga filosofi yang dipercaya turun-temurun.

Buah-buahan tertentu dianggap sebagai simbol rezeki, kelimpahan, dan kehidupan yang terus tumbuh. Kehadirannya di rumah saat Imlek diyakini membawa energi positif sekaligus menjadi doa agar keluarga diberi kelancaran, kesehatan, dan keberlimpahan sepanjang tahun. Berikut ini beberapa buah yang paling sering dipercaya melambangkan rezeki dan kelimpahan.

1. Jeruk mandarin

Ilustrasi jeruk mandarin (pexels.com/Andrey Safonov)

Jeruk mandarin adalah buah yang paling identik dengan Imlek. Warnanya yang oranye cerah dianggap menyerupai emas, simbol kekayaan dan kemakmuran. Dalam budaya Tionghoa, bunyi kata jeruk juga sering dikaitkan dengan keberuntungan.

Karena maknanya yang kuat, jeruk mandarin hampir selalu hadir di rumah-rumah saat Imlek. Buah ini sering disusun rapi di meja tamu atau dijadikan bagian dari hampers sebagai simbol doa agar rezeki mengalir lancar.

2. Apel merah

ilustrasi apel (pexels.com/Kelly)

Apel merah melambangkan kedamaian dan keharmonisan. Dalam konteks rezeki, buah ini dipercaya membawa kehidupan yang seimbang di mana kelimpahan materi berjalan seiring dengan ketenangan batin.

Warna merah pada apel juga identik dengan keberuntungan dalam tradisi Imlek. Karena itu, apel merah sering dijadikan pilihan buah untuk menjamu tamu atau sebagai isi parcel Imlek.

3. Anggur

ilustrasi anggur (pexels.com/Engin Akyurt)

Anggur melambangkan kelimpahan karena buahnya tumbuh bergerombol. Setiap butir anggur dianggap sebagai simbol rezeki yang datang berlipat ganda.

Anggur juga sering dimaknai sebagai harapan agar usaha dan kerja keras membuahkan hasil yang manis. Kehadirannya di meja Imlek menjadi simbol doa agar rezeki terus bertambah.

4. Delima

ilustrasi buah delima (pexels.com/Pixabay)

Delima melambangkan kesuburan dan kelimpahan karena bijinya yang sangat banyak. Buah ini sering dikaitkan dengan harapan akan keberlimpahan rezeki dan keturunan.

Dalam tradisi tertentu, delima juga dianggap simbol keberuntungan yang berkelanjutan. Setiap biji menjadi pengingat bahwa rezeki bisa datang dalam banyak bentuk.

5. Jeruk bali

ilustrasi jeruk bali (pexels.com/Engin Akyurt)

Jeruk bali melambangkan kelimpahan dan rezeki besar karena ukurannya yang besar dan bentuknya yang utuh. Buah ini sering dimaknai sebagai simbol kehidupan yang penuh dan tidak kekurangan.

Daya tahannya yang lama juga menjadi alasan jeruk bali dipilih. Hal ini mencerminkan harapan agar rezeki yang datang tidak hanya besar, tetapi juga bertahan lama dan stabil sepanjang tahun.

6. Persik

ilustrasi buah persik (pexels.com/Roman Biernacki)

Persik dikenal sebagai simbol umur panjang dan kehidupan yang baik. Dalam konteks Imlek, buah ini melambangkan harapan akan hidup yang terus bertumbuh dan diberkahi rezeki.

Persik juga sering muncul dalam ornamen dan ilustrasi Imlek. Kehadirannya menjadi pengingat bahwa rezeki sejati adalah kehidupan yang sehat dan berkelanjutan.

7. Pir

ilustrasi buah pir (pexels.com/aboodi vesakaran)

Pir dipercaya melambangkan kesejahteraan dan umur panjang. Bentuknya yang bulat dan berisi sering diartikan sebagai kehidupan yang utuh dan cukup.

Buah pir juga sering dipilih karena rasanya yang segar dan ringan. Maknanya mengajarkan bahwa rezeki tidak selalu soal berlebihan, tetapi tentang kecukupan yang membawa ketenangan.

Buah-buahan yang disuguhkan saat Imlek bukan hanya soal tradisi, tetapi juga cara sederhana menyampaikan doa terbaik di awal tahun. Setiap warna, bentuk, dan rasa membawa harapan akan rezeki yang lancar, hidup yang cukup, dan kebahagiaan yang terus tumbuh. Saat buah disajikan dan dinikmati bersama, di situlah makna Imlek terasa paling utuh karena kelimpahan sejatinya adalah berbagi dan bersyukur bersama keluarga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team