Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jangan Dimakan Mentah! 7 Sayuran yang Lebih Bergizi setelah Dimasak
Ilustrasi memotong sayuran (freepik.com/freepik)
  • Beberapa sayuran seperti wortel, jamur, dan tomat justru lebih bergizi setelah dimasak karena proses pemanasan membantu meningkatkan penyerapan antioksidan, beta-karoten, dan likopen oleh tubuh.
  • Metode memasak cepat seperti mengukus atau menumis ringan disarankan agar nutrisi penting seperti vitamin C dan E tetap terjaga tanpa kehilangan manfaat utama dari sayuran tersebut.
  • Selain meningkatkan gizi, memasak juga membuat beberapa sayuran lebih aman dikonsumsi, misalnya kentang yang perlu dimasak untuk menghilangkan senyawa solanin berbahaya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak orang mengira sayuran mentah selalu lebih sehat dibandingkan yang dimasak. Padahal, anggapan itu gak selalu benar, lho. Beberapa jenis sayuran justru memberikan manfaat gizi lebih besar setelah melalui proses memasak yang tepat.

Panas dari proses memasak bisa membantu tubuh menyerap vitamin, mineral, hingga antioksidan dengan lebih maksimal. Bahkan ada juga sayuran yang sebaiknya memang gak dikonsumsi mentah karena bisa berisiko bagi kesehatan. Jadi, kalau selama ini kamu selalu memilih lalapan mentah, coba cek lagi daftar berikut ini, ya.

1. Wortel

ilustrasi wortel (pexels.com/Nick Collins)

Wortel dikenal sebagai sumber beta-karoten yang sangat baik untuk kesehatan mata dan daya tahan tubuh. Beta-karoten termasuk kelompok karotenoid, yaitu pigmen alami berwarna oranye yang juga punya sifat antioksidan kuat. Antioksidan ini berperan membantu menurunkan risiko penyakit jantung serta beberapa jenis kanker.

Menurut penelitian dalam British Journal of Nutrition, penyerapan beta-karoten dari wortel tumis bisa 6,5 kali lebih tinggi dibandingkan wortel mentah. Artinya, tubuhmu lebih mudah menyerap manfaatnya setelah dimasak. Merebus sebentar, mengukus, atau menumis ringan bisa jadi pilihan terbaik agar nutrisinya tetap terjaga.

2. Jamur

ilustrasi jamur portobello (pexels.com/Karyna Panchenko)

Jamur termasuk sayuran yang kaya antioksidan dan sangat baik untuk menjaga sel tubuh dari kerusakan. Kandungan ini membantu melawan radikal bebas yang bisa memicu berbagai penyakit kronis. Meski bisa dimakan segar pada beberapa jenis tertentu, jamur lebih optimal jika dimasak terlebih dahulu.

Menurut penelitian dalam Journal of Food Science and Technology, memasak jamur dengan cepat seperti dikukus atau menggunakan microwave dapat meningkatkan aktivitas antioksidannya. Namun, memasak terlalu lama justru bisa menurunkan manfaat tersebut. Karena itu, memasak singkat lebih disarankan agar nutrisinya tetap maksimal.

3. Asparagus

ilustrasi asparagus (freepik.com/jcomp)

Asparagus punya tekstur cukup keras saat masih mentah sehingga lebih sering disajikan dalam kondisi matang. Setelah dimasak, teksturnya menjadi lebih lembut dan nyaman dikunyah. Selain itu, aktivitas antioksidannya juga meningkat sehingga manfaat kesehatannya lebih terasa.

Meski begitu, vitamin C pada asparagus bisa berkurang jika dimasak terlalu lama. Menurut penelitian dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry, metode cepat seperti mengukus atau menumis ringan membantu menjaga kandungan vitaminnya. Jadi, kamu tetap bisa mendapatkan manfaat maksimal tanpa kehilangan terlalu banyak nutrisi penting.

4. Swiss chard

ilustrasi sayuran Swiss chard (pexels.com/Maria Verkhoturtseva)

Swiss chard adalah sayuran hijau berdaun yang mirip bayam, dengan batang berwarna cerah dan rasa yang sedikit earthy. Saat dimasak, kandungan vitamin C memang cenderung menurun seperti kebanyakan sayuran hijau lainnya. Namun, manfaat lain justru meningkat setelah proses pemanasan.

Menurut penelitian dalam Food Science and Biotechnology, memasak chard bisa meningkatkan bioavailabilitas beta-karoten serta vitamin E dan vitamin K. Itu berarti tubuhmu bisa menyerap zat gizi tersebut dengan lebih mudah. Menumis ringan dengan sedikit minyak atau memanaskannya sebentar di microwave jadi cara yang paling disarankan.

5. Kentang

ilustrasi kentang (pexels.com/Bruno Scramgnon)

Kentang termasuk sayuran bertepung yang hampir selalu harus dimasak sebelum dimakan. Alasannya bukan hanya soal rasa, tapi juga keamanan. Kentang mentah mengandung senyawa solanin yang bisa berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah besar.

Menurut penjelasan dalam Nutrition Bulletin, proses memasak membantu menurunkan risiko keracunan akibat solanin secara signifikan. Merebus, mengukus, memanggang, atau menumis bisa menjadi pilihan yang lebih sehat dibandingkan menggoreng. Selain lebih aman, tekstur dan rasa kentang juga jauh lebih enak setelah matang.

6. Kacang polong

ilustrasi kacang polong (pexels.com/Engin Akyurt)

Kacang polong sering dianggap hanya pelengkap makanan, padahal kandungan gizinya cukup lengkap. Sayuran ini kaya folat, yaitu vitamin larut air yang penting untuk kesehatan sel dan pembentukan jaringan tubuh. Folat juga sangat dibutuhkan untuk menjaga fungsi tubuh tetap optimal.

Menurut penelitian dalam Food Science and Biotechnology, memasak kacang polong gak banyak memengaruhi kandungan folatnya. Bahkan, metode merebus disebut sebagai salah satu cara terbaik untuk mempertahankan nutrisinya. Jadi, kamu tetap bisa menikmati kacang polong matang tanpa khawatir kehilangan manfaat utamanya.

7. Tomat

ilustrasi tomat (pexels.com/Pixabay)

Secara teknis tomat adalah buah, tapi dalam keseharian lebih sering dianggap sebagai sayuran. Tomat terkenal karena kandungan likopennya yang tinggi, yaitu karotenoid yang baik untuk kesehatan jantung, tulang, dan membantu menurunkan risiko beberapa jenis kanker. Banyak orang mengonsumsinya mentah sebagai lalapan atau salad.

Menurut penelitian dalam Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition, kadar likopen dalam darah meningkat 80% lebih tinggi ketika tomat ditumis dengan minyak zaitun dibandingkan tanpa minyak. Ini menunjukkan bahwa tomat matang lebih mudah diserap tubuh, terutama jika dimasak dengan sedikit lemak sehat. Jadi, saus tomat rumahan atau tumisan tomat bisa jadi pilihan yang sangat baik.

Sayuran mentah memang tetap sehat, tapi bukan berarti selalu lebih unggul dibandingkan yang dimasak. Beberapa sayuran justru memberikan manfaat gizi lebih besar setelah dipanaskan dengan cara yang tepat. Kuncinya ada pada metode memasak, seperti mengukus, menumis cepat, atau menggunakan microwave supaya nutrisi gak banyak hilang.

Menurut berbagai penelitian, proses memasak bisa meningkatkan penyerapan antioksidan, beta-karoten, hingga likopen pada beberapa jenis sayuran. Jadi, kamu gak perlu ragu menikmati sayuran matang selama cara mengolahnya tepat. Mulai sekarang, pilih cara masak yang lebih sehat supaya manfaat sayuran benar-benar bisa dirasakan tubuh secara maksimal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team