Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Lavender cake
ilustrasi lavender cake (vecteezy.com/arcadesign)

Lavender cake dikenal dengan aroma floral yang lembut dan kesan menenangkan sejak pertama kali tercium. Tapi di dapur rumahan, banyak orang ragu mencobanya karena takut rasanya terlalu kuat, pahit, atau malah terasa seperti sabun. Padahal, kalau diolah dengan tepat, lavender justru bisa memberi sensasi calm dan comforting yang pas buat teman minum teh atau momen santai di rumah.

Kuncinya ada pada takaran, pemilihan bahan, dan cara mengolah aroma lavender supaya tetap halus di lidah. Lima tips berikut bisa kamu terapkan biar lavender cake buatan sendiri terasa seimbang, wangi lembut, dan tetap nyaman dinikmati siapa aja.

1. Gunakan lavender food grade dengan jumlah minimal

ilustrasi lavender food grade (vecteezy.com/Anh Pham Tuan)

Lavender untuk baking harus dipastikan food grade, bukan bunga hias atau aromaterapi. Jenis yang aman biasanya sudah dikeringkan khusus untuk konsumsi dan aromanya lebih bersih. Ini penting supaya rasa kuenya tetap nyaman dan gak meninggalkan aftertaste aneh.

Dalam pemakaian, lavender sebaiknya digunakan sangat sedikit. Terlalu banyak justru bikin rasa pahit dan aroma menyengat. Sedikit saja sudah cukup untuk memberi karakter tanpa mendominasi.

Anggap lavender sebagai aksen, bukan rasa utama. Dengan takaran kecil, kue kamu tetap terasa lembut dan calming, bukan bikin kaget sejak gigitan pertama.

2. Infus lavender ke cairan, bukan dicampur mentah

ilustrasi Infus lavender ke cairan (vecteezy.com/Hussain Khan)

Daripada mencampurkan bunga lavender langsung ke adonan, lebih aman menginfusnya ke cairan seperti air panas, susu atau krim. Cara ini bikin aroma keluar lebih halus dan menyebar merata. Rasa pahit juga lebih terkontrol.

Proses infus cukup dengan memanaskan cairan lalu merendam lavender sebentar. Setelah aromanya keluar, saring sebelum digunakan. Hasilnya lebih bersih dan nyaman di lidah.

Teknik ini bikin lavender cake terasa lebih smooth. Aromanya hadir perlahan, gak tiba-tiba kuat, dan jauh lebih comforting saat dimakan.

3. Padukan dengan rasa netral dan hangat

ilustrasi tuang madu (commons.wikimedia.org/Alabama Extension)

Lavender paling cocok dipadukan dengan rasa yang netral dan lembut seperti vanilla, madu, atau lemon tipis. Kombinasi ini membantu menyeimbangkan aroma floral supaya gak terasa asing. Cake pun jadi lebih ramah buat banyak lidah.

Hindari terlalu banyak rasa kuat lain seperti cokelat pekat atau kopi. Perpaduan yang terlalu bold bisa bikin lavender terasa tabrakan dan kehilangan kesan tenangnya.

Dengan pairing yang tepat, lavender cake kamu terasa hangat dan menenangkan. Setiap gigitan punya rasa yang lembut dan gak bikin cepat enek.

4. Jaga tekstur cake tetap ringan dan moist

ilustrasi mix adonan (freepik.com/freepik)

Aroma calming dari lavender akan lebih terasa kalau tekstur kue juga mendukung. Cake yang terlalu padat atau kering bikin sensasi makan jadi berat. Ini bisa mengurangi kesan nyaman yang seharusnya kamu dapat.

Gunakan teknik mixing yang lembut dan jangan overmix adonan. Pastikan juga rasio lemak dan cairan seimbang supaya hasil akhirnya moist tapi tetap ringan.

Tekstur yang pas bikin lavender cake terasa lebih “soft” secara keseluruhan. Bukan cuma aromanya yang menenangkan, tapi juga sensasi saat dikunyah.

5. Sajikan dalam porsi kecil dan sederhana

ilustrasi lavender cake (vecteezy.com/arcadesign)

Lavender cake paling enak dinikmati dalam porsi kecil. Potongan tipis atau ukuran loaf kecil sudah cukup untuk memberi rasa puas tanpa terasa berlebihan. Ini juga membantu aroma tetap subtle.

Hindari topping yang terlalu ramai. Taburan gula halus, glaze tipis, atau disajikan polos justru bikin karakter lavender lebih terasa. Kesederhanaan jadi kunci kenyamanan.

Dengan penyajian yang simpel, lavender cake rumahan kamu bisa jadi camilan yang pas buat jeda. Rasanya tenang, aromanya lembut, dan suasananya bikin kamu ingin pelan-pelan menikmati momen.

Lavender cake memang butuh sedikit perhatian ekstra, tapi hasilnya sepadan. Dengan teknik yang tepat, kamu bisa menghadirkan kue rumahan yang gak cuma enak, tapi juga memberi rasa calm dan comforting di tengah hari yang padat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team