Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Tips Memasak Tuna Patty untuk Isian Burger
ilustrasi tuna patty untuk burger (freepik.com/freepik)
  • Tuna kaleng bisa dijadikan alternatif patty burger yang ringan dan crispy, asal ditiriskan dulu agar adonan tidak lembek saat dimasak.
  • Tambahan lemon zest atau air lemon membantu memperkaya rasa sekaligus mengurangi aroma amis pada adonan tuna patty.
  • Gunakan bahan pengikat seperti telur dan tepung roti, istirahatkan di kulkas, lalu masak di wajan panas supaya patty padat dan matang merata.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Patty merupakan olahan daging pipih yang umum dipasangkan sebagai isian burger. Mulai dari daging sapi sampai ayam bisa dijadikan patty yang enak dan juicy.

Selain daging merah, patty juga dapat diolah dari ikan tuna kalengan. Rasanya ringan, lembut, dan crispy, cocok untuk kamu yang ingin burger berbeda. Biar makin enak, ikuti juga lima tips memasak tuna patty untuk isian burger di bawah ini!

1. Tiriskan tuna dari air rendamannya agar patty tidak basah

ilustrasi tuna kaleng (freepik.com/freepik)

Bahan utama tuna patty ini bisa berasal dari tuna kaleng yang berbentuk chunk atau potongan besar supaya lebih mudah dibentuk. Selain itu, lebih baik cari tuna yang direndam dalam air biasa agar rasanya bisa diatur sesuai selera.

Sebelumnya, tuna harus ditiriskan secara maksimal dari air rendamannya untuk mencegah patty basah. Bila terlalu soggy, adonan patty rentan rusak atau hancur ketika dimasak nanti.

2. Tambahkan lemon dalam adonan patty agar rasanya lebih kompleks

ilustrasi lemon zest (pexels.com/Skyler Ewing)

Bumbu pada tuna patty ini biasanya berasal dari garam, lada, mayones, dan lain-lain. Tetapi kamu bisa menambahkan kesegaran supaya rasa patty lebih ringan dan berwarna.

Bahan tersebut diperoleh dari tambahan lemon zest (parutan kulit lemon terluar) atau air lemon. Memasukkannya sedikit akan memperkaya rasa patty sekaligus mengusir aroma amis yang tertinggal pada adonan.

3. Tambahkan bahan pengikat agar patty tidak hancur

tepung roti (freepik.com/luis_molinero)

Mengingat tekstur ikan tuna begitu lembut, pastikan kamu memasukkan bahan pengikat untuk menjaga kelembutan dan tekstur patty agar tetap solid. Tepung roti, telur, serta mayones dapat dipakai untuk mengimbangi tekstur patty.

Perhatikan juga konsistensi adonan setelah semua bahan dimasukkan. Bila terlalu kering, kamu bisa menambahkan sedikit telur atau mayo. Sedangkan bila teksturnya terlampau basah, tambahkan tepung roti biar patty tidak hancur saat digoreng.

4. Istirahatkan patty sebelum dimasak agar lebih padat

ilustrasi patty burger (freepik.com/topntp26)

Sesaat setelah dibentuk, patty dari tuna ini perlu diistirahatkan terlebih dahulu supaya semua bahan menyatu dan teksturnya jadi lebih padat. Simpan dalam kulkas minimal 30 menit atau semalaman.

Langkah ini sangat penting karena suhu dingin akan membantu membuat patty lebih firm dan tidak mudah hancur sewaktu dimasak nanti. Bahkan kamu bisa memindahkan patty kaku di dalam freezer untuk stok sehari-hari.

5. Masak menggunakan wajan panas biar patty matang sempurna

ilustrasi memasak patty burger (pexels.com/Katerina Holmes)

Sebelum memasak patty, kamu perlu memanaskan wajan terlebih dahulu. Tambahkan sedikit minyak dan masukkan patty yang sudah tidak beku ke dalamnya (kalau kamu menyimpannya dalam freezer).

Pastikan patty dimasak sampai satu sisinya matang, baru dibalik dan masak sisi lainnya hingga matang sempurna. Gunakan api sedang-kecil untuk menjaga daging agar matang sampai ke dalam, terutama jika bentuk patty agak tebal.

Bila ingin membuat ala rumahan, kamu bisa menambahkan lima tips memasak tuna patty untuk isian burger agar hasilnya lembut, juicy, dan kaya rasa. Cocok saat kamu ingin menyantap patty tanpa daging merah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team