Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi salmon tempura
ilustrasi salmon tempura (delicious.com.au)

Intinya sih...

  • Gunakan salmon segar dan potong dengan ukuran yang tepat untuk menjaga rasa dan tekstur tempura.

  • Adonan tempura dingin membantu menciptakan lapisan renyah, hindari suhu minyak terlalu panas atau dingin saat menggoreng.

  • Goreng dalam jumlah sedikit, tiriskan dengan benar agar tetap renyah, dan pastikan suhu minyak stabil.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Salmon tempura merupakan salah satu hidangan yang memadukan cita rasa ikan segar dengan teksturnya khas gorengan Jepang. Walau mungkin terlihat seperti menu sederhana, namun proses membuat salmon tempura ternyata memerlukan teknik yang tepat agar hasilnya tidak sampai lembek dan tetap terasa ringan ketika disantap.

Kesalahan dalam proses pemilihan bahan atau teknik menggoreng akan membuat setiap lapisan tempura menyerap terlalu banyak minyak dan mepengaruhi teksturnya. Simaklah beberapa tips berikut ini untuk membuat salmon tempura yang renyah dan tidak terlalu berminyak.

1. Gunakan salmon segar dan potong dengan ukuran yang tepat

ilustrasi salmon (unsplash.com/David B Townsend)

Kualitas salmon sangat memengaruhi rasa dan tekstur akhir dari tempura yang dihasilkan. Salmon segar pada umumnya memiliki serat yang padat dan rasa alami yang manis, sehingga akan tetap lezat walau hanya dibalut dengan adonan tipis.

Potongan sama sebaiknya tidak sampai terlalu tebal agar kematangannya merata ketika digoreng. Ukuran yang seragam dapat membantu untuk menjaga tekstur daging tetap lembut tanpa membuat lapisan tempura jadi cepat mengalami gosong.

2. Gunakan adonan tempura dingin

ilustrasi adonan (unsplash.com/Aneta Pawlik)

Adonan tempura memang sebaiknya dibuat dari campuran tepung dan air es agar menghasilkan tekstur yang lebih ringan dan renyah. Suhu dingin dapat membantu mencegah terbentuknya gluten berlebih yang mungkin dapat membuat lapisan gorengan menjadi lebih keras.

Adonan tidak perlu diaduk terlalu lama agar tetap memiliki tekstur yang terasa kasar. Justru konsistensi yang ada akan menciptakan lapisan tempura yang terlihat berongga dan renyah pada saat digoreng.

3. Perhatikan suhu minyak saat menggoreng

ilustrasi menggoreng (unsplash.com/Rogerio Lau)

Minyak goreng harus berada pada suhu yang tepat agar salmon tempura matang sempurna tanpa menyerap terlalu banyak minyak. Suhu ideal biasanya berada pada kisaran sedang hingga panas, sehingga adonan bisa langsung mengembang pada saat dimasukkan ke dalam minyak.

Jika minyak terlalu dingin, maka tempura akan menjadi berminyak dan pada akhirnya kurang renyah. Sebaliknya, jika minyak terlalu panas justru akan membuat lapisan luarnya cepat kecoklatan, sementara bagian dalamnya justru belum matang.

4. Goreng dalam jumlah sedikit dan tiriskan dengan benar

ilustrasi menggoreng (pexels.com/Caio)

Menggoreng salmon dalam jumlah sedikit ternyata cukup efektif untuk memastikan suhu minyaknya tetap terjaga dengan stabil. Cara ini juga dapat mencegah potongan salmon saling menempel dan justru berpotensi merusak lapisan tempuranya.

Setelah digoreng, maka salmon tempura sebaiknya dapat ditiriskan di atas rak atau kertas penyerap minyak agar tidak sampai berubah lembek. Proses ini juga dapat mengurangi sisa minyak dan mempertahankan kerenyahan tempura untuk waktu yang lebih lama.

Membuat salmon tempura yang renyah dan lezat memerlukan perhatian pada detail kecil. Dengan menerapkan beberapa tips di atas, maka salmon tempura buatan rumah tetap memiliki kualitas yang tidak kalah dengan yang ada di restoran. Perpaduan teksturnya dan daging salmon yang lembut akan memberikan pengalaman makan yang memuaskan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAgsa Tian