Teh tarik khas Malaysia di Malaysia Gastronomi Truly Asia Jakarta. (IDN Times/Sonya Michaella)
Selain faktor teknis, menuang teh berkali-kali juga memiliki nilai budaya. Aksi ini menjadi ciri khas penjual teh tarik di kedai-kedai. Gerakan ini mudah dikenali dan menjadi simbol keahlian peracik minuman tersebut.
Melansir dari berbagai sumber, teh tarik berasal dari imigran Muslim asal India (kerap disebut sebagai Mamak) yang datang ke Malaysia dan Singapura sekitar awal abad ke-20. Umumnya, mereka bekerja di sektor kuliner.
Karena cuaca di Asia Tenggara ini panas dan lembab, mereka mencoba bikin teh yang tak hanya enak, tetapi juga segar dan tidak enek. Jadilah teh hitam dicampur dengan kental manis yang dibuat dengan cara ditarik ini.
Bagi banyak orang, melihat proses pembuatan teh tarik adalah bagian dari pengalaman menikmati minuman ini. Ada unsur pertunjukan yang membuat teh tarik terasa lebih istimewa dibanding minuman teh lainnya. Setiap tarikan seolah menegaskan teh tarik bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang budaya, keterampilan, dan kebanggaan kuliner setempat.
Nah, sekarang kamu sudah tahu alasan mengapa teh tarik harus dituang berkali-kali. Selain menghasilkan rasa yang enak dan tekstur lembut, ternyata ada nilai budaya yang masih dijaga dengan baik.
Apakah menuang teh tarik berkali-kali bisa memengaruhi aroma minuman? | Ya, proses aerasi saat teh dituang dapat membantu aroma teh dan susu menjadi lebih terasa ketika disajikan. |
Apakah ada lomba khusus membuat teh tarik? | Ya, di beberapa negara seperti Malaysia terdapat kompetisi teh tarik yang menilai teknik, tinggi tarikan, hingga kemampuan menghasilkan busa sempurna. |
Mengapa teh tarik sering dibuat menggunakan dua gelas logam? | Gelas logam membantu menjaga suhu panas minuman sekaligus memudahkan proses menuang dari ketinggian berulang kali. |