Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Tips Membuat Puding Kurma Lembut, Cocok untuk Hidangan Berbuka!
ilustrasi puding kurma (pexels.com/Võ Văn Tiến)
  • Puding kurma jadi hidangan favorit saat Ramadan karena rasa manis alaminya, tekstur lembut, dan kandungan nutrisi dari buah kurma yang menambah energi setelah berpuasa.
  • Kunci kelembutan puding terletak pada pemilihan kurma berkualitas, keseimbangan susu dan santan, serta proses memasak dengan api kecil agar adonan matang merata.
  • Penyaringan adonan dan pendinginan bertahap penting untuk hasil akhir yang halus, tidak berair, serta tampilan elegan yang cocok disajikan sebagai menu berbuka keluarga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Berbuka puasa selalu identik dengan hidangan manis yang lembut dan menyegarkan. Salah satu menu yang semakin populer adalah puding kurma, karena rasanya manis alami dengan tekstur yang halus di lidah. Perpaduan kurma yang legit dan sensasi lembut puding menghadirkan pengalaman rasa yang terasa hangat sekaligus menenangkan setelah seharian menahan lapar.

Kurma sendiri dikenal sebagai buah yang kaya nutrisi dan sering jadi pilihan utama saat Ramadan. Ketika diolah menjadi puding dengan sentuhan creamy texture, hasilnya terasa lebih istimewa dan cocok jadi sajian keluarga. Supaya hasilnya lembut, gak berair, dan tetap elegan saat disajikan, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan. Yuk, simak tips berikut supaya puding kurma terasa makin spesial saat berbuka!

1. Pilih kurma berkualitas dengan rasa manis alami

ilustrasi kurma (pexels.com/Valeria Boltneva)

Pemilihan kurma menjadi fondasi utama dalam resep puding ini. Gunakan kurma yang teksturnya lembut dan punya rasa manis alami yang seimbang, seperti jenis Medjool atau Ajwa. Kurma berkualitas akan memberi cita rasa legit tanpa perlu tambahan gula berlebihan.

Sebelum diolah, pastikan biji kurma sudah dipisahkan dan daging buahnya direndam sebentar dalam air hangat. Proses ini membantu tekstur kurma lebih halus saat dihaluskan bersama bahan lain. Hasil akhirnya akan terasa lebih menyatu dan menghadirkan rasa manis yang alami serta elegan.

2. Gunakan susu dan santan dengan komposisi seimbang

ilustrasi santan dan susu (freepik.com/azerbaijan_stockers)

Kombinasi susu dan santan berperan besar dalam menciptakan tekstur lembut. Susu memberi kesan ringan dan creamy, sementara santan menghadirkan aroma khas yang lebih kaya. Komposisi yang seimbang membantu rasa puding tetap harmonis tanpa terasa terlalu berat.

Takaran yang tepat mencegah puding terasa terlalu padat atau justru terlalu cair. Penggunaan santan segar biasanya memberi aroma lebih wangi dibanding santan instan. Dengan keseimbangan ini, puding kurma terasa lembut dan nyaman saat disantap setelah berbuka.

3. Masak dengan api kecil agar tekstur tetap halus

ilustrasi memasak api kecil (pixabay.com/PublicDomainPictures)

Proses pemasakan sering dianggap sepele, padahal sangat menentukan hasil akhir. Gunakan api kecil sambil terus mengaduk supaya adonan matang merata. Suhu yang terlalu tinggi bisa membuat tekstur menggumpal dan kehilangan kelembutannya.

Mengaduk secara konsisten membantu semua bahan tercampur sempurna. Teknik ini juga mencegah bagian bawah adonan cepat mengeras sebelum matang merata. Dengan kesabaran dalam proses ini, hasil puding akan terasa lebih lembut dan stabil.

4. Saring adonan sebelum dituangkan ke cetakan

ilustrasi menyaring (pexels.com/Los Muertos Crew)

Langkah penyaringan sering dilewatkan, padahal efeknya cukup signifikan. Menyaring adonan membantu memisahkan serat kasar kurma yang belum benar-benar halus. Proses ini membuat tekstur akhir lebih lembut dan tampilan lebih mulus.

Adonan yang halus memberi sensasi lembut saat disentuh sendok. Permukaannya pun terlihat lebih rapi dan menarik saat disajikan di meja makan. Detail kecil ini membuat puding kurma terlihat lebih profesional dan menggugah selera.

5. Dinginkan secara bertahap agar tidak berair

ilustrasi puding (pexels.com/SimplyArt4794)

Setelah dituangkan ke cetakan, biarkan puding berada di suhu ruang terlebih dahulu sebelum masuk ke lemari es. Perubahan suhu yang terlalu drastis bisa memengaruhi struktur gel dan membuat permukaan berembun. Pendinginan bertahap membantu tekstur tetap stabil dan gak mudah berair.

Biarkan puding mengeras sempurna sebelum disajikan. Waktu pendinginan yang cukup membuat rasa dan aroma kurma lebih menyatu. Saat dipotong, teksturnya akan terasa lembut namun tetap kokoh, sehingga cocok jadi hidangan manis yang elegan saat berbuka.

Puding kurma bukan sekadar hidangan manis, tapi juga simbol kehangatan saat Ramadan. Dengan teknik yang tepat, hasilnya bisa terasa lembut, kaya rasa, dan memanjakan lidah. Detail kecil dalam proses pengolahan sering menjadi kunci keberhasilan. Sajian sederhana ini bisa menghadirkan momen berbuka yang lebih berkesan dan penuh rasa syukur.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAgsa Tian