ilustrasi membuat konten kuliner (pexels.com/ready made)
Eksistensi Blok M sebagai pusat kuliner yang selalu mengikuti tren dan banyak makanan viral tidak lepas dari pengaruh sosial media. Sebagian orang yang suka mengeksplorasi kuliner tidak keberatan mengantre hingga berjam-jam, demi hidangan yang sedang viral. Hal tersebut bukan hanya untuk memanjakan lidah, tetapi juga mendapatkan kepuasan tersendiri setelah berhasil memperoleh hidangannya.
Fenomena tersebut juga dipengaruhi fear of missing out (FOMO) yang mendorong orang untuk turut mencicipi makanan yang sedang ramai dibicarakan. Ditambah lagi dengan rasa penasaran dan juga tidak ingin ketinggalan tren. Antrean panjang dan ramainya ulasan pun menjadi daya tarik tersendiri, bahkan membuat sebagian orang merasa semakin tertantang.
Di sisi lain, pengalaman mencicipi kuliner viral sering dibagikan kembali di media sosial sebagai bentuk eksistensi dan validasi. Foto dan video yang diunggah menjadi bukti bahwa mereka telah mencoba hal yang sedang tren. Jadi, tanpa promosi besar, siklus tersebut membuat banyak makanan di Blok M viral secara organik.
Nah, sekarang kamu sudah tahu alasan kenapa banyak makanan di Blok M viral. Bukan sekadar ramai di media sosial, tetapi juga didukung lokasi strategis, kreativitas pedagang, dan banyaknya pilihan kuliner yang terus berkembang. Kalau kamu, apa yang bikin kamu tertarik ke Blok M?