ilustrasi merayakan tahun baru Imlek (pexels.com/Angela Roma)
Kue chui kao so identik dengan perayaan Imlek dan menjadi bagian dari tradisi masyarakat Tionghoa dalam menyambut Tahun Baru. Bentuknya yang bulat melambangkan keutuhan, kebersamaan, dan harapan agar keluarga selalu utuh sepanjang tahun. Taburan wijen di permukaannya dipercaya merepresentasikan rezeki yang berlimpah dan kehidupan yang terus bertumbuh, sejalan dengan makna Imlek sebagai momen membuka lembaran baru dengan doa kemakmuran dan keberuntungan.
Selain maknanya, kue chui kao so juga menjadi simbol keramahan dan rasa syukur. Kue ini biasanya disajikan untuk menjamu tamu yang datang bersilaturahmi saat Imlek, sebagai bentuk penghormatan dan doa baik bagi siapa pun yang mencicipinya. Teksturnya yang renyah dengan rasa manis yang seimbang mencerminkan harapan akan kehidupan yang harmonis, tidak berlebihan, dan penuh keseimbangan, sehingga menjadikannya lebih dari sekadar camilan, melainkan bagian dari cerita budaya yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Chui kao so memang punya daya tarik tersendiri, mulai dari rasa manisnya yang pas, taburan wijen yang harum, hingga maknanya yang lekat dengan perayaan Imlek. Dengan mengikuti resep dari Luvita Ho ini, kamu bisa menghadirkan nuansa Imlek yang hangat dan autentik langsung dari dapur rumah sendiri.
Jadi, kalau kamu sedang menyiapkan camilan khas untuk menyambut Tahun Baru Imlek, resep chui kao so ini bisa jadi pilihan yang tepat. Sajikan untuk keluarga, bagikan ke orang terdekat, dan biarkan setiap gigitannya membawa suasana Imlek yang penuh kehangatan dan harapan baru.