Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Boh dalam Spirited Away
Boh dalam Spirited Away (dok. Studio Ghibli/Spirited Away)

Intinya sih...

  • Para pembajak di Castle in the Sky berubah memihak karakter utama setelah menyadari tujuan yang sama, yaitu terbang ke Laputa.

  • Witch of the Waste dalam Howl’s Moving Castle akhirnya tinggal bersama Sophie dan merawatnya dengan penuh kasih sayang.

  • Boh dari Spirited Away menjadi baik setelah dikutuk menjadi tikus kecil oleh Zeniba dan mengikuti perjalanan Chihiro menyelamatkan Haku.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Selain karakter protagonis, sebagian besar film juga akan menghadirkan karakter antagonis. Keberadaan karakter antagonis ini sebagai lawan atau sosok yang mencoba menghalangi karakter protagonis. Biasanya, antagonis dalam sebuah film tidak hanya satu orang melainkan lebih. Namun, meski sama-sama menjadi sosok jahat, tetapi tidak semua antagonis punya watak yang sama. Bahkan, terkadang ada karakter antagonis yang justru berubah menjadi baik dan berada di pihak karakter utama.

Hal ini juga terjadi dalam film-film buatan Studio Ghibli. Dari deretan film mereka, ada karakter antagonis yang seiring berjalannya cerita, berubah memihak karakter utamanya. Ghibli punya empat antagonis yang berakhir demikian. Siapa saja mereka dan apa penyebabnya?    

1. Pembajak - Castle in the Sky

Pembajak dalam film Castle in the Sky (dok. Studio Ghibli/Castle in the Sky)

Castle in the Sky dibuka dengan scene kelompok pembajak yang menyerang sebuah pesawat. Pembajak ini dipimpin oleh nenek tua bernama Dola. Awal kemunculan mereka diperlihatkan sebagai karakter jahat karena terus mengejar karakter utama, yaitu Sheeta dan Pazu. Pembajak ini menginginkan kalung kristal Sheeta yang dapat menunjukkan jalan ke kerajaan Laputa. Namun, cerita menjadi berbalik ketika Sheeta diculik oleh villain utama yaitu Kolonel Muska.

Pazu akhirnya bergabung bersama pembajak setelah sadar bahwa hanya dengan cara tersebut lah ia bisa menyelamatkan Sheeta. Di sisi lain, para pembajak sebenarnya tidak berniat jahat pada Sheeta, melainkan hanya menginginkan harta karun peninggalan orang Laputa. Sehingga, setelah berhasil menyelamatkan Sheeta, mereka akhirnya bersatu karena mempunyai tujuan yang sama yaitu terbang ke Laputa. Mereka juga saling membantu saat menghadapi serangan Kolonel Muska. Pada akhirnya, para pembajak ini mempunyai peran dalam menolong karakter utama.

2. Witch of the Waste - Howl’s Moving Castle

Witch of the Waste dalam Howl's Moving Castle (dok. Studio Ghibli/Howl's Moving Castle)

Witch of the Waste adalah penyihir dari pembuangan yang sangat menyukai Howl. Jadi, ketika ia mengetahui bahwa Sophie dekat dengan Howl, ia pun mengutuk Sophie menjadi wanita tua. Parahnya, cara kerja dari mantra ini membuat Sophie tidak bisa memberitahukan keadaannya tersebut pada siapa pun.

Berakhirnya perselisihan Sophie dan Witch of the Waste berawal dari pertemuan mereka yang kedua kalinya saat menghadiri undangan istana. Di waktu yang sama, Witch of the Waste kehilangan kekuatannya dan kembali ke usia aslinya menjadi tua renta. Witch of the Waste yang tak berdaya ini justru mengikuti Sophie dan berakhir tinggal bersamanya di kastil Howl. Sophie bahkan merawatnya dengan penuh kasih sayang. Sebenarnya, dengan bergabungnya Witch of the Waste ini tak membantu si protagonis dalam menyelesaikan masalah. Ia bahkan malah menimbulkan berbagai masalah yang menyulitkan Sophie.

3. Boh - Spirited Away

Boh dalam Spirited Away (dok. Studio Ghibli/Spirited Away)

Sama seperti sang ibu, Yubaba, bayi raksasa bernama Boh juga merupakan karakter antagonis. Meski tak sejahat Yubaba, tetapi Boh pernah menyulitkan Chihiro yang saat itu tengah berusaha menyelamatkan Haku. Ketika Chihiro berhasil memasuki ruangan Yubaba dan bersembunyi di bawah tumpukan bantal, Boh yang juga berada di sana menarik tangan Chihiro dan melarangnya pergi. Boh ingin bermain bersama Chihiro dan tetap menghalanginya pergi meski ia tahu bahwa Chihiro harus menyelamatkan seseorang. Boh bahkan mengancam Chihiro bahwa Yubaba akan datang membunuhnya jika ia membuat Boh menangis.

Boh mulai menjadi baik setelah dikutuk menjadi tikus kecil oleh Zeniba dan mengikuti perjalanan Chihiro menyelamatkan Haku. Setelahnya, Boh meminta Yubaba untuk tak berlaku jahat pada Chihiro. Bahkan, Boh mengancam akan membenci Yubaba seumur hidupnya jika ia membuat Chihiro menangis.

4. Kaonashi - Spirited Away

Kaonashi (kanan) dalam Spirited Away (dok. Studio Ghibli/Spirited Away)

Ketika menonton Spirited Away, kamu mungkin akan bertanya-tanya tentang posisi karakter Kaonashi. Apakah ia karakter yang berada di pihak Chihiro atau justru karakter antagonis? Pada awal kemunculannya, Kaonashi terlihat seperti roh baik yang tak membahayakan Chihiro. Namun, seiring berjalannya cerita, niat buruk Kaonashi ini perlahan terungkap. Kaonashi berniat memakan Chihiro seperti yang ia lakukan pada pekerja lainnya.

Puncaknya adalah setelah Chihiro memberinya obat yang didapatkannya dari roh penjaga sungai. Di sini, terlihat jelas bahwa Kaonashi berniat menyakiti Chihiro. Namun, efek obat yang Kaonashi makan membuat wataknya berubah dan kembali menjadi roh baik. Setelah Chihiro berhasil memancingnya keluar, Kaonashi terus mengikutinya dan menjadi teman perjalanannya ke rumah Zeniba.

Adanya keempat karakter antagonis yang berubah memihak karakter utama di atas membuat cerita semakin menarik. Beberapa di antaranya bahkan mungkin membuat penonton menebak-nebak siapa villain sebenarnya. Ada yang berubah sendirinya dan ada pula yang berubah setelah menerima kebaikan karakter utamanya.  Apakah ada karakter lainnya dari film Ghibli yang berakhir sama selain empat karakter di atas?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team