Kalau kamu sering jalan-jalan ke Yogyakarta pasti tidak asing lagi dengan kuliner mi lethek. Makanan yang berasal dari Srandakan, Bantul, ini rasanya gurih dan sering disajikan dalam bentuk mi kuah atau mi goreng.
Berbeda dengan mi yang biasanya kamu makan, mi lethek ini berbahan dasar tepung tapioka atau tepung singkong dan masih dibuat dengan cara tradisional.
Nama 'lethek' sendiri dalam bahasa Jawa bermakna kotor atau keruh. Sebab, tampilan mi ini memang kurang cantik dan warnanya cenderung abu-abu.
Meski begitu, rasanya tidak kalah enak dengan mi lainnya. Mi lethek juga tidak mengandung pewarna buatan, pengawet, dan zat kimia lainnya.
Penasaran seperti apa rasanya? Berikut resep mi lethek khas Bantul yang nikmat dan gurihnya melekat di lidah.