Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kakashi sedang membaca buku
Kakashi (dok. Pierrot/Naruto: Shippuden)

Dalam dunia anime yang penuh aksi dan pertarungan seru, karakter kutu buku sering kali mencuri perhatian dengan ketenangan mereka. Kamu pasti pernah melihat sosok yang selalu membawa novel tebal di tengah kekacauan atau sekadar duduk diam di pojok ruangan sambil membalik halaman. Kehadiran mereka memberikan nuansa intelektual yang unik di antara teman-temannya yang biasanya lebih mengandalkan otot daripada otak.

Hobi membaca ini bukan sekadar pemanis tampilan visual semata. Buku yang mereka baca sering kali mencerminkan kepribadian, filosofi hidup, atau bahkan menjadi sumber kekuatan utama mereka dalam menghadapi masalah. Berikut adalah deretan karakter anime yang dikenal paling gemar menghabiskan waktu dengan tenggelam dalam dunia literasi.

1. Kakashi Hatake pembaca setia novel

Kakashi (dok. Pierrot/Naruto: Shippuden)

Kakashi hampir tidak pernah terlihat tanpa novel oranye kesayangannya bahkan saat sedang melatih murid-muridnya. Buku seri Icha Icha karya Jiraiya ini begitu penting baginya sampai ia bisa cemas jika belum membaca kelanjutan ceritanya. Kebiasaan unik ini menjadi ciri khas sang guru yang tetap santai meski sedang dalam situasi misi berbahaya.

2. Nico Robin arkeolog kapal bajak laut

Robin sedang membaca buku (dok. Toei Animation/One Piece)

Di tengah keributan kru Topi Jerami, Robin sering terlihat duduk tenang sambil membaca buku tebal ditemani secangkir kopi. Sebagai arkeolog satu-satunya, bacaannya sangat berat mulai dari sejarah kuno hingga misteri dunia yang ditulis Oda Sensei. Ia menemukan ketenangan sejati dalam lembaran kertas di saat teman-temannya sibuk bertingkah konyol.

3. Yuki Nagato alien pendiam

Yuki Nagato (dok. Kyoto Animation/The Melancholy of Haruhi Suzumiya)

Anggota klub SOS ini nyaris tidak pernah melepaskan pandangannya dari buku tebal di tangannya. Yuki selalu berdiri atau duduk diam di pojok ruangan klub sambil tenggelam dalam novel fiksi ilmiah yang rumit. Ia seolah menciptakan dinding tak kasat mata untuk mengabaikan segala kekacauan absurd yang terjadi di sekitarnya.

4. Shogo Makishima kolektor buku fisik

Shogo Makishima (dok. Production I.G./Psycho-Pass)

Antagonis karismatik ini adalah pecinta buku fisik sejati di tengah era digital yang serba canggih. Makishima sering mengutip kalimat bijak dari sastra klasik karya penulis dunia seperti George Orwell atau Shakespeare dalam setiap percakapannya. Baginya membaca buku cetak adalah satu-satunya cara untuk menjaga kewarasan jiwa manusia yang mulai hilang.

5. Myne gadis pecinta perpustakaan

Myne (dok. WIT STUDIO/Ascendance of a Bookworm)

Karakter utama ini adalah definisi pecinta literasi garis keras yang rela melakukan apa saja demi bahan bacaan. Setelah hidup kembali di dunia tanpa buku, Myne berusaha keras membuat kertas dan tinta sendiri dari nol agar bisa membaca lagi. Hidupnya benar-benar didedikasikan penuh untuk mewujudkan mimpi dikelilingi oleh tumpukan buku di perpustakaan pribadinya.

6. Ken Kaneki mahasiswa sastra

Ken Kaneki (dok. Studio Pierrot/Tokyo Ghoul)

Sebelum tragedi menimpanya, Kaneki adalah mahasiswa sastra pendiam yang sangat gemar menghabiskan waktu membaca novel di kafe. Hobi sederhana inilah yang awalnya mempertemukan dia dengan Rize karena mereka menyukai penulis misteri yang sama. Buku menjadi pelarian sekaligus cermin perubahan drastis dalam hidupnya yang kelam dan penuh darah.

7. Armin Arlert pemimpi kebebasan

Armin dan Eren (dok. WIT Studio/Attack on Titan)

Buku tentang dunia luar adalah benda pusaka yang mengubah pandangan hidup Armin selamanya sejak kecil. Ia selalu terpesona melihat gambar lautan api dan air membeku dalam buku terlarang milik kakeknya tersebut. Imajinasi yang tumbuh dari bacaan inilah yang menanamkan mimpi kebebasan mutlak di benaknya untuk melihat dunia di balik tembok.

Kegemaran membaca para karakter ini mengingatkan kita bahwa buku adalah sumber kekuatan dan ketenangan di tengah kekacauan. Mereka membuktikan bahwa wawasan luas sering kali lebih berguna daripada sekadar otot saat menghadapi masalah pelik. Jadi kamu bisa mulai meniru kebiasaan positif tersebut untuk menemukan petualangan baru di balik lembaran kertas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team