Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Karakter Anime Ini Membiarkan Musuh Tetap Bernapas, Berhati Emas
Son Goku (dok. Toei Animation/Dragon Ball)

Moralitas tidak pernah sesederhana menjadi salah ataupun benar. Terkadang, ada area abu-abu yang menunjukkan betapa tipisnya garis antara orang baik dan orang jahat. Area itulah yang sering dilihat oleh para karakter pahlawan dalam anime.

Ketika mereka bertarung melawan penjahat yang jelas-jelas berada di sisi yang salah dari area itu, mereka juga diuji tentang bagaimana mereka mengendalikan kejahatan. Melalui pertarungan untuk menghadapi perwujudan utama kejahatan, para pahlawan anime bisa menguji hati dan pikiran.

Sebagian besar dari mereka mungkin bisa saja langsung membunuh musuhnya. Namun, hal tersebut tidak dilakukan lima karakter anime di bawah ini. Sebab, mereka membiarkan musuh tetap bernapas untuk melanjutkan hidup. 

1. Son Goku (Dragon Ball)

Son Goku (dok. Toei Animation/Dragon Ball)

Mengingat kekuatan luar biasa yang terdapat di dalam tubuhnya, Son Goku sering kali menemukan dirinya berada dalam situasi, di mana ia mampu mengakhiri hidup setiap musuhnya dengan mudah. Jika saja dia memutuskan untuk merenggut nyawa musuh-musuhnya, ia mungkin tetap mendapatkan empati dari para penggemar. Sebab, sifat destruktif yang dimiliki oleh setiap musuhnya.

Namun, hati nurani dan semangat kompetitif Goku tidak akan membiarkan kekuatannya mengakhiri hidup seseorang. Dia lebih memilih untuk menikmati pertengkaran antara dia dan musuh-musuhnya yang mungkin kembali terjadi di masa depan.

Meskipun pilihannya sempat dipertanyakan, Goku membuktikan bahwa keputusan yang dia pilih kerap membuahkan hasil. Sebagai contoh, dia membuat Vegeta menjadi sekutu sekaligus sahabat terbesarnya. Sementara itu, Frieza menjadi teman yang berperan penting dalam memenangkan Turnamen Kekuasaan.

2. All Might (Boku no Hero Academia)

All Might (dok. Bones/Boku no Hero Academia)

Sebagai simbol utama perdamaian dan keadilan, All Might telah mencerminkan sikap luar biasa yang sebaiknya dimiliki oleh seorang pahlawan. Dia lebih memilih untuk mengikuti apa yang menurutnya baik.

Ia juga memahami dengan baik bahwa undang-undang di Boku no Hero Academia mengizinkan pahlawan berlisensi untuk menyakiti orang lain, menggunakan quirk mereka secara adil. All Might menyadari, bahwa dia adalah publik figur yang akan dicontoh oleh orang lain. Untuk itu, dia mengikuti undang-undang tersebut dengan cara yang benar.

Dia pun tidak membunuh setiap penjahat yang berhadapan dengannya. Sebab, tindak pembunuhan telah dilarang. Jika saja dia ingin mengakhiri hidup setiap penjahat, agar dunia bersih dari kejahatan, ia bisa melakukan hal tersebut dengan mudah. Namun, All Might tidak mengambil jalan yang tidak manusiawi itu.

3. Monkey D. Luffy (One Piece)

Monkey D. Luffy (dok. Toei Animation/One Piece)

Sebagian besar pahlawan berpikir, bahwa kehidupan lebih menyakitkan daripada kematian, terutama bagi penjahat. Menganut keyakinan tersebut, mereka lebih memilih untuk membiarkan para penjahat yang mereka lawan tetap hidup.

Mereka juga percaya, bahwa kehidupan akan membuat hidup penjahat semakin tersiksa. Dengan kehidupan, mereka yakin bahwa para penjahat bisa menanggung hukuman.

Monkey D. Luffy memang membiarkan setiap musuh yang pernah dia lawan hidup, tapi alasan di balik itu bukan karena ingin memercayai bahwa penjahat yang masih hidup bisa menanggung hukuman. Dia lebih meyakini, bahwa rasa malu atas kegagalan tidak akan dilupakan dengan mudah oleh penjahat yang memiliki gengsi besar.

Sebagai bajak laut, Luffy sangat mengenali bagaimana rasanya kegagalan. Maka dari itu, dia memberikan kesempatan kepada setiap penjahat untuk menjadi lebih baik.

4. Kenshin Himura (Rurouni Kenshin: Meiji Kenkaku Romantan)

Kenshin Himura (dok. LIDEN FILMS/Rurouni Kenshin: Meiji Kenkaku Romantan)

Kenshin Himura memiliki latar belakang yang paling tragis di antara latar belakang milik karakter anime shounen lainnya. Sempat dikenal dengan julukan Battosai the Manslayer, dia adalah sosok pembunuh berdarah dingin dan samurai paling menakutkan selama periode Bakumatsu berlangsung di Jepang.

Setelah perang berakhir, Kenshin memutuskan untuk meninggalkan kehidupan tersebut. Dia pun beralih menjadi seorang pertapa dan pengembara. Semenjak itu, dia tidak pernah membunuh orang lagi.

Ketika musuh dari masa lalunya terus saja bermunculan sepanjang kehidupan baru yang dia jalani, Kenshin Himura sangat berusaha agar tidak goyah sedikit pun. Dia tidak ingin membunuh lagi. Maka dari itu, dia memberikan keselamatan untuk hidup musuhnya.

5. Edward Elric (Fullmetal Alchemist)

Edward Elric (dok. Bones/Fullmetal Alchemist)

Edward Elric mengerti, bahwa akan ada sesuatu yang diberikan untuk setiap sesuatu yang diambil. Dia juga percaya, jika semua yang terdapat di dunia selalu memiliki pengganti. Oleh karena itu, dia menolak untuk membunuh siapa pun, bahkan penjahat paling buruk sekali pun. Namun, dia tidak berpikir bahwa monster keji, seperti Father, tidak pantas mati.

Elric lebih meyakini bahwa hukum alkimia terdalam bisa meluas ke tindakan setiap orang. Jika saja dia mengambil nyawa penjahat paling keji sekali pun, Eric percaya jika kejahatan baru yang mungkin lebih buruk akan eksis, demi memulihkan keseimbangan dunia sebagaimana hitam dan putih. Sebagai sosok alkemis, tentu tidak mengherankan jika Eric benar-benar memahami hukum pertukaran.

Jika disimpulkan, lima karakter pahlawan anime di atas memang sama-sama membiarkan musuh-musuh mereka tetap eksis. Namun, mereka memiliki alasan yang beragam, mulai dari mengikuti aturan yang ada, menjadikan musuh sebagai teman, hingga memercayai bahwa kehidupan akan terasa lebih menyakitkan dari kematian bagi penjahat. Apa pun alasan di balik pilihan yang mereka ambil, kelima karakter anime di atas merupakan perwujudan dari sosok pahlawan sejati.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team