instagram.com/itsokaytonotbeokay_tvn
Dongeng yang berada penghujung drama sekaligus kolaborasi Ko Moon Young dan Moon Sang Tae ini mencerminkan perjalanan hidup mereka dan orang-orang disekitarnya. Diceritaka tiga remaja yang hidup bersama dalam kastil di tengah hutan dan jati dirinya dirampas oleh Penyihir Bayangan. Anak Kotak, Anak Bertopeng, dan Si Tong Kosong.
Mereka bertiga melakukan perjalanan bersama hingga bertemu dengan ibu rubah yang kehilangan anaknya dan badut yang menari di ladang berduri. Mereka pun menolong keduanya untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Hingga suatu hari, Penyihir Bayangan muncul dan menculik Anak Bertopeng dan Tong Kosong.
Si Anak Kotak mencari kedua temannya dan menemukan mereka dikurung dalam gua yang gelap. Sayangnya, anak itu tidak bisa masuk ke gua karena kotak yang dia pakai terlalu besar.
Anak Bertopeng berkata,
"Pergilah yang jauh, jangan mencemaskan kami. Penyihir Bayangan akan kembali."
Demi menolong teman-temannya, Anak Kotak dengan berani melepaskan kotak yang digunakannya dan masuk ke gua. Setelah keluar dari gua, Anak Bertopeng dan Tong Kosong melihat wajah Anak Kotak yang dipenuhi lumpur hingga ketiganya tertawa terbahak-bahak dan membuat topeng Anak Bertopeng terlepas. Tanpa disadari, ketiganya berhasil menemukan jati diri mereka yang sesungguhnya dan anehnya mereka justru merasa bahagia.
Dari dongeng ini dapat terlihat jika hal yang dirampas oleh Penyihir Bayangan bukan jati diri mereka yang sesungguhnya, tapi keberanian untuk mencari kebahagiaan. Menarik, ya.
Kelima dongeng yang diusung dalam drama ini bukan hanya menjadi pendukung profesi Ko Moon Young sebagai penulis dongeng. Justru dari dongeng tersebut, menyiratkan makna kehidupan yang dalam dan layak dibagikan pada semua orang sebagai cerminan hidup. Jadi makin gak sabar nungguin kelima dongeng tadi dalam versi cetak. Kalian nunggu juga, gak?