Puisi berjudul ‘Ibu Indonesia’ yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputri pada perhelatan akbar peragaan busana Anne Avantie yang digelar Kamis (29/03/2018) lalu menuai kontroversi. Beberapa isi dalam puisi tersebut dianggap oleh beberapa fihak telah menyinggung simbol-simbol agama. Tak lama berselang, puisi-puisi balasan pun mulai bermunculan. Beberapa puisi balasan tersebut diantaranya adalah ‘Kamu Tak Tahu Syariat’ oleh Ustad Felix Siauw, ‘Kepada Ibu Sukma JA’ karya sastrawan Sulawesi Selatan Andhika Mappasomba, ‘Untuk Nenek yang Disana’ oleh Muhammad Novriandi, ‘Tak Apa’ oleh Dhika Margadewa, dan ‘Untuk Perempuan Berkonde’ karya anggota DPRD Sulawesi Selatan fraksi PKS, Sri Rahmi.
Berbicara tentang puisi, ketika masih sekolah kamu pasti pernah mendapat tugas dari guru membuat puisi untuk kemudian dibacakan di depan kelas secara bergantian. Berikut ini adalah tipe-tipe orang ketika membacakan puisi di depan orang banyak dengan karakter uniknya masing-masing.
