Siapa yang Berisiko Terkena Infeksi Menular Seksual? Ini Penjelasannya

Siapa yang Berisiko Terkena Infeksi Menular Seksual? Ini Penjelasannya
Infeksi Menular Seksual (pribadi)
Share Article

Infeksi menular seksual sering kali dianggap hanya menyerang kelompok tertentu. Anggapan tersebut kurang tepat karena pada dasarnya siapa pun yang aktif secara seksual dapat mengalami infeksi apabila terpapar bakteri, virus, atau parasit penyebab penyakit. Meski demikian, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ada kelompok tertentu yang memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan populasi umum.

Memahami faktor risiko bukan bertujuan untuk memberi stigma, melainkan agar setiap orang dapat mengambil langkah pencegahan yang sesuai. Dengan mengetahui siapa yang lebih rentan, deteksi dini dan pengobatan dapat dilakukan lebih cepat sehingga risiko komplikasi maupun penularan kepada pasangan dapat ditekan.

Apa Itu Infeksi Menular Seksual?

Penyakit menular seksual adalah infeksi yang terutama ditularkan melalui hubungan seksual, baik vaginal, anal, maupun oral. Penyebabnya dapat berupa bakteri seperti gonore, klamidia, dan sifilis, maupun virus seperti HIV, herpes simpleks, serta human papillomavirus (HPV).

Beberapa jenis infeksi juga dapat ditularkan melalui darah yang terkontaminasi atau dari ibu kepada bayi selama kehamilan dan persalinan.

Siapa yang Memiliki Risiko Lebih Tinggi?

1. Orang dengan Pasangan Seksual Lebih dari Satu.

Semakin banyak pasangan seksual, semakin besar kemungkinan seseorang terpapar mikroorganisme penyebab penyakit menular seksual. Risiko meningkat apabila hubungan seksual dilakukan tanpa perlindungan.

2. Orang yang Tidak Menggunakan Kondom.

Kondom dapat membantu menurunkan risiko penularan berbagai penyakit menular seksual. Tidak menggunakan kondom secara konsisten membuat peluang penularan menjadi lebih tinggi.

3. Pasangan dari Penderita Penyakit Menular Seksual.

Seseorang yang memiliki pasangan dengan diagnosis PMS memiliki risiko tinggi tertular apabila belum mendapatkan penanganan dan masih melakukan hubungan seksual.

4. Remaja dan Dewasa Muda yang Aktif Secara Seksual.

Kelompok usia muda merupakan salah satu kelompok yang paling sering dilaporkan mengalami infeksi menular seksual. Faktor perilaku seksual, kurangnya edukasi kesehatan reproduksi, serta rendahnya kesadaran melakukan skrining menjadi beberapa penyebabnya.

5. Pengguna Jarum Suntik Bergantian.

Beberapa penyakit seperti HIV dan hepatitis B dapat ditularkan melalui darah. Penggunaan jarum suntik secara bergantian meningkatkan risiko penularan.

6. Orang yang Tidak Pernah Melakukan Pemeriksaan.

Banyak penyakit menular seksual berkembang tanpa gejala. Orang yang tidak pernah menjalani pemeriksaan kesehatan seksual berisiko tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi.

Faktor yang Meningkatkan Risiko Penularan.

Selain kelompok di atas, terdapat beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan kemungkinan tertular IMS.

  • Kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan seksual.
  • Riwayat penyakit menular seksual sebelumnya.
  • Tidak menyelesaikan pengobatan hingga tuntas.
  • Menunda pemeriksaan ketika muncul gejala.
  • Tidak memberi tahu pasangan setelah didiagnosis mengalami IMS.

Gejala Penyakit Menular Seksual

Sebagian penderita tidak mengalami keluhan. Namun, beberapa gejala berikut perlu diwaspadai:

  • Keluar cairan tidak normal dari penis atau vagina.
  • Nyeri saat buang air kecil.
  • Luka atau lepuhan pada alat kelamin.
  • Benjolan menyerupai kutil.
  • Gatal di area genital.
  • Nyeri ketika berhubungan seksual.
  • Perdarahan di luar siklus menstruasi.
  • Ruam pada kulit.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.

Apabila mengalami salah satu atau beberapa gejala tersebut, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Mengapa Pemeriksaan Dini Sangat Penting?

Pemeriksaan sejak dini memiliki banyak manfaat, di antaranya:

1. Memastikan Penyebab Infeksi.

Gejala beberapa penyakit menular seksual sering kali mirip sehingga diperlukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan diagnosis.

2. Mempercepat Pengobatan.

Semakin cepat infeksi diketahui, semakin besar peluang keberhasilan terapi dan semakin kecil risiko komplikasi.

3. Mencegah Penularan.

Seseorang yang mengetahui status kesehatannya dapat mengambil langkah untuk melindungi pasangan dan mencegah penyebaran infeksi.

4. Mengurangi Risiko Gangguan Kesuburan.

Beberapa infeksi bakteri dapat menyebabkan kerusakan pada organ reproduksi apabila tidak segera diobati.

Kesimpulan:

Penyakit menular seksual dapat dialami oleh siapa saja, tetapi beberapa kelompok memiliki risiko yang lebih tinggi, seperti orang yang memiliki lebih dari satu pasangan seksual, tidak menggunakan kondom, atau tidak pernah menjalani pemeriksaan kesehatan seksual. Memahami faktor risiko, mengenali gejala, serta melakukan pemeriksaan sejak dini merupakan langkah penting untuk mencegah komplikasi dan melindungi kesehatan diri maupun pasangan.

Pertanyaan Umum.

Apakah penyakit menular seksual hanya menyerang orang yang memiliki banyak pasangan?

Tidak. Seseorang tetap dapat tertular penyakit menular seksual meskipun hanya memiliki satu pasangan apabila pasangannya telah terinfeksi.

Apakah penggunaan kondom dapat menghilangkan risiko penularan sepenuhnya?

Tidak. Kondom dapat menurunkan risiko penularan berbagai PMS, tetapi tidak memberikan perlindungan 100 persen terhadap semua jenis infeksi.

Mengapa sebagian penderita tidak mengalami gejala?

Beberapa penyakit menular seksual memang dapat berkembang tanpa gejala, terutama pada tahap awal infeksi.

Siapa yang perlu melakukan pemeriksaan penyakit menular seksual?

Pemeriksaan dianjurkan bagi orang yang memiliki faktor risiko, mengalami gejala, memiliki pasangan yang terdiagnosis PMS, atau pernah melakukan hubungan seksual tanpa perlindungan.

Apakah penyakit menular seksual dapat menyebabkan gangguan kesuburan?

Ya. Beberapa infeksi seperti gonore dan klamidia dapat merusak organ reproduksi apabila tidak segera diobati.

Bagaimana cara terbaik mencegah penyakit menular seksual?

Gunakan kondom secara benar, batasi jumlah pasangan seksual, lakukan vaksinasi yang dianjurkan, hindari berbagi jarum suntik, dan lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala jika memiliki faktor risiko.

Referensi:

  • https://id.wikipedia.org/wiki/Penyakit_menular_seksual
  • https://eprints.poltekkesjogja.ac.id/9386/4/Chapter%20II%20ok%20%281%29.pdf
  • https://cerupon.web.id/tanda-tanda-infeksi-menular-seksual-yang-sering-diabaikan-pada-pria-dan-wanita/

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article
    Topics
    Editorial Team