Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Tips Membuat Biscoff Cheesecake untuk Dessert Buka Puasa
ilustrasi Biscoff cheesecake (vecteezy.com/IKROM MA-ELA)
  • Biscoff cheesecake jadi dessert favorit buka puasa berkat perpaduan rasa karamel-rempah dan tekstur creamy yang lembut di mulut.
  • Proses penting meliputi pemadatan base biskuit, penggunaan cream cheese suhu ruang, serta pengaturan takaran selai Biscoff agar manisnya seimbang.
  • Pemanggangan dengan suhu stabil dan pendinginan semalaman memastikan tekstur cheesecake tetap lembut, set sempurna, dan tampil menggoda saat disajikan dingin.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Dessert manis selalu jadi penutup yang dinanti saat buka puasa. Salah satu yang sedang banyak digemari adalah Biscoff cheesecake dengan rasa karamel-rempah yang khas dan tekstur creamy yang lumer di mulut. Perpaduan cream cheese dan selai Biscoff menghadirkan sensasi manis yang hangat, cocok jadi sajian spesial setelah seharian menahan lapar dan haus.

Supaya hasilnya lembut, gak retak, dan rasa Biscoff-nya tetap terasa kuat tanpa bikin enek, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan. Mulai dari base biskuit sampai proses pendinginan, semua berpengaruh pada tekstur dan rasa akhir. Berikut lima tips membuat Biscoff cheesecake untuk dessert buka puasa yang bisa kamu coba.

1. Padatkan base biskuit dengan benar

ilustrasi crust biskuit (commons.wikimedia.org/sunny mama)

Base yang kokoh jadi fondasi penting untuk cheesecake. Gunakan biskuit Lotus Biscoff yang dihancurkan halus, lalu campur dengan mentega cair hingga teksturnya seperti pasir basah. Pastikan semua bagian tercampur rata supaya gak ada bagian yang terlalu kering.

Saat memasukkan ke loyang, tekan adonan biskuit dengan dasar gelas atau sendok hingga benar-benar padat dan rata. Tekanan yang merata membantu base tidak mudah hancur saat dipotong.

Simpan base di kulkas minimal 20–30 menit sebelum dituangi adonan cheesecake. Langkah ini bikin lapisan bawah lebih set dan gak mudah bercampur dengan filling.

2. Gunakan cream cheese suhu ruang

ilustrasi cream cheese (vecteezy.com/Andrey Starostin)

Cream cheese yang masih dingin cenderung menggumpal saat dikocok. Keluarkan dari kulkas sekitar 30–60 menit sebelum digunakan agar teksturnya lebih lembut dan mudah tercampur.

Kocok cream cheese terlebih dahulu sampai halus sebelum menambahkan gula dan bahan lain. Proses ini membantu menghasilkan adonan yang lebih smooth dan minim butiran.

Tekstur awal yang halus akan memengaruhi hasil akhir cheesecake. Semakin lembut adonannya, semakin creamy hasilnya setelah matang dan didinginkan.

3. Atur takaran selai Biscoff agar manisnya pas

ilustrasi selai Biscoff (vecteezy.com/Kseniia Chunaeva)

Selai Biscoff sudah memiliki rasa manis dan karamel yang cukup kuat. Kurangi sedikit takaran gula dalam resep supaya hasil akhirnya gak terlalu enek, terutama untuk dessert buka puasa.

Campurkan selai Biscoff secara bertahap ke dalam adonan dan aduk perlahan hingga tercampur rata. Kamu juga bisa membuat swirl di bagian atas untuk tampilan yang lebih cantik. Dengan komposisi yang seimbang, rasa creamy dari keju dan manis khas Biscoff akan menyatu tanpa terasa berlebihan.

4. Panggang dengan suhu stabil dan teknik lembap

Ilustrasi oven kue (unsplash.com/David Trinks)

Gunakan suhu oven yang stabil dan cenderung rendah agar cheesecake matang perlahan. Kamu bisa memakai teknik water bath supaya teksturnya lebih lembut dan permukaannya gak mudah retak.

Balut bagian luar loyang dengan aluminium foil agar air tidak masuk ke dalam adonan. Uap air dari water bath membantu menjaga kelembapan selama proses pemanggangan. Cheesecake yang matang perlahan akan menghasilkan tekstur padat lembut dan lebih creamy saat dipotong.

5. Dinginkan semalaman agar teksturnya set sempurna

ilustrasi Biscoff cheesecake (vecteezy.com/Woranuch)

Setelah matang, biarkan ø dingin di suhu ruang terlebih dahulu sebelum masuk kulkas. Proses pendinginan bertahap membantu menjaga struktur tetap stabil. Simpan di kulkas minimal empat jam, atau lebih ideal semalaman. Waktu ini membuat filling benar-benar set dan rasa Biscoff semakin menyatu.

Saat disajikan dalam kondisi dingin, teksturnya terasa lebih lembut dan potongannya rapi. Cocok banget jadi dessert buka puasa yang manisnya pas dan tampilannya menggoda.

Dengan teknik yang tepat dan komposisi seimbang, Biscoff cheesecake buatanmu bisa jadi highlight di meja berbuka. Teksturnya creamy, rasanya kaya, dan tetap nyaman dinikmati setelah seharian berpuasa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team