Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
soufflé cake
ilustrasi soufflé cake (vecteezy.com/arcadesign)

Soufflé cake dikenal dengan teksturnya yang ringan, lembut, dan mengembang cantik seperti awan. Sekilas terlihat simpel, tapi kenyataannya kue ini termasuk tricky karena sangat bergantung pada teknik dan ketelitian. Sedikit salah langkah saja, soufflé cake bisa bantat, turun drastis, atau terasa padat saat dimakan.

Buat kamu yang ingin mencoba bikin soufflé cake rumahan dengan hasil yang mendekati versi kafe atau bakery, ada beberapa rahasia penting yang perlu diperhatikan. Mulai dari cara mengocok telur sampai teknik memanggang, semuanya saling berkaitan. Berikut lima rahasia yang bisa kamu terapkan agar soufflé cake buatanmu lembut, ringan, dan gak bantat.

1. Gunakan telur segar dan pisahkan dengan rapi

ilustrasi pisahkan putih dan kuning telur (commons.wikimedia.org/Joel Kramer)

Telur adalah kunci utama dalam soufflé cake, terutama bagian putih telurnya. Pastikan kamu menggunakan telur yang masih segar karena putih telur segar lebih mudah mengembang dan stabil saat dikocok. Telur yang sudah lama cenderung menghasilkan busa yang lemah dan cepat turun.

Saat memisahkan kuning dan putih telur, lakukan dengan hati-hati agar tidak ada kuning telur yang masuk ke putihnya. Sedikit saja lemak dari kuning telur bisa mengganggu proses pengocokan putih telur. Gunakan wadah yang bersih dan kering supaya hasilnya maksimal.

Dengan telur yang tepat dan proses pemisahan yang benar, kamu sudah punya fondasi kuat untuk menghasilkan soufflé cake yang ringan dan mengembang sempurna.

2. Kocok putih telur sampai soft peak, bukan overbeat

ilustrasi kocok putih telur (vecteezy.com/Srinrat Wuttichaikitcharoen)

Mengocok putih telur memang terlihat sepele, tapi tahap ini sangat menentukan tekstur akhir soufflé cake. Kocok putih telur hingga mencapai soft peak, yaitu kondisi ketika busa mengembang dan ujungnya melengkung lembut saat whisk diangkat. Tekstur ini paling ideal untuk menghasilkan kue yang ringan.

Jika putih telur dikocok terlalu lama hingga stiff peak atau bahkan overbeat, busanya akan kaku dan sulit tercampur dengan adonan lain. Akibatnya, adonan bisa pecah dan soufflé cake justru kehilangan udara yang dibutuhkan untuk mengembang.

Dengan konsistensi soft peak, adonan akan lebih mudah tercampur dan tetap menyimpan udara. Inilah yang membuat tekstur soufflé cake terasa lembut dan airy saat matang.

3. Campur adonan dengan teknik lipat yang lembut

Ilustrasi aduk adonan (shutterstock.com/Marcin Wos)

Setelah putih telur siap, proses mencampurnya ke adonan utama harus dilakukan dengan teknik yang tepat. Gunakan teknik lipat perlahan menggunakan spatula, bukan diaduk atau diaduk cepat. Gerakan yang terlalu kasar bisa mengempiskan udara di dalam adonan.

Masukkan putih telur secara bertahap agar lebih mudah tercampur. Awali dengan sebagian kecil untuk meringankan adonan, lalu lanjutkan dengan sisa putih telur. Teknik ini membantu menjaga struktur adonan tetap ringan.

Semakin lembut kamu melipat adonan, semakin besar peluang soufflé cake mengembang dengan cantik. Tekstur akhirnya pun akan terasa halus dan gak berat di mulut.

4. Gunakan loyang yang tepat dan siapkan dengan benar

ilustrasi olesi loyang (pexels.com/Felicity Tai)

Pemilihan dan persiapan loyang sering kali dianggap remeh, padahal berpengaruh besar pada hasil soufflé cake. Gunakan loyang yang sesuai ukuran resep agar adonan bisa mengembang dengan proporsional. Loyang yang terlalu besar bisa membuat kue melebar dan kurang tinggi.

Lapisi loyang dengan kertas baking atau oles tipis mentega sesuai kebutuhan resep. Beberapa resep juga menyarankan melapisi sisi loyang dengan cara tertentu agar adonan bisa “memanjat” ke atas saat dipanggang.

Dengan loyang yang tepat dan persiapan yang rapi, soufflé cake akan mengembang lebih stabil dan bentuknya tetap cantik setelah matang.

5. Panggang dengan suhu stabil dan jangan sering buka oven

ilustrasi oven adonan (vecteezy.com/Seksan Wangjaisuk)

Soufflé cake sangat sensitif terhadap perubahan suhu. Pastikan oven sudah dipanaskan terlebih dahulu dan gunakan suhu sesuai resep. Suhu yang stabil membantu adonan mengembang perlahan dan matang merata.

Hindari membuka oven terlalu sering saat proses memanggang karena perubahan suhu mendadak bisa membuat kue turun. Jika perlu mengecek kematangan, lakukan di akhir waktu panggang dan dengan cepat.

Setelah matang, biarkan soufflé cake sedikit mendingin sebelum dikeluarkan dari loyang. Dengan proses memanggang yang tepat, tekstur kue akan tetap lembut, ringan, dan gak bantat.

Membuat soufflé cake memang butuh kesabaran dan ketelitian, tapi hasilnya sebanding dengan usaha yang kamu lakukan. Dengan memahami lima rahasia di atas, kamu bisa menghasilkan soufflé cake rumahan yang lembut, ringan, dan tampil menggoda. Cocok dinikmati sendiri atau disajikan sebagai dessert spesial di rumah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team