Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
10 Bekal Makanan untuk Ibadah Haji, Awet dan Praktis
Ilustrasi olahan cumi asin (IDN Times/Umi Kalsum)
  • Menjelang musim haji, calon jamaah diimbau menyiapkan bekal makanan khas Indonesia agar tetap bisa menikmati cita rasa Tanah Air selama beribadah di Tanah Suci.
  • Artikel merekomendasikan sepuluh jenis makanan tahan lama seperti dendeng sapi, abon, rendang, orek tempe kering, hingga kentang mustofa sebagai pilihan praktis untuk dibawa.
  • Sambal kemasan, usus kering, serundeng, dan bawang goreng juga disarankan karena mudah disajikan serta dapat menambah kenikmatan makan selama menjalankan ibadah haji.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Memasuki musim haji, sebagian rombongan jamaah haji Indonesia sudah pergi ke Tanah Suci. Nah, bagi kamu yang masih menunggu antrean jadwal keberangkatan, jangan lupa siapkan barang bawaan, termasuk makanan untuk bekal selama di sana.

Meski jemaah haji disajikan makanan khas Indonesia, tetapi belum tentu sesuai dengan selera. Selain itu, lebih nikmat menyantap makanan Indonesia yang autentik. 

Hal tersebut membuat para calon jemaah haji berinisiatif untuk membawa makanan dari Tanah Air. Bisa mengobati homesick sekaligus bisa dikonsumsi sewaktu-waktu dibutuhkan saat ibadah haji. Berikut beberapa alternatif makanan yang cocok untuk bekal ibadah haji. 

1. Dendeng sapi

ilustrasi dendeng balado (commons.wikimedia.org/Midori)

Dendeng sapi menjadi salah satu makanan favorit yang kerap dibawa para jamaah haji. Proses mengolahnya dengan cara diawetkan, jadi gak mudah basi. Selain itu, tetap nikmat meski dipanaskan atau digoreng kembali.

2. Abon

Ilustrasi abon (wikipedia.org/istimewa)

Abon memang praktis dan gak akan cepat basi. Jadi, gak ada salahnya jika kamu membawa beberapa bungkus abon ke dalam koper haji. Disantap dengan nasi putih hangat saja sudah sangat nikmat. 

3. Rendang

Ilustrasi rendang (instagram.com/awcavs)

Rendang menjadi salah satu makanan andalan para jamaah haji. Sebaiknya bawa rendang kemasan untuk bekal makanan. Jadi, cukup dipanaskan kembali saat ingin menyantapnya.

4. Orek tempe kering

tips membuat kering tempe (instagram.com/iren_natty)

Karena di Arab Saudi sulit menemukan tempe, tak jarang para jamaah haji membawa tempe untuk bekal di sana. Sebaiknya membawa orek tempe kering dalam wadah biar lebih tahan lama. 

5. Kentang kering mustofa

kering kentang atau kentang mustofa (instagram.com/dapoerasatoe)

Gak kalah praktis dari makanan lainnya, kentang kering mustofa juga bisa menjadi bekal andalan, lho. Sensai renyah dari makanan ini bikin makan semakin nikmat. Cukup disantap dengan nasi hangat panas. 

6. Sambal cumi asin

Ilustrasi olahan cumi asin (IDN Times/Umi Kalsum)

Jika gak bisa makan tanpa sambal, kamu bisa membawa sambal cumi asin kemasan. Selain membuatnya sendiri, kamu bisa membelinya di toko online. Bikin sensasi makan semakin lahap. 

7. Sambal teri

ilustrasi sambal goreng teri tempe (commons.wikimedia.org)

Selain itu, kamu bisa membawa sambal teri kemasan. Membawa dan mengkonsumsinya sangat praktis, tinggal disajikan dengan nasi dan lauk favoritmu. 

8. Usus kering

Ilustrasi usus kering (instagram.com/dapur_ptrcia)

Usus kering bisa menjadi lauk atau camilan saat ibadah haji. Sensasi renyah dan rasanya yang gurih ini tak ada tandingannya. Selain itu, gak perlu khawatir cepat basi atau ketumpahan bumbu. 

9. Serundeng

Ilustrasi serundeng (instagram.com/bungakangkung.ig)

Meski hanya sebagai pelengkap nasi, cita rasa serundeng cukup khas yang membuatnya semakin nikmat. Cocok dipadukan dengan rendang atau dendeng. 

10. Bawang goreng

Ilustrasi bawang goreng (instagram.com/yennysrif)

Jangan sampai melupakan bawang goreng. Topping yang cocok untuk nasi ini aromanya harum, tekstur renyah, dan rasa yang gurih. Kamu bisa membuatnya sendiri atau membeli bawang goreng kemasan. 

Kenikmatan makanan khas Indonesia memang tak ada duanya. Gak heran kalau banyak jamaah haji yang membawa bekal dari rumah. Dari daftar makanan di atas, mana yang akan kamu bawa ke Tanah Suci?

FAQ Seputar Bekal Makanan untuk Ibadah Haji

Mengapa membawa bekal makanan sendiri penting bagi jemaah haji?

Meskipun katering disediakan, selera makan jemaah sering kali menurun akibat perbedaan cita rasa atau kondisi fisik yang lelah. Membawa bekal makanan kering yang sesuai dengan lidah Indonesia dapat menjadi penambah nafsu makan dan cadangan energi saat jadwal ibadah sedang sangat padat.

Jenis makanan apa yang paling direkomendasikan untuk dibawa?

Pilihlah makanan yang tahan lama, kering, dan tidak mudah basi, seperti:Kering Tempe/Kentang: Sangat praktis dan kaya protein.Abon (Sapi atau Ayam): Ringan dibawa dan bisa bertahan berbulan-bulan.Rendang Paru atau Daging: Dimasak hingga sangat kering agar awet.Sambal Teri Kacang: Memberikan rasa pedas dan gurih yang menggugah selera.

Apa saja jenis camilan sehat yang perlu disiapkan?

Selain makanan berat, jemaah disarankan membawa camilan penambah energi seperti kurma, kismis, atau kacang-kacangan. Makanan ini mengandung gula alami dan serat yang cepat diserap tubuh, sangat berguna untuk menjaga stamina saat harus berjalan jauh atau menunggu waktu salat di masjid.

Bagaimana tips mengemas bekal agar praktis dan aman selama perjalanan?

Gunakan wadah plastik yang kedap udara (sealware) dan pastikan makanan sudah benar-benar dingin sebelum ditutup untuk menghindari penguapan yang memicu jamur. Bagi makanan ke dalam porsi-porsi kecil sekali makan agar sisa makanan lainnya tetap higienis dan tidak sering terpapar udara luar.

Editorial Team