ilustrasi sunflower oil (unsplash.com/@d_glazun0v)
Minyak biji bunga matahari berasal dari ekstraksi biji bunga matahari. Ciri khasnya adalah warna kuning cerah hingga keemasan, dengan rasa yang ringan dan aroma hampir netral. Minyak ini memiliki titik asap sekitar 225°C, menjadikannya cocok untuk menggoreng, memanggang, maupun sebagai bahan salad dressing.
Dikenal sebagai minyak sehat, sunflower oil kaya akan vitamin E dan asam lemak tak jenuh ganda (terutama omega-6). Kandungan fitonutrien dan antioksidannya mendukung kesehatan kulit dan jantung. Di pasaran Indonesia, minyak bunga matahari masih tergolong premium dengan harga sekitar Rp60.000–Rp90.000 per liter, tergantung impor dan kemasan.
Titik asap (smoke point) dari minyak goreng adalah suhu maksimum di mana minyak mulai mengeluarkan asap saat dipanaskan. Pada suhu ini, komponen minyak mulai rusak, menghasilkan asap, bau tengik, dan senyawa berbahaya (seperti akrolein dan radikal bebas). Jika minyak dipanaskan melebihi titik asapnya, kandungannya bisa berubah jadi racun atau karsinogenik.
Makanan bisa beraroma gosong atau pahit jika minyak sudah melewati titik asap. Minyak dengan titik asap tinggi cocok untuk menggoreng dan deep frying. Minyak dengan titik asap rendah lebih cocok untuk tumisan ringan atau dressing. Jadi, penting memilih minyak sesuai metode memasak agar rasa, nutrisi, dan keamanan makanan tetap terjaga.