Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
cuplikan adegan dalam serial kartun The Flintstones
cuplikan adegan dalam serial kartun The Flintstones (dok. Hanna-Barbera Productions/The Flintstones)

Intinya sih...

  • Eksploitasi hewan dalam serial kartun The Flintstones

  • Kekerasan dalam rumah tangga dijadikan bahan lelucon

  • Tema kesuburan dalam serial The Flintstones

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kamu pasti pernah dengar tentang keluarga Flintstones, meskipun kamu gak pernah menonton serial kartunnya. Keluarga Flintstones adalah sitkom animasi yang dibuat oleh William Hanna dan Joseph Barbera pada tahun 1960. Yap, kamu gak salah dengar. Ini serial kartun jadul.

Hingga The Simpsons muncul, The Flintstones adalah acara animasi prime-time terlama yang menyediakan konten orisinal selama hampir enam tahun. Bertema tentang Zaman Batu dari The Honeymooners ini sukses di kalangan penonton, dan memperkenalkan gaya animasi baru yang episodenya diproduksi secara cepat dan konsisten. The Flintstones sendiri menyajikan lelucon, dialog, dan cerita yang dalam ketimbang kualitas animasinya. Namun, The Flintstones punya tema-tema gelap yang gak cocok ditonton anak-anak. Apa saja, ya?

1. Eksploitasi hewan dalam serial kartun The Flintstones

cuplikan adegan eksploitasi hewan dalam The Flintstones (dok. Hanna-Barbera Productions/The Flintstones: Fred's Monkeyshines)

Meskipun menceritakan Zaman Batu, serial kartun The Flintstones justru menghadirkan teknologi modern seperti mobil. Tapi mobilnya gak sama seperti mobil saat ini, ya. Mobil dalam serial kartun ini justru digerakkan dengan kaki pengemudinya. Aneh juga, karena pengemudinya justru jadi kelelahan, dong.

Gak hanya itu, rumah-rumahnya terbuat dari batu yang dipotong-potong. Kertas juga digantikan dengan tablet batu. Uniknya lagi, justru ada kamera, kotak es, dan arena bowling, nih. Padahal di era Paleolitikum sendiri, nenek moyang kita belum secanggih itu.

Nah, gimana ya, serial prasejarah yang diciptakan Hanna-Barbera ini justru menghadirkan teknologi modern? Jawabannya adalah eksploitasi. Dalam semua episode The Flintstones, eksploitasi hewan menjadi salah satu tema utama serial ini. Stegosaurus dikendarai sebagai truk pemadam kebakaran. Bahkan dalam episode "Fred's Monkeyshines," seekor burung kecil mengikis batu Polaroid yang digunakan untuk kamera.

Kemudian dalam episode "Ladies' Night at the Lodge," seekor dinosaurus di bawah wastafel digunakan sebagai tempat pembuangan sampah. Ada pula belalai mammoth yang dipasang menembus dinding sebagai keran mamalia. Lalu ada adegan ketika hewan-hewan ini mengeluh atas perlakuan buruk manusia terhadap mereka. Jadi hewan-hewan ini gak hanya dieksploitasi, tapi cukup cerdas untuk menyadarinya.

2. Kekerasan dalam rumah tangga dijadikan bahan lelucon

cuplikan adegan Wilma dan Fred (dok. Hanna-Barbera Productions/The Flintstones: The Flintstone Flyer)

The Flintstones punya adegan gelap tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Hal ini terjadi di episode pertama, "The Flintstone Flyer". Wilma, istri Fred Flintstone, memukul kepala suaminya saat ia menemukan suaminya di arena bowling, dan ketahuan berbohong.

Namun, Wilma mengira kalau ia salah sasaran, orang yang dipukulnya itu bukanlah Fred. Sebenarnya itu memang Fred, tapi Fred menggunakan kumis palsu untuk menyamar agar gak diketahui istrinya. Fred yang ingin dipukul seketika berteriak, "Tidak! Jangan di kepala!" tepat sebelum terdengar suara benturan keras.

Di dunia nyata, biasanya laki-laki yang sering melakukan kekerasan dalam rumah tangga, tapi dalam serial kartun The Flintstones, hal ini justru terbalik, dan bahkan gak lazim dalam era itu. Fred Flintstone sering kali menerima kekerasan dari istrinya, kepalanya sering dipukul atau kakinya yang dijatuhkan bola bowling.

3. Tema kesuburan dalam serial The Flintstones

cuplikan adegan Barney Rubble dan Betty (dok. Hanna-Barbera Productions/The Flintstones: The Blessed Event)

Adegan ini gak hanya gelap, tapi juga menyedihkan. Penderitaan ini dialami karakter Barney Rubble dan Betty Puing selama beberapa musim pertama serial kartun The Flintstones. Pasalnya, suami istri ini ingin sekali punya bayi sendiri, tapi Betty susah hamil. Pasangan ini sendiri pertama kali muncul dalam episode "The Blessed Event."

William Hanna and Joseph Barbera akhirnya memberikan keluarga Rubble bayi setelah tiga musim pertamanya. Di musim keempat, dalam episode berjudul "Little Bamm-Bamm," doa Betty dan Barney dikabulkan setelah mereka berdoa kepada bintang jatuh agar segera dikasih anak. Lalu muncullah anak yang diberi nama Bamm-Bamm Rubble di depan pintu rumah mereka.

4. The Flintstones menceritakan adegan gelap tentang gak adilnya kehidupan

cuplikan adegan Fred dan Tuan Slate (dok. Hanna-Barbera Productions/The Flintstones: Flintstone of Prinstone)

Hidup kadang gak selalu memberikan apa yang kita harapkan. Itulah yang juga digambarkan dalam serial kartun The Flintstones. Fred Flintstone punya mimpi dan aspirasi. Manusia Zaman Batu itu gak mau menghabiskan sisa hidupnya dengan menggali batu untuk Tuan Slate.

Dalam episode "Flintstone of Prinstone," Fred mengaku kalau masa depannya suram jika pendidikan gak menjadi prioritasnya. Nah, dia pun memilih untuk berkuliah. Wah, di Zaman Batu sudah ada pendidikan, ya. Fred sendiri pernah menempuh sekolah menengah atas, tapi dia gak sungguh-sungguh karena lebih fokus pada sepak bola. Jadi, kuliah pun menjadi kesempatan keduanya. Fred akhirnya kuliah di Universitas Prinstone.

Namun, Tuan Slate gak setuju jika Fred kuliah. Idenya itu dianggap gak layak. Mimpi Fred pun pupus. Ia kembali ke tambang batu untuk bekerja lagi dengan Tuan Slate.

5. The Flintstones menampilkan adegan minuman keras

cuplikan adegan Fred dan Barney promosikan minuman keras (dok. Hanna-Barbera Productions/The Flintstones)

Jika kamu pernah nonton serial kartun The Flintstones, kamu pasti tahu kalau keluarga Flintstones minum jus kaktus, yang digambarkan sebagai minuman keras. Jus kaktus ini kebetulan juga minuman favorit Fred Flintstone. Uniknya, adegan ini menginspirasi minuman soda rasa jeruk-nanas di era 60-an.

Dalam live-action The Flintstones (1994), ada sebuah adegan ketika Fred (diperankan John Goodman) dan Barney (diperankan Rick Moranis) sedang bermain bowling dengan saudara-saudara mereka dari Water Buffalo. Kemudian saat dua pelayan mengeluarkan gelas bir yang sangat besar, mereka malah mencelupkan kepala mereka ke dalam gelas bir dan meneguknya dengan rakus. Ini bukan kali pertama Fred dan Barney minum minuman keras.

Keluarga Flintstone memang cukup sering menampilkan adegan terlarang tentang bir. Pada era 60-an, Fred dan Barney muncul dalam kartun bir Busch yang diproduksi oleh William Hanna and Joseph Barbera untuk karyawan Anheuser-Busch. Dua karakter kartun ini bahkan mempromosikan bir tersebut. Gak cocok banget, ya, kalau dilihat anak-anak.

6. Serial kartun The Flintstones mempromosikan produk rokok

cuplikan adegan Fred dan Wilma promosikan rokok (dok. Hanna-Barbera Productions/The Flintstones)

Nah, selain minuman keras atau beralkohol, serial kartun The Flintstones juga mempromosikan rokok. Yap, kamu gak salah dengar. Kartun The Flintstones memang ditayangkan sebelum dibuatnya Undang-Undang Kesehatan Masyarakat tentang Merokok, atau yang disahkan pada 1970. Jadi, promosi rokok dalam kartun anak-anak bukanlah hal yang aneh.

The Flintstones sendiri adalah acara prime-time. Acara ini ditayangkan ketika sebagian besar penonton Amerika lebih suka menghabiskan waktu mereka di depan televisi. Di sinilah, iklan mulai merajalela.

Di samping itu, merek rokok Winston menyadari potensi ini dan mensponsori serial kartun The Flintstones. Merek rokok Winston juga melakukan hal yang sama dengan Beverly Hillbillies. Perusahaan ini menggelontorkan dana untuk The Flintstones. Itu berarti, karakter-karakter tersebut harus mempromosikan rokok Winston. Jadi ada adegan ketika Fred, Wilma, dan Barney merokok dengan merek rokok Winston. Bayangkan ketika Barney menyebutkan rokok Winston sebagai rokok terbaik dan Fred ngasih tahu penonton betapa enaknya sensasi rokok tersebut. Sementara di satu sisi, anak-anak juga menonton adegan tersebut.

7. Adegan The Flintstones yang menghadirkan buronan

cuplikan adegan Fred dan Barney bertemu Gazoo (dok. Hanna-Barbera Productions/The Great Gazoo)

Di Musim keenam, The Flintstones berjuang untuk bangkit kembali. Itulah sebabnya, serial kartun ini menambahkan karakter baru. The Flintstones pun menghadirkan alien hijau kecil bernama Great Gazoo.

Gazoo adalah karakter yang lucu dengan tubuh yang mungil. Namun, hanya Fred dan Barney yang bisa melihatnya. Apakah dia makhluk astral? Entahlah. Adapun, Gazoo bukanlah karakter yang baik.

Gazoo pernah menjelaskan kepada Barney dan Fred, dalam episode "The Great Gazoo," kalau dia dikirim ke Bumi, tepatnya di era Zaman Batu sebagai bentuk hukuman. Pasalnya, Gazoo diusir dari dunianya yang bernama Zetox, karena menciptakan alat yang bisa menghancurkan seluruh alam semesta.

Jadi, apa yang dilakukan Fred dan Barney setelah mendengar asal usul Gazoo, ya? Yap, mereka sama sekali gak terganggu dan malah bergaul dengan sosiopat hijau kecil itu. Bisa dibilang, mereka sedang melindungi buronan genosida atau orang dengan gangguan skizofrenia. Apa pun itu, adegan ini tentunya sangat gelap untuk ditonton anak-anak.

8. Hubungan keluarga Flintstone gak harmonis

cuplikan adegan Fred dan Wilma (dok. Hanna-Barbera Productions/The Flintstones: Ladies' Night at the Lodge)

Hubungan Fred dan Wilma Flintstone bisa dibilang gak harmonis, dan memang sudah seperti itu sejak awal. Episode pertama dimulai beberapa tahun setelah pernikahan mereka. Kemudian ada adegan ketika Wilma dan Betty sedang melihat-lihat album foto lama Fred Flintstone dalam episode "The Gambler." Mereka pun melihat foto-foto bulan madu antara Wilma dan Fred. Anehnya, Fred terlihat sangat bahagia dan menawan, sementara Wilma terlihat gak bahagia di setiap fotonya. Gak ada satu pun senyum dari pengantin baru itu. Kenapa, ya? Yap, Fred adalah pasangan yang digambarkan sangat egois dan manipulatif.

Seperti yang sudah kita bahas, hubungan pernikahan mereka dilanda kekerasan dalam rumah tangga. Pernikahan itu juga diwarnai dengan saling gak percaya, seperti adegan ketika Wilma menguntit suaminya di penginapan Water Buffalo untuk mencari tahu apa yang sedang dilakukan suaminya dalam episode "Ladies' Night at the Lodge." Rasa gak percaya Wilma ini memang beralasan, karena Fred digambarkan sebagai laki-laki yang genit dengan perempuan lain. Dalam episode "Flintstone of Princestone," Fred bahkan menyebut beberapa teman perempuan di sekolah lamanya.

Jadi, kepribadian Fred sangat memengaruhi perkara dalam rumah tangganya. Seperti yang dibilang Wilma kepada Fred dalam episode "Little Bamm-Bamm," "Kau pecemburu, gak bijaksana, cerewet, suka mendominasi, cepat marah, posesif, tapi kau bukan orang jahat." Seenggaknya, Fred mengakui kalau dia gak pantas mendapatkan Wilma.

9. Adegan bunuh diri dalam The Flintstones

cuplikan adegan Barney saat mau melompat dari jembatan (dok. Hanna-Barbera Productions/The Flintstones: Little Bamm-Bamm)

Bunuh diri adalah salah satu tema paling gak layak yang muncul dalam kartun anak-anak. Sayangnya, The Flintstones pernah mengangkat tema ini, dan itu cukup mengerikan. Dalam episode "Little Bamm-Bamm," Barney dan Betty yang gagal memiliki bayi, tapi kemudian dikasih seorang bayi bernama Bamm-Bamm yang muncul di depan pintu mereka, membuat pasangan ini sangat bahagia, tapi untuk sesaat. Sebab, mengadopsi seorang anak itu rumit, baik di dunia nyata maupun di serial kartun The Flintstones. Sambil menunggu kabar tentang adopsi Bamm-Bamm, ada orang lain yang justru mendapat hak asuhnya.

Untungnya, orangtua baru Bamm-Bamm ini tahu kalau mereka akan memiliki bayi sendiri secara biologis. Jadi mereka gak memaksa untuk mengadopsi Bamm-Bamm. Meskipun begitu, Bamm-Bamm akhirnya menjadi bagian dari keluarga Rubble. Anehnya, Barney malah menghilang. Dia justru berada di pinggir jembatan sambil memegang batu besar, dan mengucapkan selamat tinggal sebelum melompat untuk bunuh diri. Untunglah, Fred menyelamatkannya di detik terakhir.

10. The Flintstones punya adegan tentang kecanduan judi

cuplikan adegan Fred bertemu psikiater untuk mengobati kecanduan judinya (dok. Hanna-Barbera Productions/The Flintstones: The Gambler)

Fred Flintstone digambarkan sebagai karakter yang punya banyak sifat jelek. Dia pemarah, agresif, manipulatif, dan punya kecanduan dengan judi. Fred pernah kehilangan beberapa koin di mesin slot atau menghabiskan 20 dolar hanya untuk satu putaran poker. Itulah kenapa Fred pergi psikiater untuk mengatasi masalah ketagihan judinya itu.

Ada sebuah episode di musim kedua yang membahas masalah judi Fred, yang berjudul "The Gambler." Ketika itu, Barney datang untuk bermain kelereng dengan mempertaruhkan uang. Jadi saat Fred mendengar kata taruhan, matanya pun membelalak.

Wilma akhirnya bercerita kepada Betty tentang kecanduan judi yang dialami Fred, yang mempertaruhkan semua harta mereka. Sampai akhirnya, keluarga itu gak mampu membeli makanan akibat kecanduan judi yang dialami Fred. Wilma pun memaksa Fred untuk mencari bantuan psikologis, tetapi lagi-lagi dia harus bertaruh dengannya agar Fred mau. Singkat cerita, Fred justru memenangkan judi dan Wilma memaafkannya. Hmm.

11. The Flintstones menceritakan tentang perilaku buruk Fred Flintstone

cuplikan adegan Fred dan Barney menaiki pesawat rakitan (dok. Hanna-Barbera Productions/The Flintstones: The Flintstone Flyer)

Sebagian besar alur cerita dalam serial kartun The Flintstones berasal dari kekurangan kepribadian Fred Flintstone. Mari kita akui, Fred itu adalah perwujudan dari sifat jelek manusia. Sebab, Fred suka memanipulasi segala sesuatu, seperti saat bermain catur. Fred juga suka menipu banyak orang dalam hidupnya. Fred akan melakukan atau mengatakan apa pun agar hidup berjalan sesuai keinginannya.

Di Musim pertama, episode pertama: Fred dan Barney berjanji ingin berkencan dengan pacar mereka masing-masing. Namun, Fred malah bermain bowling. Fred meyakinkan Barney untuk ikut bersamanya. Sebelum tiba ke tempat bowling, kepala Fred cedera. Barney pun harus merawat temannya itu, dan pacar mereka pergi ke opera tanpa kehadiran Fred dan Barney.

Lebih buruknya lagi, kedua laki-laki itu malah menggunakan mesin terbang yang diciptakan Barney untuk pergi dan pulang dari arena bowling. Sepanjang waktu, Fred meyakinkan Barney kalau bermain bowling bisa membuat mereka kaya. Jadi, Fred bisa dibilang sengaja menghindari kencan dengan pacarnya demi bersenang-senang. Ditambah lagi, ia menyusahkan Barney.

12. Adanya hubungan pertemanan yang toxic

cuplikan adegan Fred dan Barney (dok. Hanna-Barbera Productions/The Flintstones: The Flintstone Flyer)

Fred Flintstone adalah laki-laki yang kasar dan manipulatif. Gak ada orang waras di dunia nyata yang mau bergaul dengannya. Meskipun begitu, temannya, Barney, justru sangat setia pada Fred mekipun Fred sangat toxic.

Sifat negatif Fred sering kali terlihat dalam persahabatan mereka. Apalagi Fred selalu memanfaatkan sifat baik Barney. Jadi jika sesuatu gak berjalan sesuai rencana, Fred akan mengancam sahabatnya dengan kekerasan. Jujur saja, hal ini pasti bikin siapa pun trauma. Seharusnya Barney begitu.

Namun, Fred punya sisi baik untuk Barney. Fred mendukung Barney saat menjalani proses adopsi di episode "Little Bamm-Bamm." Fred bahkan menyelamatkan nyawa sahabatnya saat ingin bunuh diri. Namun, persahabatan mereka yang toxic itu masih gak sepadan.

Di episode pertama serial ini, Fred mengancam Barney karena berisik saat ia sedang tidur siang. Fred bahkan memukul Barney karena melepaskan bola bowling yang tersangkut di jarinya dalam episode "The Rock Quarry Story." Hal seperti ini sering kali terjadi. Jadi Fred bukanlah tipe teman yang pantas bagi siapa pun.

13. Adegan body shaming dalam The Flintstones

cuplikan adegan Fred dan Barney membawa piano (dok. Hanna-Barbera Productions/The Flintstones: The Hot Piano)

Body shaming ternyata bukan hal baru, lho. Di era 60-an ketika The Flintstones diproduksi, Fred rupanya menjadi sasaran utama body shaming. Menyebut seseorang "gemuk" dijadikan bahan tertawaan anak-anak pada masa itu, tetapi sekarang kita memahami betapa traumatisnya hal tersebut.

Fred memang digambarkan sebagai laki-laki bertubuh besar dan gemuk. Begitulah Hanna-Barbera mendesainnya. Meskipun dihina, Fred justru pernah menghina beberapa karakter lain dalam serial kartun itu, tetapi dialah yang paling sering dihina karena bentuk tubuhnya.

Dalam episode "The Hot Piano," Fred menyuruh Barney mundur karena dia akan mendorong piano untuk melewati ambang pintu. Tapi Barney malah meledek, "Tapi Fred, kau sendiri yang berat!"

Kejeniusan William Hanna dan Joseph Barbera yang menciptakan tayangan-tayangan lucu seperti Tom and Jerry dan Scooby-Doo, juga memberikan kenangan abadi bagi The Flintstones lewat merchandise, iklan, dan vitaminnya hingga saat ini. The Flintstones sendiri memang ditujukan untuk anak-anak, tetapi kamu bisa melihat humor dewasa di sepanjang serial kartun ini. Hal yang sama berlaku untuk film live action-nya. Meskipun begitu, kamu mungkin asing dengan kartun ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team