Sampah plastik masih menjadi masalah yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, terutama saat membeli makanan atau minuman. Mulai dari kantong belanja sampai bungkus makanan, penggunaan plastik sekali pakai masih terasa sangat praktis dan mudah ditemukan di mana-mana. Di tengah kondisi itu, daun pisang kembali dilirik sebagai alternatif yang dianggap lebih ramah lingkungan dan dekat dengan kebiasaan tradisional masyarakat Indonesia.
Belakangan, semakin banyak penjual makanan tradisional hingga kedai kekinian mulai kembali memakai daun pisang sebagai pembungkus karena dianggap lebih ramah lingkungan dan memberi kesan alami. Meski terlihat sederhana, masih banyak orang penasaran apakah daun pisang benar-benar mampu menjadi pengganti plastik di tengah gaya hidup modern yang serba praktis. Nah, supaya tidak hanya ikut tren ramah lingkungan, menarik untuk melihat lebih jauh seberapa efektif daun pisang digunakan sehari-hari sekaligus memahami kelebihan dan tantangan yang dimilikinya.
