Mikhail Red (dok. IDN Times)
Mikhail Red, produser dan sutradari film Filipina, mengatakan adanya digitalisasi membuat film dari berbagai negara dapat dikenal oleh penonton dunia. Hal ini membawa keuntungan tidak hanya pagi penonton dunia, tetapi juga para filmmaker.
"Kami bisa memperkenalkan film yang kami buat berkat canggihnya teknologi saat ini. Kemudian, penonton dunia jadi bisa melihat budaya Filipina yang sangat beragam," kata Mikhail.
Menurut Mikhail, dengan adanya OTT, film Asia dapat ditonton tidak hanya oleh penonton lokal, tetapi juga penonton dunia. Tentunya, OTT juga memberikan keuntungan bagi para filmmakers karena mereka bisa mendapatkan keuntungan yang lebih.
Hal ini juga dirasakan oleh Timo Tjahjanto, sutradara dan produser film Indonesia, yang juga merasa filmnya lebih dikenal oleh penonton dunia. Bila penonton dunia ingin menonton film dari negara lain, mereka hanya perlu membuka OTT dan mencari judulnya saja. Tentunya hal ini menjadi sangat mudah bagi penonton dunia.
"Pengertian dari sinema tidak lagi sebagai teatrikal, tetapi menjadi streaming thing,” ujar Timo.