Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Potret sate khas China
Potret sate khas China (pexels.com/Samer Daboul)

Sate ala China atau yang dikenal dengan sebutan shao kao merupakan salah satu kuliner yang populer di berbagai wilayah China, terutama di kawasan utara. Sajian ini cukup mudah dijumpai di pasar malam hingga kedai kaki lima. Biasanya, shao kao sering dinikmati secara beramai-ramai, sehingga identik dengan suasana kebersamaan.

Ciri khas shao kao terletak pada bumbunya yang gurih, aromatik, dan hangat, hasil perpaduan rempah seperti jintan, cabai, dan bawang putih. Bahan-bahan yang digunakan pun beragam, mulai dari daging, seafood, hingga sayuran, sehingga mudah disesuaikan dengan selera.

Karakter inilah yang membuat shao kao cocok disajikan sebagai pelengkap hidangan saat perayaan Tahun Baru Imlek. Berikut beberapa jenis shao kao atau sate khas China yang bisa dijadikan inspirasi menu Imlek di rumah.

1. Yang rou shao kao (羊肉烧烤)

Yang rou shao kao merupakan jenis shao kao paling klasik yang berasal dari wilayah Xinjiang. Daging kambing dipotong kecil, ditusuk, lalu dibumbui dengan jintan, cabai bubuk, dan garam sebelum dipanggang di atas bara api.

Aroma jintan yang kuat menjadi ciri khas utama sajian ini. Rasanya gurih dengan sentuhan pedas ringan, sangat cocok dinikmati selagi hangat. Dalam budaya kuliner China, daging kambing sering dikaitkan dengan kehangatan dan energi, sehingga cocok dihidangkan saat Tahun Baru Imlek.

2. Ji rou shao kao (鸡肉烧烤)

Potret sate khas China (pixabay.com/Alexei_other)

Ji rou shao kao adalah versi shao kao yang menggunakan daging ayam. Jenis ini populer di berbagai daerah, karena rasanya lebih ringan dan mudah diterima banyak orang.

Daging ayam dimarinasi dengan kecap asin, bawang putih, dan minyak wijen, lalu dipanggang hingga permukaannya kecokelatan. Ji rou shao kao sering dipilih sebagai menu pendamping, karena teksturnya empuk dan bumbunya tidak terlalu tajam, cocok untuk sajian keluarga saat Imlek.

3. Niu rou shao kao (牛肉烧烤)

Niu rou shao kao kerap ditemukan di wilayah utara China, termasuk Beijing dan Tianjin. Daging sapi dipotong tipis, agar cepat matang dan tetap empuk saat dipanggang.

Bumbu yang digunakan biasanya sederhana, seperti kecap asin, bawang putih, dan lada, sehingga rasa daging tetap menonjol. Daging sapi kerap dimaknai sebagai simbol kekuatan dan ketekunan, menjadikan shao kao ini relevan sebagai hidangan perayaan Imlek.

4. Hai xian shao kao (海鲜烧烤)

Potret sate khas China (pixabay.com/Christian Dala)

Di wilayah pesisir China, shao kao juga banyak menggunakan bahan laut, seperti udang, cumi, atau kerang. Hai xian shao kao biasanya dibumbui dengan bawang putih, jahe, dan sedikit saus tiram untuk menonjolkan rasa alami seafood yang umami.

Rasanya segar dengan aroma panggangan yang khas. Sajian ini sering dikaitkan dengan kemakmuran dan kelimpahan, makna yang sangat lekat dengan perayaan Tahun Baru Imlek.

5. Shu cai shao kao (蔬菜烧烤)

Selain daging, shao kao juga hadir dalam versi sayuran. Bahan yang paling sering digunakan antara lain jamur shiitake, terong, paprika, dan daun bawang. Sayuran ditusuk, lalu diolesi campuran kecap asin dan minyak wijen sebelum dipanggang. Shu cai shao kao menawarkan rasa gurih ringan dengan tekstur lembut, sekaligus menjadi pilihan alternatif bagi anggota keluarga yang memilih menu nabati saat Imlek.

Itu dia jenis sate khas China atau shao kao yang bisa jadi inspirasi sajian Imlek di rumah. Meskipun berbeda dengan sajian Imlek pada umumnya, menu ini bisa menjadi alternatif sajian yang lebih hangat dan berkesan, lho. Xin nian kuai le!

Editorial Team