Chef Nandu Jubany asal Catalonia yang bekerjasama dengan Singapore Airlines. (IDN Times/Umi Kalsum)
Selama empat tahun terakhir, ia terus mengembangkan masakannya, menyempurnakan teknik, memperdalam rasa, dan memberi sentuhan baru pada hidangan klasik. Karena itu, menurut Nandu yang ditemui di restorannya, kawasan Calldetenes, Catalonia, Spanyol, pada 28 April 2026 lalu, menu yang dihadirkan untuk penumpang kelas bisnis SIA bukan sekadar adaptasi, tetapi hasil evolusi.
“Memasak untuk maskapai bukan hanya mengadaptasi resep, tapi memikirkannya kembali bagaimana bisa menginspirasi seperti halnya di restoran,” kata Nandu yang merasa memiliki tantangan tersendiri menyajikan hidangan di ketinggian 30.000 kaki. Tidak seperti di restoran, memasak hidangan di pesawat harus melalui proses panjang: memasak, didinginkan, diangkut, kemudian dipanaskan kembali sebelum disajikan. Dan, bagian terpenting adalah proses itu tidak boleh mengubah rasa. Kualitas merupakan harga mati yang harus dijaga.
Jadi bahan-bahan makanan yang dipilih harus benar-benar dipikirkan, apakah mampu bertahan dalam semua proses tadi, sehingga kualitasnya tetap baik saat disimpan mengingat tekanan kabin secara tidak langsung bisa mengubah rasa.
“Jadi ada hal-hal yang berhasil sangat baik, ada yang tidak. Misalnya, monkfish yang akan disajikan di musim panas, itu cocok. Ayam untuk musim dingin juga cocok. Jadi harus hati-hati memilih bahan,” katanya. Nandu sendiri bersama tim katering SIA dan Gate Gourmet di Barcelona telah mengembangkan sedikitnya 40 hidangan sebelum akhirnya memilih yang paling ‘tahan uji’, baik dari segi rasa, tampilan maupun proses pemanasan di pesawat.
General Manager Spanyol dan Portugal, Singapore Airlines, Kevin Lee, mengatakan, menu yang dirancang khusus Chef Jubany yang menghadirkan cita rasa Catalonia khusus disajikan kepada penumpang yang bepergian dari Barcelona ke Singapura. "Kami berharap dapat menyambut pelanggan di pesawat untuk menikmati masakan Catalan yang istimewa bersama dengan keramahan khas Singapore Airlines," kata dia.
Sementara Sharina Phua, Wakil Presiden Layanan dan Desain Penerbangan, Singapore Airlines mengatakan, alasan berkolaborasi dengan koki tamu di seluruh jaringan maskapai bertujuan untuk menghadirkan keahlian kuliner khas para koki di dalam penerbangan.
"Hidangan-hidangan ini terinspirasi oleh warisan koki tamu kami, serta spesialisasi dari negara asal mereka, sehingga menghasilkan pilihan makan yang lebih berakar pada budaya lokal di penerbangan dari destinasi-destinasi tersebut," katanya.
Koki tamu, ia menambahkan, melengkapi koki kuliner internal Singapore Airlines yang terus menerus meneliti, menyempurnakan, dan berinovasi untuk meningkatkan penawaran menu penerbangan globa.
"Hal ini memungkinkan Singapore Airlines untuk menawarkan kepada pelanggan variasi yang lebih besar, personalisasi yang cermat, dan pengalaman bersantap yang memadukan cita rasa dunia dengan keaslian lokal," katanya.
Seperti apa menu yang disajikan?