Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Potret bahan makanan di dalam kulkas
Potret bahan makanan di dalam kulkas (unsplash.com/Ello)

Memasuki bulan puasa yang tinggal menghitung hari, menyiapkan stok bahan makanan jadi salah satu cara cerdas, agar aktivitas memasak saat sahur dan berbuka jadi lebih praktis. Dengan persiapan yang matang, kamu gak perlu sering ke pasar atau bingung menentukan menu setiap hari. Waktu dan tenaga pun bisa dialokasikan untuk ibadah dan beristirahat.

Selain memudahkan, stok bahan makanan yang tepat juga membantu menjaga pola makan tetap seimbang selama puasa. Kamu bisa mengatur menu sahur dan berbuka, agar tidak melulu menyantap sajian instan atau gorengan.

Berikut daftar stok bahan makanan untuk puasa Ramadan yang sebaiknya harus disiapkan mulai dari sekarang. Simak sampai habis, ya!

1. Beras atau sumber karbohidrat lainnya

Potret beberapa jenis beras (vecteezy.com/Seksak Kerdkanno)

Stok bahan makanan pertama yang wajib ada di dapur untuk persiapan puasa adalah beras sebagai sumber karbohidrat. Bahan ini diolah menjadi nasi dan dikonsumsi saat sahur untuk bantu tubuh tetap berenergi, sehingga kuat menjalani aktivitas seharian.

Selain beras putih, kamu juga bisa menyiapkan alternatif lain, seperti beras merah, beras cokelat, atau nasi jagung. Beras jenis ini lebih tinggi serat dan membuat perut kenyang dalam waktu lebih lama.

2. Telur

Potret telur ayam (IDN Times/Melati Pramesthi)

Telur termasuk bahan makanan serbaguna yang mudah diolah dan cepat dimasak. Kandungan proteinnya membantu menjaga stamina tubuh selama berpuasa seharian. Kamu bisa mengolah telur menjadi telur rebus, dadar, atau campuran sup dan tumisan. Variasinya banyak, sehingga menu sahur atau berbuka tidak membosankan.

Selain itu, telur relatif tahan lama jika disimpan dengan baik dan benar. Tak perlu disimpan di kulkas, cukup di bagian dapur yang kering dan sejuk. Jumlahnya bisa menyesuaikan dengan jumlah orang di rumah.

3. Tahu dan tempe

Potret tempe mentah (pixabay.com/mochawalk)

Tahu dan tempe adalah sumber protein nabati yang harganya terjangkau dan mudah dibeli di berbagai tempat. Keduanya pun mudah dicerna dan cocok dikonsumsi saat sahur maupun berbuka.

Beragam olahan bisa dibuat dari tempe dan tahu, seperti tumisan, bacem, pepes, hingga orek. Jika dibuat orek tahu atau tempe, kamu akan mendapatkan stok lauk tinggal makan dan bisa awet dalam waktu lama.

4. Daging ayam atau sapi segar

Potret lapak daging ayam di Pasar Anyar Kota Bogor (IDN Times/Linna Susanti)

Selain protein nabati, tentu kamu juga butuh asupan protein hewani melalui daging ayam dan daging sapi. Keduanya cukup penting dikonsumsi selama puasa Ramadan untuk menjaga stamina dan memberikan energi untuk tubuh. Kamu bisa mengolahnya menjadi berbagai menu berbuka maupun sahur, seperti sup hingga tumisan sederhana.

Bagi daging ayam dan sapi dalam beberapa wadah, agar lebih praktis saat memasaknya. Masing-masing wadah digunakan untuk sekali masak. Selanjutnya, simpan daging di dalam freezer atau dibekukan, sehingga umur simpannya jadi lebih panjang.

5. Sayuran

Potret sayuran hijau di dalam kulkas (unsplash.com/Onur Burak Akın)

Sayuran yang tahan lama, seperti wortel, kol atau kubis, kembang kol, brokoli, dan labu siam, wajib jadi penghuni dapur atau kulkasmu selama puasa Ramadan. Bahan-bahan tersebut mudah diolah dan dikombinasikan dengan berbagai masakan. Kandungan serat dan vitamin dalam sayuran akan bantu pencernaan tetap lancar selama puasa.

Sayuran tersebut bisa kamu potong, cuci bersih, dan ditiriskan terlebih dahulu sebelum disimpan di dalam kulkas. Kamu juga bisa membaginya ke dalam beberapa wadah untuk sekali masak. Selain sayuran yang disebutkan di atas, kamu tetap bisa membeli sayuran lain, seperti bayam atau kangkung. Namun, sebaiknya sayuran jenis ini dibeli "dadakan" atau sehari sebelum masak karena cepat layu.

6. Frozen food

ilustrasi frozen food terpopuler saat Ramadan (unsplash.com/Eduardo Soares)

Frozen food atau makanan beku juga bisa jadi penyelamat apabila tidak sempat masak saat sahur dan berbuka puasa. Kamu juga bisa membeli nugget, sosis, bakso, smoked beef, hingga sayuran beku. Bahan ini cenderung praktis, karena tinggal diolah tanpa persiapan panjang.

Meski demikian, sebaiknya makanan beku ini tetap dikonsumsi secukupnya dan tidak setiap hari. Kamu bisa mengombinasikannya dengan sayuran, agar kandungan gizinya tetap lebih seimbang dan sehat.

7. Buah-buahan

Potret buah-buahan segar (pexels.com/Alleksana)

Buah-buahan menjadi pelengkap penting sebagai menu sahur maupun berbuka puasa. Selain bikin tubuh tetap bugar sejak sahur, buah-buahan akan bantu mengembalikan cairan dan energi tubuh setelah seharian berpuasa. Dengan adanya stok buah di rumah, kamu tidak perlu selalu membeli takjil manis yang tinggi gula.

Sebaiknya, pilih buah yang relatif awet, setidaknya disimpan dalam 3-5 hari. Di antaranya seperti apel, jeruk, pisang, atau pepaya. Buah-buahan ini juga mudah disajikan tanpa perlu banyak persiapan. Tinggal cuci bersih, potong, dan sajikan.

8. Umbi-umbian

Potret umbi-umbian sebagai produk pangan lokal (IDN Times/Daruwaskita)

Umbi-umbian seperti kentang, ubi jalar, singkong, dan talas wajib ada di dapur selama Ramadan. Bahan makanan ini kaya akan karbohidrat kompleks yang bisa memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga cocok dikonsumsi saat sahur. Kandungan seratnya juga membantu menjaga sistem pencernaan tetap lancar selama berpuasa.

Selain mengenyangkan, umbi-umbian termasuk bahan yang tahan lama jika disimpan dengan benar di tempat sejuk dan kering. Kamu bisa mengolahnya menjadi berbagai menu, mulai dari ubi panggang, perkedel kentang, kolak singkong, hingga sup untuk berbuka. Variasi yang banyak ini dijamin gak bikin bosan.

9. Kurma

Potret kurma sebagai stok bahan makanan Ramadan (IDN Times/Umi Kalsum)

Kurma identik dengan puasa dan Ramadan, karena menjadi sunnah berbuka puasa. Buah kurma mengandung gula alami, seperti glukosa dan fruktosa, yang cepat mengembalikan energi setelah seharian menahan lapar dan haus. Selain itu, kurma juga kaya serat, kalium, dan antioksidan yang baik untuk tubuh. Jenisnya juga banyak, mulai dari ajwa, sukari, medjool, safawi, dan sebagainya.

Menyimpan kurma di rumah memudahkan kamu untuk berbuka secara praktis, terutama jika waktu berbuka mepet atau sedang tidak sempat memasak menu takjil. Cukup makan tiga butir kurma dan minum air putih, tubuh langsung mendapatkan asupan energi.

Jika bosan makan kurma langsung, kamu bisa mengolahnya menjadi berbagai menu. Mulai dari smoothie, infused water, hingga campuran oatmeal untuk sahur.

10. Yoghurt

Potret yoghurt (unsplash.com/Sara Cervera)

Yoghurt menjadi salah satu stok penting saat puasa Ramadan, karena baik untuk kesehatan pencernaan. Produk olahan susu ini juga mengandung protein dan kalsium yang dibutuhkan tubuh. Mengonsumsi yoghurt saat sahur bisa membantu perut terasa lebih nyaman dan tidak mudah begah.

Kamu bisa menikmatinya langsung atau mencampurnya dengan buah, granola, dan madu. Selain itu, yoghurt praktis disimpan di kulkas dan mudah dikreasikan menjadi menu segar untuk berbuka. Seperti smoothie bowl, cheesecake, atau es krim.

Demikian daftar stok bahan makanan untuk puasa dan harus disiapkan mulai dari sekarang. Coba cek kulkas atau dapurmu, bahan mana saja yang belum ada! Selamat menyambut bulan Ramadan yang penuh keberkahan!

Editorial Team