Apa kamu percaya bahwa lubang cacing dan bahkan black hole atau lubang hitam dapat dijelajahi dengan aman oleh manusia? Nyatanya, Christopher Nolan sukses mengeksekusi ide gila tersebut ke dalam sebuah film keren berdurasi hampir 3 jam berjudul Interstellar. Film fiksi ini menceritakan tentang perjuangan umat manusia dalam mencari planet baru sebagai pengganti Bumi yang tengah menuju kehancuran.
Tak tanggung-tanggung, film buatan Warner Bros., Paramount, dan Legendary Pictures ini memiliki skor tinggi dari penonton dan juga dari kalangan kritikus film. Bagi penonton kelas menengah—penonton yang mengutamakan alur cerita linear tunggal—film sejenis ini mungkin justru kurang populer karena dirasa berat dan membosankan.
Namun, bagi kamu yang suka dengan plot twist, interpretasi ganda, dan kedalaman cerita, kamu pasti akan langsung jatuh cinta terhadap Interstellar. Lalu, coba tebak, ada berapa interpretasi yang terkandung dalam film ini? Setidaknya, ada dua dan semuanya bisa bergerak liar dalam pikiran tiap-tiap penonton.
Pertama, pemeran utama bernama Joseph Cooper memang mengalami dilatasi waktu ala relativitas Einstein. Ia masih tetap muda selama puluhan tahun akibat perbedaan zona dimensi antara Bumi dengan zona lain di alam semesta.
Kedua, sebetulnya Cooper sudah meninggal pada saat ia memasuki lubang hitam di mana hal itu ditandai dengan adegan pada saat Cooper pingsan dan mengambang di luar angkasa. Petunjuk berikutnya ada pada perkataan dari Mann (Matt Damon) yang menyatakan bahwa orang yang akan meninggal pikirannya akan terikat dan fokus pada orang yang ia cintai, misalnya anaknya.
Nah, adegan-adegan film selanjutnya merupakan halusinasi dari Cooper tepat sebelum ia meninggal. Dalam bayangannya, ia bisa mengunjungi anaknya meskipun berbeda dimensi. Bahkan, Cooper berimajinasi bahwa ia dapat bertemu dengan putrinya yang sudah berumur tua dan menjelang ajal. Cooper mengalami halusinasi parah karena ia memang sangat terikat secara emosional terhadap putrinya yang bernama Murph.
Bagaimana menurutmu? Semuanya mungkin dan bisa menimbulkan banyak dugaan, bukan? Jika kamu tipe penonton kritis yang suka berpikir pada saat menonton, interpretasi ganda pada saat menonton Interstellar pasti pernah ada di benakmu.