Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Potret emergency kit untuk persiapan bencana
Potret emergency kit untuk persiapan bencana (pexels.com/Roger Brown)

Tinggal di negara rawan bencana, seperti Indonesia, "menuntut" kita menjadi orang memiliki pengetahuan tanggap bencana. Apalagi situasi dunia saat ini makin tak terduga. Bencana alam tidak lagi menjadi "langganan" di beberapa tempat, tapi bisa meluas ke berbagai tempat yang tidak pernah diprediksi sebelumnya.

Di tengah kondisi seperti ini, emergency kit harus disiapkan setiap individu atau keluarga. Tak hanya obat-obatan, pakaian, dokumen, dan alat komunikasi, kita juga perlu sedia stok makanan. Ketersediaan makanan yang tepat bisa membantu kamu dan keluarga, agar tetap tenang, sehat, serta bertahan dalam situasi sulit tanpa harus bergantung sepenuhnya pada bantuan luar.

Makanan darurat krisis idealnya bisa tahan lama, mudah disimpan, praktis diolah, dan tetap memenuhi kebutuhan nutrisi dasar, tarutama dalam kurun 72 jam pertama sejak terjadi bencana.

Dengan perencanaan sejak jauh-jauh hari, kamu bisa menyediakan stok pangan yang aman dan efisien tanpa panik saat kondisi darurat terjadi. Berikut beberapa rekomendasi makanan darurat krisis yang sebaiknya mulai kamu siapkan dari sekarang. Simak sampai habis, ya!

1. Air minum

Potret air minum dalam kemasan (IDN Times/Fasrinisyah Suryaningtyas)

Berkaca pada pemerintah Belanda, ada noodpakket atau paket darurat yang harus disiapkan setiap orang untuk menghadapi bencana. Dalam noodpakket tersebut, benda teratas adalah air minum dalam botol.

Jumlahnya minimal tiga liter per orang per hari. Artinya, jika di rumahmu ada empat orang, kamu harus menyediakan air minum 12 liter per hari dikali 72 jam atau 3 hari dan hasilnya adalah 26 liter.

Dalam situasi darurat, tubuh akan kehilangan cairan lebih cepat, karena banyak tekanan, berkeringat, kelelahan, panik, dan stres. Air minum yang cukup akan bantu tubuh tetap terhidrasi dan "sadar," suhu stabil, peredaran darah lancar, dan membantu kerja organ vital.

Tanpa asupan air yang cukup, seseorang bisa mengalami pusing, lemas, hingga penurunan konsentrasi yang berbahaya saat harus mengambil keputusan cepat di tengah bencana. Dehidrasi akut juga akan membahayakan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

2. Makanan kaleng dan makanan siap saji

Potret sarden kalengan (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Makanan kaleng siap saji, seperti sarden, tuna, kornet, sup, buah, dan sayuran kaleng, merupakan andalan saat terjadi krisis atau bencana. Jenis makanan ini umumnya sudah dalam keadaan matang, masa simpannya panjang, dan bisa langsung dikonsumsi atau dipanaskan sebentar. Rasanya pun cukup familier, sehingga mudah diterima semua anggota keluarga.

Selain makanan kaleng, kamu juga bisa menyiapkan makanan siap saji dalam kemasan. Di antaranya seperti rendang, lauk-pauk dalam pouch, makanan fermentasi, atau nasi instan. Produk-produk ini biasanya sudah melalui proses sterilisasi dan aman disimpan lama tanpa pendingin.

Saat memilih makanan di atas, baik kaleng atau siap saji, perhatikan tanggal kedaluwarsa dan kondisi kemasan. Hindari kaleng yang penyok, berkarat, atau menggembung, karena bisa berbahaya bagi kesehatan. Simpan semuanya di dalam wadah yang aman dan mudah dijangkau saat terjadi bencana.

3. Sumber karbohidrat

Potret rolled oats (pixabay.com/panchenko_karyna)

Berbagai sumber karbohodrat juga tetap harus menjadi pilihan utama untuk disimpan sebelum terjadi krisis atau bencana. Karbohidrat berperan penting sebagai sumber energi utama saat aktivitas terbatas dan kondisi tubuh membutuhkan asupan. Pilih jenis makanan yang mudah dimasak (atau bahkan hanya diseduh) dan gak membutuhkan banyak bahan tambahan.

Kamu bisa menyiapkan beras instan, mi instan, oatmeal, dan sebagainya. Simpan semua bahan tersebut di dalam tempat atau wadah kering, tertutup rapat, dan bebas hama. Pastikan jumlahnya disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga dan durasi krisis yang diperkirakan. Idealnya, stok karbohidrat mencukupi untuk setidaknya 7–14 hari.

4. Makanan kering dan camilan yang tinggi energi

Potret energy bar (freepik.com/azerbaijan_stockers)

Dalam situasi darurat, makanan kering atau camilan sering kalijadi penyelamat saat waktu makan terbatas. Makanan jenis ini juga relatif ringan, mudah dibawa, dan tidak membutuhkan proses memasak. Hal ini penting jika kondisi krisis membatasi akses dapur atau listrik.

Kamu bisa menyiapkan biskuit, crackers, granola bar, dan energy bar sebagai asupan energi yang praktis dikonsumsi kapan saja. Pastikan camilan ini tidak mudah hancur dan kadar gulanya tidak terlalu tinggi.

5. Kacang-kacangan

Potret kacang-kacangan (pexels.com/Marta Branco)

Protein penting untuk menjaga daya tahan tubuh, terutama saat kondisi krisis. Selain dari makanan kaleng, sumber protein lain yang bisa disimpan lama adalah kacang-kacangan kering. Kacang merah, kacang hijau, lentil, dan kacang tanah memiliki masa simpan panjang serta mudah diolah.

Selain tinggi protein, kacang-kacangan juga mengandung serat yang baik untuk pencernaan selama terjadi krisisis atau bencana. Namun, jika memilki alergi pada makanan ini, sebaiknya tidak mengonsumsinya, ya!

Demikian rekomendasi makanan darurat krisis yang sebaiknya mulai kamu siapkan dari sekarang. Siapkan dan simpan barang-barang tersebut di tempat yang aman dan mudah diakses.

Kamu juga bisa memasukkannya ke dalam tas yang bisa dibawa kapan pun jika harus meninggalnya rumah. Jangan lupa untuk selalu memeriksa kondisinya setiap bulan untuk memastikan kelayakannya, ya!

Editorial Team